Ishfah Seven

Semangat dan Mimpi

Malas

Leave a comment

“Malas, tidak ada dalam kamus Sang Juara.”

Setiap orang tentu ingin menjadi seorang juara di bidangnya masing-masing. Seorang siswa ingin menjadi juara di kelasnya. Seorang petani ingin menjadi petani yang berkualitas dan menjadi nomor satu. Seorang pedagang ingin menjadi pedagang yang hebat dan terkenal. Seorang guru ingin menjadi pengajar yang paling baik. Seorang pembalap ingin menjadi yang terdepan dan mendapatkan piala. Seorang musisi ingin menjadi musisi terhebat dan lain sebagainya. Untuk mencapai sebuah cita-cita atau tujuan seseorang harus bekerja keras untuk mendapatkannya karena untuk mendapatkan sesuatu itu tidaklah mudah. Harus ada usaha maksimal untuk meraihnya sehingga menjadi sebuah keberhasilan. Keberhasilan tidak bisa diraih dengan rasa malas melainkan dengan rajin. Jika seseorang mempunyai rasa malas maka ia tidak akan pernah menjadi Sang Juara karena di dalam kamus Sang Juara tidak terdapat rasa malas. Rasa malas hanya terdapat di dalam kamus Sang Pecundang.

Untuk mengatasi rasa malas memang tidak mudah. Tergantung seberapa siap seseorang untuk mengendalikan rasa malas tersebut. Apalagi jika rasa malas itu telah menjadi sebuah kebiasaan. Ini merupakan sesuatu yang berat tetapi seperti yang kita ketahui bahwa bersama kesulitan ada kemudahan. Jika kita merasa sulit sekali untuk membiasakan diri agar tidak malas maka kemudahan akan menyertai kita tetapi dengan syarat jika hanya jika kita mau berusaha dengan keras agar tidak malas.
Berikut ini adalah beberapa tips agar kita bisa membunuh rasa malas.

1.    Bersihkan diri

Membersihkan diri bisa dengan cara mencuci muka, berwudhu atau jika memungkinkan dengan mandi. Rasa malas adalah sifat dari setan selain sombong. Setan diciptakan dari api. Untuk memadamkan api kita siram dengan air. Jika malas sedang menghinggapi diri, segeralah mencari air dan segarkan diri kita untuk kembali beraktifitas lagi.

2.    Buka Semangat Baru

Lakukanlah hal yang bisa membuka semangat baru seperti menonton acara komedi, bermain game atau hanya sekedar mengobrol dengan teman. Setelah gairah atau semangat kembali segeralah beraktifitas lagi.

3.    Kembali Ke Awal

Jika rasa malas sedang datang, berpikirlah tentang tujuan awal. Misalnya, jika seorang mahasiswa malas untuk kuliah dan malas mengerjakan tugas-tugas kuliah maka ia harus merenung kembali pada saat sebelum masuk kuliah. Berapa banyak biaya yang dikeluarkan oleh orang tua untuk menyekolahkan ia sampai ke perguruan tinggi, seberapa besar pengorbanan mereka untuk anaknya tercinta. Selain itu berpikirlah tentang diri sendiri. Masa depan ditentukan dari apa yang dikerjakan saat ini. Jika ingin mendapat gelar doktor ia harus lulus S3, lulus S2, lulus S1. Jika mau lulus S1 ia harus belajar serius. Jika masih malas-malasan maka impian mendapat gelar doktor sirna sudah. Dan ingatlah orang tua. Apa tega seorang mahasiswa mengecewakan orang tuanya selain mengecewakan diri sendiri. Jika masih mau bermalas-malasan sebaiknya tidak perlu kuliah sejak awal. Uang kuliahnya lebih baik digunakan untuk hal yang lebih berguna di kampung halaman orang tua daripada melihat anaknya hanya tertunduk malu menangisi kegagalannya. Tapi tentu saja bukan itu yang diinginkan seorang mahasiswa. Oleh karena itu, Ia harus membuktikan pada dirinya sendiri dan kepada orang tuanya bahwa ia bisa menyelesaikan kuliahnya dan menjadi seorang sarjana yang berhasil.

Terakhir, nasihat sederhana untuk orang yang malas adalah JANGAN MALAS !

Kenali sifat manusia di sini.

Apa komentarmu tentang postingan ini?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s