Ishfah Seven

Semangat dan Mimpi

Respon Negatif

Leave a comment

“Tidak merespon atau mengacuhkan seseorang lebih menyakitkan baginya daripada respon negatif yang diperlihatkan padanya.”

Menurut Sarlito (1987), setiap tingkah laku pada hakekatnya merupakan tanggapan/balasan (respon) terhadap stimulus. Pendapat selaras diungkap oleh Mar’at (1984) yang menyatakan bahwa respon merupakan reaksi akibat penerimaan stimulus, dimana stimulus adalah berita, pengetahuan, informasi, sebelum diproses atau diterima oleh inderanya. Individu manusia berperan sebagai unsur pengendali antara stimulus dan respon, sehingga yang menentukan bentuk respon individu terhadap stimulus adalah stimulus dan faktor individu itu sendiri (Miftah Toha, 1988).

Menurut Berlo1960 (dalam Reza Yogaswara), merumuskan respon sebagai sesuatu yang dikerjakan oleh seseorang sebagai hasil atau akibat menerima stimulus. Stimulus tersebut merupakan sesuatu yang dapat diterima oleh seseorang melalui salah satu penginderanya. Respon digolongkan menjadi dua jenis yaitu respon yang tidak nampak (covert response) dan respon yang nampak (covert response). Respon yang tidak nampak diwujudkan oleh seseorang ke dalam aspek kognisi (pengetahuan) dan afeksi (sikap). Respon yang nampak diwujudkan ke dalam aspek psikomotorik (tingkah laku). Antara respon yang nampak dan respon yang tidak nampak terdapat suatu keterkaitan, namun hubungan tersebut ada yang selaras dan ada yang tidak selaras. Selaras artinya sistem kognitif dan komponen efektif mempunyai sifat yang sama di semua seginya maka timbullah keadaan yang selaras dengan psikomotorik dan tidak ada dorongan untuk berubah, sedangkan tidak selaras artinya sistem kognitif dan komponen efektif itu mempunyai segi-segi yang tidak bisa berjalan bersama-sama, maka terjadilah ketidakselarasan dan timbulah tekanan yang mendorong untuk mengubah sistem kognitif sedemikian rupa sehingga tercapainya keadaan selaras (Sarlito,1987). SUMBER

Secara sederhana respon dapat diartikan sebagai reaksi dari sebuah aksi. Seseorang bernama A merespon baik ucapan dari temannya bernama B yang berkata, “A, aku senang dengan kinerjamu.” A meresponnya dengan tersenyum kemudian menjabat tangan B. Respon dari A bisa saja berbeda atau kebalikan dari respon sebelumnya. Jika B melihat kinerja A dalam bekerja kurang baik dan B malah mengejek dan memaki-maki A, maka kemungkinan respon dari A adalah marah-marah dan balik membencinya.

Negative Response

Adapun makna dari kalimat Tidak merespon atau mengacuhkan seseorang lebih menyakitkan baginya daripada respon negatif yang diperlihatkan padanya, dapat diartikan respon negatif (seperti marah, jengkel, kesal, kecewa, sakit hati, cemberut dan lain-lain) terasa lebih baik daripada diacuhkan. Misalnya, jika Rudy (bukan nama sebenarnya) kesal kepada Sammy (bukan nama sebenarnya), maka Rudy akan menampakkan sikap tidak suka kepada Sammy dengan cemberut, memalingkan muka, bicara hanya jika Sammy yang bertanya kepadanya, membicarakan kejelakan Sammy kepada teman-temannya yang lain dan sikap jelek lainnya. Dengan sikap seperti itu Sammy akan sakit hati tapi ia masih merasa ada hubungan dengan Rudy. Jika bertemu di kantor, Rudy hanya akan menjawab ‘Hai’ jika dia menyapanya terlebih dahulu. Namun jika Rudy mengacuhkan Sammy, tidak menjawab jika ditanya, tidak mengatakan apa yang tidak ia suka kepada Sammy. Intinya Rudy menganggap Sammy tidak ada, maka hal itu akan jauh lebih menyakitkan bagi Sammy.

Setiap hal yang kita lakukan dapat direspon berbeda oleh orang lain. Mungkin untuk sebagian orang apa yang kita lakukan dinilai wajar. Namun untuk sebagian lagi mungkin hal yang kita lakukan kurang baik menurut mereka. Jadi alangkah lebih baiknya sebelum kita akan melakukan sesuatu, baik dalam berucap atau tingkah laku, kita berpikir terlebih dahulu apakah hal yang akan kita lakukan adalah hal yang baik, apakah jika saya melakukan ini akan ada akibat di kemudian hari atau apakah hal ini yang benar-benar yang ingin saya lakukan. Setelah semua dipikir secara matang apa yang akan kita lakukan maka langkah selanjutnya adalah segera melakukan hal yang ingin kamu lakukan itu.

Baca Postingan lainnya di sini.

Apa komentarmu tentang postingan ini?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s