Ishfah Seven

Semangat dan Mimpi

Rahasia

Leave a comment

Ali Bin Abi Thalib berkata :

“Rahasiamu adalah tawananmu, tetapi apabila kamu telah membukanya maka kamu adalah tawanannya.”

Seorang tawanan tak bisa pergi kemana-mana. Terkurung kaku di dalam penjara kecil, berjejalan, diselimuti tabir gelap yang mencekam. Ia hanya bisa duduk, diam, berlalu-lalang di ruangan yang sempit, membuatnya frustasi, was-was dan tak pernah bisa tenang.

Sedangkan sipir atau penjaga penjara ibarat majikan yang berkuasa. Pemegang kunci sekaligus kendali penjara. Ia berwenang penuh menjaga dan mengawasi semua tawanan. Memastikan mereka tidak pergi kemana pun. Karena jika para tawanan kabur maka ia akan kerepotan, membuatnya berada dalam masalah dan bisa jadi giliran ia yang merasa was-was karena bisa saja ia dipecat oleh atasannya karena tidak bertanggung jawab atas kaburnya para tawanan.

Sama halnya dengan rahasia. Rahasia adalah sesuatu hal atau informasi yang disembunyikan. Hanya diketahui oleh satu, dua atau banyak orang (organisasi) yang tidak menginginkan informasi itu diketahui oleh orang lain. Si pemilik rahasia menyimpannya baik-baik, mengurungnya lalu menguncinya rapat-rapat. Ia tidak ingin rahasianya tersebar. Karena ia tahu jika rahasianya tersebar maka giliran ia yang tertawan, tidak punya kebebasan, segala sesuatunya terhalang dan langkahnya menjadi pendek, tak panjang lagi.

Sebagai contoh, ada seorang pencuri yang sering melakukan aksinya di suatu daerah. Lama sekali ia menutupi dirinya sebagai pencuri. Suatu hari ia tertangkap basah sedang mencuri. Warga yang melihat aksinya bergegas mengejarnya. Tapi si pencuri berhasil meloloskan diri. Warga yang mengejar si pencuri mengenali jati diri si pencuri. Ia pun menyebar berita kepada warga lain bahwa pencuri itu adalah si A. Berita pun tersebar dengan cepat sampai terdengar ke daerah sebelah. Si A yang mengetahui hal ini merasa ketakutan. Ia dihinggapi berbagai macam perasaan. Saat orang mencibirnya sebagai pencuri ia seperti tertawan di penjara buatannya sendiri.

Di dalam kehidupan selalu ada dua sisi. Begitu juga dengan rahasia. Ada rahasia yang baik dan rahasia tidak baik. Tergantung dari si pemegang rahasia. Menjadi baik apabila rahasia itu dipegang oleh orang yang tepat, di saat yang tepat dan di tempat yang tepat. Ia menyimpannya untuk kemaslahatan atau kebaikan banyak orang. Misalnya rahasia negara. Rahasia tidak baik adalah kebalikannya.

Tapi ada Dzat yang Maha Mengetahui. Rahasia apa pun Ia tahu. Bahkan apa yang kita pikirkan dan kita niatkan Ia sudah mengetahuinya. Dialah Allah Yang Maha Mengetahui. Tak ada satu makhluk pun yang luput dari pengawasannya. Bahkan semut hitam yang sedang berjalan di batu berwarna hitam di hutan yang rimbun di malam yang gelap gulita pun, Ia mengetahuinya.

Jadi, jika kamu ingin menyimpan rahasia maka simpanlah dengan rapi dan baik dengan syarat rahasia itu untuk kebaikan, dilakukan dengan baik dan dengan cara yang baik pula tanpa mengacuhkan Dia yang selalu mengawasi. Sekali lagi, Kawan. Rahasiamu adalah tawananmu, apabila kamu telah membukanya maka kamu adalah tawanannya.

Baca Postingan lainnya di sini.

Apa komentarmu tentang postingan ini?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s