Ishfah Seven

Semangat dan Mimpi

Pengertian

Leave a comment

“Dengan pengertian maka muncullah penghargaan.”

Mengerti merupakan sebuah tindakan seseorang yang mengetahui dan memahami suatu keadaan dan dapat merasakan apa yang terjadi terhadap sesuatu atau seseorang. Sikap saling mengerti diperlukan antar sesama manusia untuk menjalin keharmonisan dan kenyamanan dalam kehidupan sehari-hari.

Ciri-ciri orang yang mengerti dapat dilihat dari bahasa tubuhnya seperti anggukan kepala, mengatakan Saya mengerti, dan melakukan aksinya dengan tangan. Jika seseorang sudah mengerti maka orang lain akan menghargai.

Berikut ini adalah beberapa contoh mengenai mengerti dan menghargai :

  1. Gerald tinggal di rumah kos dekat kantor tempat ia bekerja. Di rumah kos itu terdapat lima kamar. Gerald sangat akrab dengan keempat temannya itu. Jika ada temannya yang sakit, Gerald membantunya dan merawatnya. Jika temannya punya masalah, dia ikut memikirkan dan mencari solusi terbaik. Gerald juga sering membagi makanannya kepada temannya yang belum makan. Sikap Gerald yang mengerti kondisi temannya itu menimbulkan penghargaan dari teman-temannya. Misalnya mereka membantu Gerald jika ada tugas kantornya yang belum selesai dan tidak makan di depan Gerald ketika mereka berpuasa. Dengan sikap saling mengerti di antara teman menimbulkan sikap saling menghargai.
  2. Leo adalah seorang pecandu rokok. Dalam satu hari dia bisa menghabiskan empat bungkus rokok. Walaupun sebagai seorang perokok aktif dia masih punya akal sehat. Leo hanya merokok di kamar rumahnya, di bis atau di kantor yang ada ruangan merokok atau di tempat yang tidak mengganggu orang lain. Leo tidak seperti perokok lainnya yang merokok dengan seenaknya di tempat yang mereka anggap asyik untuk merokok. Leo tahu rokok tidak baik untuk dirinya tapi jika tidak merokok sehari saja, ia sudah seperti orang gila, mencari-cari rokok di semua penjuru rumahnya atau ngacir ke warung Mpok Minah untuk membelinya. Leo punya pikiran seperti ini. “Gue ngerokok karena gue mau dan karena gue udah nyandu. Tapi gue gak akan sembarangan ngerokok di tempat umum, di bis, di angkot, di halte, di terminal, di rumah makan atau di tempat yang bisa ngeganggu orang lain. Gue tau rokok itu berbahaya buat tubuh gue. Sebobrok-bobroknya gue, gue masih inget kata Pak Haji Sadeli, doi bilang merusak diri sendiri dilarang oleh agama dan bisa menjadi dosa. Dosa gue ni udah bejibun banget. Gue gak mau asap rokok gue membuat sesak orang di sekitar gue dan buat mereka gak enak atau ngerusak tubuh mereka. Bisa-bisa dosa gue terus nambah tiap hari. Ogah ah ! Gue ngerokok itu urusan gue. Badan-badan gue ni. Tapi kalo harus buat orang sengsare, eit..tunggu dulu ! Gue gak mau.” Sikap Leo yang mengerti dengan tidak merokok di tempat umum membuat keluarga dan temannya menghargai dia. Bahkan banyak orang yang memuji aksinya. Leo hanya tersenyum melihat reaksi orang-orang kepadanya. Ia teringat kata-kata dari almarhumah emak, “Udin Leonudin, dengerin emak. Lo boleh aje berbuat semau lo, asal lo tau, ngarti ame siap konsekuensinya entar. Kalo lo berbuat dosa, tanggung ama diri lo, jangan ngajak atau ngejerumusin orang jadi berbuat dose. Lo mesti mikir !”

