Ishfah Seven

Semangat dan Mimpi

Kematian

Leave a comment

“Jangan takut akan kematian. Tapi takutlah jika kamu mati dalam kekufuran. Naudzubillahi min dzalik. Semoga Allah senantiasa melindungimu dari semua kesesatan. Laa Ilaaha Illallah, Muhammadur Rasulullah.”

Kematian adalah sebuah hal yang misterius. Ia bisa datang kapan saja tanpa ada yang bisa  menduganya. Tak ada yang bisa lari darinya. Kematian adalah bagian dari takdir seseorang. Kematian tidak bisa dipercepat atau diperlambat. Yang bisa kita lakukan adalah bagaimana mempersiapkan diri untuk menghadapinya. Hal paling utama untuk orang muslim adalah sholat dan senantiasa mengerjakan apa yang diperintahkan oleh ajaran islam.

Bicara mengenai kematian, setiap hari kita telah mati dan hidup berulang kali. Apakah benar seperti itu? Setiap hari manusia tidur setelah aktifitasnya seharian kemudian ia bangun pada pagi harinya. Seorang muslim biasa membaca doa sebelum dan sesudah tidur. Dengan mengkaji doa tersebut kita dapat memahami artinya.

 

Doa Sebelum Tidur

BISMIKA ALLOHUMA AHYAA WA BISMIKA AMUUT
Artinya :

“Dengan nama-Mu Ya Allah aku hidup dan dengan nama-Mu pula aku mati”.

Dari doa ini seorang muslim mengimani bahwa Allah SWT adalah Tuhan yang bisa menghidupkan dan mematikan seseorang. Sebelum ia tidur ia mengingat bahwa hanya Allah yang bisa menentukan takdirnya apakah ia akan hidup kembali dengan bangun setelah tidur atau ia tetap tidur dan tidak bangun kembali (mati).

Doa Bangun Tidur

ALHAMDULILLAAHILLADZI AHYANAA BA’DA MAA
AMAATANA WAILAIHIN NUSYUUR

Artinya :

“Segala Puji bagi Allah yang telah menghidupkan (membangunkan) kami kembali sesudah kami mati (tidur) dan kepada-Nyalah kami kembali”.

Dari doa ini seorang muslim memuji kebesaran Allah yang telah membangunkannya dari tidur kemudian ia mengimani bahwa hanya kepada Allah ia akan kembali. Kembali artinya ia mati dalam arti yang sebenarnya.

Mari kita sama-sama renungkan, sudah berapa kalikah kita diberi kesempatan oleh Allah untuk memperbaiki diri? Setelah berulang-kali melakukan dosa kita diberi berulang-kali kesempatan untuk menebusnya dengan amal kebaikan. Apakah kita menggunakan kesempatan ini dengan baik atau malah mengabaikannya? Bagaimana jika malam nanti kita tidur lalu tidak bangun kembali? Apakah kehidupan kita sudah cukup sampai di sini? Tentu tidak. Seorang muslim mengimani kehidupan setelah kematian yaitu hari akhirat. Di sanalah kehidupan sesunguhnya terjadi. Hanya ada dua pilihan. Surga dan Neraka. Untuk masuk surga atau neraka bagi seseorang ditentukan oleh amal yang ia kerjakan ketika ia hidup di dunia.

Jadi kematian adalah jembatan antara kehidupan di dunia dan akhirat. Semua manusia pasti akan mati. Dan dalam kematian sendiri terdapat dua jenis yaitu ia mati dalam keadaan baik dengan menyebut kalimat syahadat. Hal ini disebut dengan Husnul Khatimah atau Penutup Yang Baik. Jenis yang kedua adalah mati dalam keadaan tidak baik yaitu dengan hati yang kufur atau tidak mengimani Allah sebagai Tuhan. Hal ini disebut Su’ul Khatimah atau Penutup Yang Buruk.

Setelah mengetahui hal ini apa yang akan kau lakukan, Kawan?

Baca Postingan lainnya di sini.

Apa komentarmu tentang postingan ini?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s