Ishfah Seven

Semangat dan Mimpi

Cerita Cinta

Leave a comment

“Betapa cinta itu berarti besar bagi kita semua.”

Cinta adalah kumpulan dari lima huruf yang membentuk sebuah kata. C. I. N. T. A = Cinta. Cinta memiliki banyak arti dan makna. Bagi setiap orang, cinta bisa memiliki arti tersendiri tergantung dari apa yang sudah ia alami. Cinta itu indah, cinta itu senang, cinta itu buta, cinta itu uang, cinta itu nafsu, cinta itu menyakitkan dan lain sebagainya. Membahas cinta tidak akan pernah ada habisnya karena cinta memiliki arti yang sangat luas.

Secara umum, cinta bisa dibedakan menjadi tiga tingkatan, yaitu :

1. Cinta kepada Allah

Cinta kepada Allah adalah bentuk kecintaan tertinggi seorang manusia kepada Tuhannya. Bentuk kecintaan manusia diwujudkan dengan taqwa yaitu menjalankan semua peritah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya. Salah satu bagian dari taqwa adalah terpeliharanya iman. Bagi muslim ada enam rukun iman yang harus ia yakini.

2. Cinta sesama manusia

Cinta sesama manusia begitu luas seperti cinta orang tua kepada anaknya, anak kepada orang tuanya, cinta suami kepada istrinya, istri kepada suaminya dan lain sebagainya.

3. Cinta terhadap lingkungan

Cinta terhadap lingkungan seperti cinta hewan, tumbuhan dan alam sekitar kita. Bentuk kecintaannya seperti memberi makan hewan, merawat tumbuhan dan memelihara kelestarian alam sekitar.

Ada sebuah cerita tentang cinta. Cinta seorang pria kepada wanita.

Namanya Diaz. Tubuhnya tinggi tegap dan berwajah tampan. Ia selalu berpakaian rapi ke sekolah. Ia rajin dan pandai. Di kelas ia akrab dengan semua temannya. Ia sopan sekaligus humoris. Tak ada teman yang tidak menyukainya. Dan ada satu teman yang ia sukai melebihi pertemanannya dengan yang lain. Namanya Airin. Ia cantik, pemalu dan bintang di kelasnya. Jika berbicara dengan Airin, hatinya selalu berdegup kencang. Matanya tak bisa berpaling darinya. Pandangannya lurus mengarah ke wajah cantik di depannya. Bersama Airin, ia seperti orang yang kena sihir. Diaz tidak seenerjik dengan teman lainnya. Ia akan lebih tenang dan menjaga sikap di depan Airin. Jika Airin memintanya suatu bantuan maka tanpa menunggu lama ia akan mengiyakannya dan berusaha melakukan apa yang Airin minta. Dan jika Airin mengatakan ‘Terima Kasih’ disertai dengan senyumnya yang menawan, maka itu sudah cukup bagi Diaz untuk membayar apa yang telah ia lakukan. Melihat Airin senyum bahagia, Diaz pun ikut bahagia.

Kini ia sedang duduk di sebuah taman sekolah tempat para siswa menghabiskan waktu istirahat selain berkumpul di kantin. Diaz sedang mengamati Airin tepat di seberang ia duduk. Airin sedang berkumpul dengan teman perempuan lain. Mereka asyik bercanda-ria satu sama lain. Hari ini Diaz berencana untuk mengungkapkan perasaannya kepada Airin. Ia menguatkan hati, Ia mengatur nafasnya, mengepalkan tangannya dan berdoa dalam hatinya. Setelah merasa siap Diaz berjalan menghampiri Airin.

Teman Airin yang lain melihat Diaz menghampiri mereka. Dan mereka tahu mereka harus pergi karena mengerti apa yang Diaz inginkan. Dengan strategi mundur teratur akhirnya mereka meninggalkan Airin dan Diaz di taman itu. Waktu terasa berhenti ketika Diaz berada di depan Airin. Semilir angin menyejukkan suasana hatinya yang tidak menentu sejak tadi, jantung berdenyut lebih kencang dan tangannya terasa lebih dingin. Diaz memberanikan diri duduk berhadapan dengan Airin. Setelah menyapanya, Diaz mulai berkata.

