Ishfah Seven

Semangat dan Mimpi

Malu dan Iman

Rasulullah bersabda:

“Rasa malu dan iman adalah dua tanduk yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain, karena apabila salah satunya lepas, maka yang lainnya juga akan ikut lepas”.

Manusia harus mempunyai rasa malu. Jika tidak maka ia akan sama dengan kera atau hewan lainnya yang tidak tahu  malu karena mereka memang benar-benar tidak tahu apa itu rasa malu. Mungkin jika mereka bisa bicara mereka akan berkata, “Malu? Apa itu? Apa jenis makanan baru?”

Lihatlah dirimu dalam cermin. Apa kamu seperti mereka yang tidak tahu malu atau kamu mirip manusia atau kamu memang benar manusia?

“Kenapa hal ini mesti ditanyakan. Jelas-jelas aku ini manusia”.

Mungkin sebagian orang akan berkata demikian. Tapi maksud dari semua itu adalah jika memang benar kamu manusia kamu mesti punya rasa malu. Lantas kenapa kamu banyak melakukan hal-hal di luar ajaran agama, moral, etika dan aturan agama? Kemudian kamu juga mesti mempunyai iman. Iman kepada Allah, para Rasul-nya, para Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Hari Kiamat serta Qodho dan Qodar-Nya.

Salah satu realisasi iman adalah dengan menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Coba renungkan, kawan. Sampai saat ini  sudah seberapa kuat iman kamu, seberapa besar rasa malumu terhadap perbuatan-perbuatanmu yang memalukan itu dan seberapa hebat niat kamu untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi ? Jawablah, Kawan. Untuk kebaikanmu di kemudian hari. Dan tetaplah mempunyai ‘dua tanduk’ ini agar kamu bisa selamat di dunia serta di akhirat kelak dan bisa bertemu dengan Allah Ajja Wa Jalla. Amin.

Temukan keindahan Pearl di sini.

Advertisements

Comments are closed.