Ishfah Seven

Semangat dan Mimpi

Chapter 8 – Si Biru Membara

Leave a comment

Tokoh : Evan

Aku bertanya kepada Raw.

“Sebelum kita bertarung aku ingin bertanya. Kemana rekanmu itu pergi? Kemana zombi-zombi itu pergi?”

“Chia…chia…chiahaaa…haha.. kau sungguh menarik ! Kau sepertinya memang mempunyai nyali. Oke anggap saja ini sebagai pemanasan. Akan kuceritakan sedikit rencanaku kepadamu. Lagipula ini bukan membocorkan rahasia. Riff menyuruhku tutup mulut tentang rencana kita tapi apa yang kukatakan kepadamu tidak akan pernah kau katakan kepada orang lain karena kau akan segera mati. Chia…chia…chiahaaa…haha..”

Badanku mulai panas. Badut ini sangat menjengkelkan. Badanku panas dalam arti sesungguhnya. Tapi aku akan mengulur waktu sementara Jimmy mengevakuasi Bos. Aku harus menahan diri sedikit lagi.

“Dengarlah, Riff membawa mereka ke tempat yang lebih banyak orangnya. Kami sedang membentuk pasukan untuk menguasai dunia. Dari semua kota di Jewelry Country ada satu kota dengan penduduk paling banyak.”

Kota mana yang badut gila ini maksud? Apakah Rusty City? Ah.. tidak mungkin. Kota itu memang ramai dengan orang tapi sebagian besar adalah para penonton pertandingan tinju. Penduduk aslinya hanya sedikit. Apakah yang dia maksud adalah Nicnic City? Jika benar di sana maka saudaraku berada dalam bahaya.

“Hey badut, apakah kota yang kau maksud adalah Nicnic City?”

“Chia…chia…chiahaaa…haha.. kau sungguh ingin tahu ya? Tapi tidak apa-apa. Akan kuberitahu. Riff memang membawa mereka ke Nicnic City.”

“Apa yang kau harapkan dari Nicnic City?”

“Chia…chia…chiahaaa…haha.. apa kau tidak mengerti? Di sana ada sebuah perusahaan besar yang mempunyai pegawai yang banyak. Aku dengar pemimpinnya adalah seorang yang korup. Ya anggap saja ini sebagai simbiosis mutualisme, aku butuh para pegawainya untuk jadi pasukanku dan sebagai gantinya akan aku habisi Si Bob itu. Chia…chia…chiahaaa…haha..dan kau tahu semua ini akan menjadi perubahan besar bagi Nicnic City. Mereka akan hidup dalam kebahagiaan selama-lamanya. Dan pimpinan serakah itu akan binasa.”

Dari mana dia tahu pemimpinya adalah Bob? Apa pun alasannya aku harus segera pergi dari sini. Bos harus segera diselamatkan. Saudaraku di Nicnic City juga berada dalam bahaya. Masalahnya adalah aku harus berhadapan dengan badut gila ini. Maafkan aku Bos, aku akan menggunakan kekuatanku lagi. Kau memang melarangku untuk menggunakannya tapi aku janji aku akan melakukannya dengan cepat dan aman.

“Sudah cukup bicaranya. Aku harus segera menyusul Riff. Mari kita mulai pertarungan kita. Oke, kuberi kau tiga menit untuk bertarung denganku.”

Aku melihat Jimmy akan mengangkat bos ke dalam mobil Pak Tua. Tapi Raw juga melihat Jimmy. Semenit kemudian Raw sudah mengayunkan pedangnya dan diarahkan kepada Jimmy dan Bos. Raw berpindah dengan sangat cepat hingga aku tidak sadar Raw sudah ada di depan batang hidung Jimmy.

“Hey, jangan berani menyentuh mereka !”

Aku berlari ke arah Jimmy. Kemudian dengan sigap Aku menahan pedang yang diarahkan Raw kepada Jimmy dan Bos. Aku menahan pedang Raw dengan tangan kosong. Aku agak kesulitan menahan tenaga Raw yang besar. Darah segar menetes dari kedua telapak tanganku.

“Jimmy, cepatlah pergi. Kita tidak punya banyak waktu.”

Jimmy menganggukkan kepala. Akhirnya Bos sudah berhasil Jimmy masukkan ke dalam mobil. Jimmy segera menyalakan mesin mobil kemudian pergi.

“Aku adalah lawanmu, badut !”

Aku dorong pedangnya sekuat tenaga. Raw terlempar beberapa langkah ke belakang. Kurasakan adrenalin di tubuhku meningkat tinggi. Badanku menjadi lebih panas dan panas. Aku menatap wajah badut gila itu dengan amarah yang menyelimuti diri. Aku menghirup napas dalam-dalam kemudian kukepalkan kedua tanganku dan aku membuat keduanya beradu. Lalu perlahan-lahan keluar api dari tubuhku. Sedikit demi sedikit hingga akhirnya meliputi semua tubuhku.

Argghh..!

Api di tubuhku menjadi lebih besar. Apiku berwarna biru. Api yang siap menghanguskan badut gila itu. Raw terlihat kaget dengan penampilanku yang berbeda dari sebelumnya. Dia berteriak dari kejauhan.

“Siapa sebenarnya dirimu?”

“Namaku Evan dan aku dipanggil Si Biru Membara. Kemarilah badut gila. Akan kubuat kau menjadi arang.”

Halaman Berikutnya >>

Apa komentarmu tentang postingan ini?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s