Ishfah Seven

Semangat dan Mimpi

Aslikah Uang Anda ?

Leave a comment

Uang adalah alat pembayaran yang sah. Uang digunakan untuk membeli sesuatu. Dengan memiliki uang seseorang dapat melakukan banyak hal. Orang yang memiliki banyak uang disebut sebagai orang kaya dan orang yang kekurangan uang disebut sebagai orang miskin. Uang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Orang bekerja untuk mencari uang guna menggapai kebahagiaan bersama keluarganya. Uang merupakan bagian yang vital dalam perekonomian sebuah negara. Namun adanya kesenjangan sosial yang terjadi di masyarakat membuat sebuah dinding yang kasat mata antara orang kaya dan miskin. Hal ini menjadi salah satu sebab terjadinya tindak kejahatan seperti pemalsuan uang. Dengan memalsukan uang seseorang bisa mendapatkan keuntungan. Misalnya dia bisa menjual uang palsu sebesar 10 juta dengan harga 2 juta saja atau pelaku sendiri yang menggunakannya untuk membelanjakan barang-barang yang ia suka.

Ada sebuah cerita mengenai uang palsu yang saya alami sendiri. Saat ini saya sedang training kerja di sebuah bank swasta di kota hujan. Pada hari itu saya sedang training sebagai teller yang bertugas menangani transaksi tunai dari nasabah. Untuk mengecek asli atau tidaknya uang, bank kami mengeceknya dengan meraba uang tersebut dan menyinarinya dengan sinar ultraviolet. Jika uang rupiah disinari dengan ultraviolet maka akan terlihat nomor seri uang, nominal uang dan gambar khas yang menyala. Jika uang palsu maka uang kertas itu tidak akan menyala. Teh Tya, teller yang mengajari saya cara menangani transaksi, biasa menghitung uang dengan hanya merabanya karena dia sudah bisa membedakan uang asli dan palsu tanpa menyinarinya. Saya yang hari itu giliran menjadi teller mengikuti apa yang dilakukannya tanpa menyinari. Kas pun ditutup di akhir hari. Namun saat manajer operasional memeriksa uang dari kas teller saya, ternyata ada satu lembar uang kertas palsu nominal 50 ribu rupiah. Alhasil saya dan Teh Tya mengganti uang palsu tersebut. Masing-masing dari kami menggantinya sebesar 25 ribu rupiah. Mau tidak mau kami harus menggantinya. Jika di bank umum terjadi hal seperti ini maka teller tidak perlu menggantinya karena ada uang tunjangan teller. Hal ini menjadi pelajaran yang berharga bagi saya. Saya masih beruntung uang palsunya hanya ada satu lembar dan nominal 50 ribu. Bagaimana jika hari itu uang palsunya ada 10 lembar dengan nominal 100 ribu rupiah? Wah..bisa-bisa gaji saya habis sebagai gantinya.

Nah, berawal dari kejadian itu saya ingin berbagi tentang cara mengenali uang rupiah kepada para pembaca. Saya berharap Anda bisa lebih berhati-hati dalam mengenali uang Anda.

Pasal 20 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagaimana diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2009 memberikan mandat bagi Bank Indonesia untuk mengeluarkan dan mengedarkan Uang Rupiah serta mencabut, menarik dan memusnahkan uang dimaksud dari peredaran.

Dalam rangka menjaga kualitas uang beredar di masyarakat, Bank Indonesia menerapkan kebijakan untuk mengganti/menukar uang tidak layak edar dengan uang yang layak edar. Kebijakan ini bertujuan untuk menjaga Uang Rupiah yang beredar berada dalam kualitas yang baik sehingga mudah dikenali ciri-ciri keasliannya.

Uang

Ciri-ciri Keaslian Uang Rupiah

Uang Rupiah memiliki ciri-ciri berupa tanda-tanda tertentu yang bertujuan mengamankan uang Rupiah dari upaya pemalsuan. Secara umum, ciri-ciri keaslian uang Rupiah dapat dikenali dari unsur pengaman yang tertanam pada bahan uang dan teknik cetak yang digunakan, yaitu :

  1. Tanda Air (Watermark) dan Electrotype
    Pada kertas uang terdapat tanda air berupa gambar yang akan terlihat apabila diterawangkan ke arah cahaya.
  2. Benang Pengaman (Security Thread)
    Ditanam di tengah ketebalan kertas atau terlihat seperti dianyam sehingga tampak sebagai garis melintang dari atas ke bawah, dapat dibuat tidak memendar maupun memendar di bawah sinar ultraviolet dengan satu warna atau beberapa warna.
  3. Cetak Intaglio
    Cetakan yang terasa kasar apabila diraba.
  4. Gambar Saling Isi (Rectoverso)
    Pencetakan suatu ragam bentuk yang menghasilkan cetakan pada bagian muka dan belakang beradu tepat dan saling mengisi jika diterawangkan ke arah cahaya.
  5. Tinta Berubah Warna (Optical Variable Ink)
    Hasil cetak mengkilap (glittering) yang berubah-ubah warnanya bila dilihat dari sudut pandang yang berbeda.
  6. Tulisan Mikro (Micro Text) 
    Tulisan berukuran sangat kecil yang hanya dapat dibaca dengan menggunakan kaca pembesar.
  7. Tinta Tidak Tampak (Invisible Ink)
    Hasil cetak tidak kasat mata yang akan memendar di bawah sinar ultraviolet.
  8. Gambar Tersembunyi (Latent Image)
    Teknik cetak dimana terdapat tulisan tersembunyi yang dapat dilihat dari sudut pandang tertentu.

 

Baca Artikel lainnya di sini.

Apa komentarmu tentang postingan ini?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s