Ishfah Seven

Semangat dan Mimpi

Jalan Pilihan

Leave a comment

“Mana yang akan kau pilih? Berjalan di jalanan berduri dengan alas kaki atau berjalan di jalan lain tanpa alas kaki?”

Apa kau tahu maksudnya?  Coba pahami dulu ‘berjalan’. Seseorang biasa berjalan memakai alas kaki, baik dengan sepatu atau sandal. Ia memakainya untuk melindungi kakinya dari benda-benda tajam, batu, kerikil, paku, panas, dingin dan lain sebagainya sehingga ia bisa merasa nyaman dan bisa meneruskan perjalanan.

Sama seperti kehidupan kita, Kawan ! Kehidupan ini penuh dengan warna, rasa dan berbagai hal lain  yang saling terkait dengan kehidupan. Tak jarang pula membuat kita tidak enak dan menyebalkan karena banyak sekali hambatan yang menggangu dan menyakiti seperti duri.

Penyeimbang hidup adalah iman. Hambatan adalah duri. Alas kaki bisa menahan duri. Iman bisa menahan hambatan atau cobaan.

Sederhananya seperti ini, jika kita punya iman (alas kaki) yang kuat, maka seberapa besar pun hambatan (duri) yang menghalangi jalan kehidupan akan dilalui dengan baik. Berbeda dengan orang yang tidak mempunyai iman (alas kaki). Dia berjalan di jalan lain, jalan yang belum ia ketahui, jalan abu-abu, tidak hitam tidak putih. Jika dia sedang berjalan di jalan putih (kebaikan) maka ia sedang bernasib baik karena tak ada hal yang merugikannya. Tetapi, ketika ia berjalan di jalan hitam (keburukan) sedang ia tidak punya alas kaki (iman) maka hidupnya akan selalu was-was, ragu, takut, paranoid, tidak tenang walau secara fisik misalnya ia adalah orang kaya, berada, punya banyak harta. Namun, ketahuilah, Kawan ! Sekaya apa  pun atau sepintar apa pun ia, jika tidak mempunyai keimanan yang kuat dalam mengarungi lautan kehidupan, maka ia akan tamat, terlindas oleh hawa nafsunya sendiri, tertipu oleh bujuk rayu setan dan tertunduk malu meratapi penyesalan.

Keputusan tetap berada di tanganmu, Kawan? Mana yang akan kau pilih? Berjalan di kehidupan yang penuh dengan lika-liku, musibah, cobaan, ujian dan tantangan namun mempuunyai iman yang kuat kepada Allah atau menjalani kehidupan fana ini tanpa beriman kepada-Nya dengan menempuh jalan-jalan yang tak pasti, jalan yang dimurkai-Nya, jalan yang dibenci oleh-Nya ?

Baca Postingan lainnya di sini.

Apa komentarmu tentang postingan ini?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s