“Airin, kau tahu, setiap hari kita selalu bersama. Kita saling membantu dalam pelajaran, Kau ajari aku fisika. Aku ajari kamu kimia. Kita juga saling bertukar makan siang saat belajar ekstra untuk ujian negara. Kau selalu tertawa jika aku bercanda dan itu membuatku bahagia walaupun kita juga sering bertengkar mempertahankan argumen kita, kau memang keras kepala sama sepertiku, Airin, Kau tidak pernah mau kalah atau mengalah dalam hal prinsip atau sesuatu yang kau yakini.”

Airin melihat Diaz dengan seksama. Ia mendengarkan setiap kata yang Diaz ucapkan.

“Tapi, selama aku mengenalmu kita tidak pernah membicarakan masalah yang bersifat pribadi, seperti masalah cinta. Aku tahu kau memang pemalu. Kau hanya akan bicara pada temanmu yang lain seperti kepada Reina atau Marsha. Karena itu saat ini aku yang akan memulai pembicaraan mengenai masalah cinta.

Seperti yang kita ketahui setiap manusia memiliki pasangan yang ditakdirkan untuk menemaninya menjalani hidup ini. Ada banyak cerita cinta seperti Adam dan Hawa, Rama dan Shinta serta Sami’un dan Laila. Semuanya memiliki kisahnya sendiri. Sama seperti kita, Airin. Kita adalah remaja yang hidup berbeda zaman dengan mereka tapi cinta yang kita punya bisa saja sama atau bahkan melebihi mereka. Siapa yang tahu.

Hari ini aku ada disini, saat ini aku datang untuk mengungkapkan perasaanku padamu. Sejak aku mengenalmu saat perkenalan siswa kelas tiga, aku sudah naksir kamu. Bagiku kau adalah bidadari yang bermata jeli, berwajah cantik alami, senyum indah yang menawan hati dan dengan kelemahlembutanmu yang memikat jiwa ini. Dalam pikiranku tak ada yang seindah dirimu, kau adalah penyejuk hatiku, pengobat rinduku, penenang jiwaku. Aku mungkin terlihat gila di depanmu. Tapi itu tak apa bagiku jika aku gila karena cinta kepadamu, Airin.

Kau telah mengajariku banyak hal tentang cinta walaupun itu tidak secara langsung. Kau mengajariku bagaimana kita sebagai manusia harus bisa simpati dan empati kepada siapapun. Aku lihat itu setiap kali aku, kamu dan teman yang lain main bersama. Kau selalu memberikan uang kepada pengemis, anak jalanan, pengamen, sedang banyak dari kita termasuk aku yang seringkali mengacuhkan orang pinggiran itu. Aku juga pernah lihat kamu memberi makan anjing yang hampir mati karena kelaparan dan kedinginan di malam saat kita pulang dari ulang tahun Rangga.

Kau juga mengajariku cara mensyukuri hidup ini. Aku masih ingat saat kau menamparku karena aku menangis terus-menerus karena kehilangan bapakku tercinta. Kau berkata aku harus hidup untuk diriku dan hidup untuk meneruskan impian bapakku yang ia titipkan padaku, bapak ingin aku menjadi laki-laki yang kuat dan sukses dan untuk menggapai mimpi itu aku harus hidup. Tamparanmu memang tidak keras tapi cukup kuat untuk menyentuh hatiku dan menyadarkanku akan arti sebuah kehidupan.

Dan satu hal lagi, kau adalah orang ketiga setelah orangtuaku yang tidak bisa aku bohongi. Di depanmu entah kenapa aku tak bisa mengatakan suatu kebohongan. Aku ingat sebuah pepatah yang berbunyi, ‘Jika kamu mencintai seseorang, cintailah ia setulus hati dan dengan menjunjung tinggi kejujuran karena jika kamu tidak bisa jujur kepadanya bagaimana bisa kamu mencintainya’.

Sejak mengenalmu hidupku teras lebih hidup. Terasa punya makna. Airin, Airin, kata terakhir yang akan aku ucapkan padamu. Airin……., aku….,aku…., AKU CINTA KAMU, AIRIN….! Airin terimalah cintaku ini.”

Mendengar semua yang dikatakan Diaz terhadap dirinya ia kaget dan tidak percaya. Airin berdiri kemudian ia lari. Sedangkan Diaz hanya menatapnya dari kejauhan. Diaz tidak tahu kenapa tiba-tiba ia pergi. Diaz berpikir ada kata yang ia ucapkan yang membuatnya marah kemudian lari meninggalkannya. Diaz hanya berdiri mematung. Kaku dan kaku.

Halaman Berikutnya >>

Apa komentarmu tentang postingan ini?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s