Ishfah Seven

Semangat dan Mimpi

Chapter 4 – Amnesia

Leave a comment

Tokoh : AL

Sedikit demi sedikit ingatanku sudah mulai kembali. Benturan keras di kepala ketika aku terjatuh di Nailreb River membuatku mengalami amnesia. Untungnya itu tidak berlangsung lama. Sekarang aku sudah mengingat semuanya dan bisa mengontrol kembali kekuatanku. 

 “Kak kemarin kau hebat sekali ! Kau bisa mengalahkan preman-preman itu.”

Rega memuji aksiku saat menghajar preman pasar kemarin sore. Aku hanya tersenyum kepadanya. Ada perasaan bangga sekaligus bahagia karena aku bisa membantu adik kecilku yang baru.

 “Bagaimana kau bisa melakukannya, Kak?”

 “Tentu saja aku bisa, Rega. Aku adalah manusia air. Aku bisa mengendalikan semua unsur air.”

 Aku berdiri di hadapan Rega. Aku melakukan sedikit demonstrasi. Aku jentikkan ibu jari tangan kananku dan PHAW…! keajaiban pun terjadi. Air keluar dari jariku seperti air mancur.

 “Kerennnn…! Tunjukkin aksi lainnya dong, Kak !”

 Rega terlihat sangat senang. Aku lakukan trik yang lain. Aku bekukan air yang menyembur dari jari tanganku dan aku bentuk seperti seekor elang yang sedang terbang. Mata Rega semakin berbinar melihat pahatan elang es buatanku..

 Rega mengambil elang es-nya. Dia mengangkatnya ke udara dan memain-mainkannya. “Darimana kau mendapatkan kekuatan ini?”

 Rega sangat penasaran. Anak kecil itu sekarang menjelma seperti seorang wartawan.

 “Aku pemakai Belt of Heaven Rock, Rega !”

 “Sabuk mistis itu?”

 Aku mengangguk.

 “Apa kakak tahu konsekuensinya?”

 “Tentu saja aku tahu. Seorang pria harus berani mengambil resiko dalam hidupnya dan aku adalah seorang ksatria. Bahaya adalah nama tengahku. Haha….Dan aku bertekad akan menjelajahi Tujuh Kerajaan Dunia.”

 Rega terkejut mendengar jawabanku. Ia mendekatiku. Tatapan polosnya tepat mengarah ke mataku.

 “Jangan bilang kakak mau mencari pusaka itu?”

 “Ya, aku akan mencarinya.”

 Rega tambah terkejut.

 “Aku pernah mendengar cerita tentang orang-orang yang pergi ke Tujuh Kerajaan Dunia dan mereka tidak pernah kembali.”

 “Kau tak usah khawatir. Kakak ini orang kuat. Kakak akan mencari ksatria lain agar bisa bersama-sama membangun dunia yang damai.”

Ketika kami sedang berbicara, banyak orang berbondong-bondong pergi ke arah utara. Rega memberitahuku hari ini ada pertarungan di Fighter Fighter Kota Rusty. Kota Rusty adalah kota yang bersebelahan dengan Kota Nicnic yang dipisahkan oleh Nailreb River.

 “Hari ini akan menjadi pertarungan yang seru. Kim akan menantang Si Tinju Batu.”

 Samar-samar kudengar orang-orang membicarakan pertarungan hari ini.

 “Kim adalah orang terkuat dari Lembah Atlas dan dia akan menantang juara bertahan di Fighter Fighter.”

 “Siapa Si Tinju Batu itu?”

 “Kakak tidak tahu? Dia seorang petarung tangguh dan kuat di Kota Rusty. Aku dan papa pernah melihatnya bertarung di arena. Dia hebat sekali.”

 “Oya? Sekuat apa dia?”

 “Tinjunya sekeras batu. Pukulannya sering membuat KO lawannya bahkan dalam sekali pukul. Dialah Si Tinju Batu.”

 “Kurasa aku harus melihat langsung aksinya. Aku punya feeling yang bagus tentang hal ini.”

 “Dia seorang yang sangat keras kepala, kak!”

 “Hmm..aku tahu siapa orang yang paling keras kepala sedunia.”

 “Siapa?”

 “Suatu saat nanti kau akan kuberitahu, Rega. Kapan jadwal pertarungannya?”

 “Jam 4 sore nanti. Sekitar 3 jam lagi, kak!”

 “Oke. Mari kita lihat petarung itu.”

 Aku jadi penasaran dengan Si Tinju Batu. Apakah takdir akan mempertemukanku dengannya atau tidak? Aku akan cari tahu nanti.

Baca cerita selanjutnya —->

Chapter 5 – Roo Versus Tinju Batu

Daftar Isi : First Battle

Apa komentarmu tentang postingan ini?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s