Ishfah Seven

Semangat dan Mimpi

MIMPIKAH AKU

Leave a comment

Aku berjalan melewati segala medan

Berharap temukan arah dan tempat tujuan

Aku bimbang kemana lagi harus berjalan

Hingga malam menyambutku datang

.

Kulihat cahaya di tengah kegelapan

Kudekati dan semakin kudekati

Ternyata itu adalah pelita yang dibawa seorang dara jelita

.

Dia cantik bersinar bak pelita yang ia bawa

Ia berikan pelita tanpa berkata

Ia hanya tersenyum simpul memesona

.

Belum rembang petang

Namun gelantung awan membuat langit suram

Belum sempat terlihat bintang

Namun hujan membuatnya enggan datang

Belum puas ia kupandang

Namun cepat ia berlalu, membisu kemudian menghilang

.

Selepas itu demam dahsyat menyerang

Sesuatu yang tak biasa bagiku

Getar-getar jiwa terasa begitu kencang

Dag dig dug hati berdegup

Terbayang wajahnya, terlintas senyumnya, terpatri jiwa indahnya

Taman khayalku tak lagi sepi

Sejak ia datang mengunjungi

.

Sejenak aku berpikir

Inikah rasanya cinta sejati

Cinta pada jumpa pertama

Akankah aku bertemu dengannya kembali

Tuk ungkapkan gejolak jiwa

Yang ingin membuncah dari dalam dada

.

Aku pun bangun berdiri, berlari mencari si dambaan hati

Setiap tempat kudatangi, setiap hari ia kucari

Jutaan detik telah dilalui. ribuan mil telah dijajaki

Aku hanya bisa pasrah diri

Tapi naluri dan kata hati mendukung tuk tetap semangat kembali

Dan tidak berhenti mencari

.

Kakiku terus melangkah

Sampai lelah menjadi teman seperjalanan

Saat kutundukkan kepala, kurebahkan badan

Kudengar suara jiwa

Ia memanggilku terus dan terus

Kudongakkan kepala dan sungguh tak percaya

Itu dia ! Akhirnya kulihat dia ! Ya kulihat dia !

Aku berhasil menemukannya !

.

Aku berlari menghampiri

Lalu kusapa tapi ia beranjak pergi

Kukejar ia berlari, aku diam ia berhenti

Aku terpesona melihat parasnya

Melihat senyum manisnya

Bibirku kaku, beku dan terpaku

Hanya hatiku yang berani berbicara

‘Indah nian kau tercipta

Kau sungguh anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa

.

Kududuk lebih dekat dan merapat

Semakin kencang hati ini berdenyut

Sungguh tertegun aku dibuatnya

Aku masih terdiam

Lama sekali aku terdiam

Ia terus saja memandang, aku pun demikian

Ingin sekali aku berbicara

Tapi tetap ku tak bisa

.

Aku pun terdiam lagi dan terdiam

Lebih lama…. Sangat lama…. Entah berapa lama…

Aku kumpulkan semua semangat dari dalam dada

Kubulatkan tekad lalu kurangkai kata

“Waha dara jelita, engkau sungguh indah

Wajahmu bersinar terang

Terpancar dari dasar hatimu yang bersih

Adakah ruang di hatimu?

Pernahkah ada yang mengisinya?

Wahai Bidadari yang cantik,

Maukah kau kutemani terbang sampan khayangan?

.

Wahai mutiara yang berharga,

Bolehkah kau kujaga?

Wahai penyejuk mata.

Bolehkah kau kucinta?”

Mataku masih tertuju kepadanya

Kemudian ia memandangku dengan sempurna

Dan berkata,

“Aku adalah impianmu, akulah bidadarimu,

Aku adalah mutiara hatimu, Akulah penyejuk matamu

Aku adalah kamu, jiwaku akan menyatu dengan jiwamu

Karena kau adalah dambaan hatiku”

Tak kusangka, sungguh tak ku sangka

Ia membuatku sangat bahagia

Aku bersyukur tiada terkira

Kugenggam tangan lembutnya

Dan aku hanya bisa berkata

“Mimpikah aku….?”

Puisi Cinta lainnya ada di sini.

Apa komentarmu tentang postingan ini?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s