Ishfah Seven

Semangat dan Mimpi

Malu Sebagai Busana

Leave a comment

“Apabila seseorang telah menjadikan rasa malu sebagai busana, maka aibnya niscaya tidak akan terlihat”.

Rasa malu itu penting dan dibutuhkan. Bukan saja karena rasa malu sebagian dari iman tapi mempunyai rasa malu menandakan bahwa kita ini manusia yang berbudi luhur dan berakhlak mulia. Jadi, apabila seseorang sudah membiasakan diri untuk malu misalnya malu berbuat kejahatan, malu karena melakukan hal yang tidak sopan, malu karena berbuat asusila atau malu atas pujian atau sanjungan dari orang lain sebagai tanda ia rendah hati, seakan malu sudah seperti pakaian atau busana sehari-harinya maka aibnya atau kejelekan-kejelekannya tidak akan terlihat karena ditutupi oleh rasa malunya.

Sebagai contoh, ada seseorang yang berjalan di tengah keramaian tanpa mengenakan pakaian. Jika ia tidak punya rasa malu ia merasa santai saja tanpa mengetahui bahwa yang ia lakukan adalah hal yag tidak terpuji dan menjadikan itu sebagai aib yang buruk baginya. Namun, jika seseorang mempunyai rasa malu, ia akan lebih berhati-hati dalam melakukan segala hal. Dan jika ia mempunyai aib pun bisa ia tutupi dengan rapi.

Implementasi yang lebih luas adalah malu karena Allah. Malu berbuat semua hal yang dilarang oleh-Nya. Karena Allah sudah teramat baik kepada kita. Ia menganugerahi kita dengan  nikmat yang sangat banyak. Kita harus malu berbuat hal yang buruk, karena Allah selalu ada. Allah ada bersama kita, melihat kita dan mengawasi semua yang kita lakukan di dunia.

Temukan keindahan Pearl di sini.

Apa komentarmu tentang postingan ini?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s