    Respect

    Respect

  3. Hani adalah seorang ibu rumah tangga yang sangat perhatian kepada keluarganya. Dia menyiapkan makanan, pakaian yang bersih dan kenyamanan di rumah kepada suami dan anak-anaknya. Sementara suaminya bekerja di kantor, ia mendidik anak-anaknya di rumah. Menghadapi anak-anak bukanlah perkara mudah tapi tidak sulit. Tergantung dari bagaimana cara seseorang mengatasinya. Diperlukan kesabaran yang ekstra dalam mengurus anak-anak. Namun Hani tetap semangat menjalani kehidupannya. Ia tidak pernah mengeluh sama sekali. Baginya mengeluh adalah sikap seorang yang pengecut. Setiap hari Hani melakukan rutinitasnya sebagai ibu rumah tangga. Hingga suatu hari ibu yang Super Care ini jatuh sakit. Dan semua pekerjaan rumah menjadi terbengkalai. Tapi Imran, sang suami tidak tinggal diam. Dengan kerelaan hati ia mengemban tugas sebagai kepala rumah tangga sekaligus ibu rumah tangga. Pagi-pagi sekali setelah sholat subuh, ia menanak nasi, mencuci pakaian dan menyetrika pakaian hari ini. Kemudian memasak makanan untuk sarapan pagi. Setelah itu menyiapkan kebutuhan si kecil James. Merapikan buku sekolahnya, menyiapkan botol minumannya dan merapikan bajunya. Sementara James makan, Imran menyuapi sang istri Hani di kamarnya. Dengan telaten dan penuh cinta ia merawat sang istri. Hani sempat melarang Imran melakukan tugasnya, namun dengan halus Imran mengatakan bahwa Hani harus istirahat dan membiarkan semua tugasnya diselesaikan oleh Imran. Hani tahu suaminya adalah seorang pekerja yang sibuk di kantornya. Seringkali sebelum Imran berangkat ke kantor, ia sudah ditelpon oleh klien dan bawahannya. Mereka menanyakan banyak hal tentang pekerjaannya. Posisi sebagai General Manager membuat banyak orang bergantung kepadanya. Tapi Hani tahu suami tercintanya itu sangat keras kepala. Imran tidak bisa pergi ke kantor sebelum memastikan istrinya baik-baik saja. Padahal Hani sudah mengatakan ia bisa melakukan pekerjaannya lagi setelah ia istirahat sebentar. Hani merasa kasihan kepada Imran. Setelah semua pekerjaan selesai di pagi hari, Imran harus mengantarkan James ke sekolahnya dan menjemputnya saat ia istirahat kantor. Belum lagi Imran harus jalan berlawanan arah dengan kantornya untuk menuju sekolah James. Dan kemacetan di kota membuat semuanya menjadi sempurna. Tapi Hani tahu, Imran melakukannya karena sayang dan mengerti akan kondisinya sekarang. Sakit anemia yang ia derita sejak awal pernikahan sudah banyak membuat Hani meninggalkan tugasnya sebagai ibu rumah tangga. Hani merasa sangat beruntung mempunyai suami sehebat Imran. Ia bertekad akan mencintai dan hanya akan mencintai Imran sebagai satu-satunya suami. Hani juga tidak akan mengecewakan Imran, Ia akan menjaga hati, badan dan jiwanya dari godaan dan berbakti untuk sang suami. Sikap Imran yang mengerti Hani membuat Imran dihargai dan dicintai lebih dari sebelumnya oleh Hani.

Banyak contoh lain mengenai sikap saling mengerti dan menghargai di kehidupan sehari-hari. Sebagai makhluk sosial, sudah seharusnya kita bisa menanamkan sikap saling mengerti agar bisa menimbulkan sikap menghargai dari orang lain kepada kita. Mulailah hari ini. Lalu perhatikan apa yang terjadi.

Baca postingan lainnya di sini.

Apa komentarmu tentang postingan ini?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s