Ishfah Seven

Semangat dan Mimpi

Seorang Pria Asing Yang Baik Hati

Leave a comment

Assalamu’alaikum! Pada tausyiah hari ini, saya akan menceritakan sebuah kisah inspiratif tentang seorang pemimpin yang harus turun tangan membantu bawahannya.

Waktu itu perang telah berakhir. Krisis perang terjadi di mana-mana. Tidak terkecuali untuk Amerika. Negara tersebut porak-poranda dan reruntuhan berada di setiap sudut kota. Kemudian Amerika melakukan proses pemulihan besar-besaran terhadap kondisi ini dengan melibatkan para tentara. Mereka bertugas untuk membersihkan puing-puing yang ada.

Sore itu seorang pria setengah baya datang dengan menunggang kuda. Ia melihat proses pemulihan kota yang sedang berjalan. Ia memperhatikan setiap pekerjaan yang ada. Reruntuhan demi reruntuhan sudah ia lewati. Dan ia tiba di suatu tempat dimana ada puluhan tentara yang sedang membersihkan puing-puing sisa perang. Sang pria tertarik dengan cara kerja para tentara. Menurutnya mereka adalah tentara yang luar biasa dan cekatan. Mereka memiliki sense of crisis yang tinggi. Pria itu tersenyum. Kerja yang bagus, pikirnya.

Pria itu berjalan lagi. Ia mengarahkan kudanya ke depan. Namun ia mengurungkan niatnya. Ketika hendak pergi, ia melihat ada seorang komandan yang sedang duduk di atas batu besar. Komandan itu sedang bersantai dengan menghisap rokok sambil memerintah para prajurit untuk bekerja. Pria asing itu turun dari kudanya dan berjalan menghampiri sang komandan.

 “Maaf, Pak. Kenapa bapak duduk di sini? Bukankah Anda melihat seluruh tentara sedang dalam keadaan sibuk dan bekerja? Saya perhatikan, Anda dari tadi hanya memerintah.”

Komandan itu bertanya, “Siapa kamu? Beraninya mengusik ketenanganku.”

Pria asing itu menjawab, “Saya hanya kebetulan lewat. Coba Anda lihat sekarang, di sana ada pasukan yang kesulitan mengangkat batu. Saya hanya mohon izin. Apakah saya boleh membantu mereka?”

Sang komandan menjawab dengan mantap dan arogan, “Ya, silakan. Kalau kamu mau membantu mereka. Saya akan tetap di sini dan memerintahkan mereka untuk bekerja sampai selesai.”

Jenderal Perang

Para tentara yang sedang bekerja tidak mengetahui siapa orang asing itu. Tiba-tiba orang asing itu mendekat dan menawarkan bantuan kepada mereka. Pada saat itu para tentara sedang kesulitan mengangkat sebuah batu besar. Lalu pria asing ini memberikan sebuah ide untuk memindahkan batu itu yaitu dengan menggunakan sebuah tuas. Para tentara dan pria asing itu membuat sebuah tuas kemudian mengangkat batu besar. Meskipun batu itu besar dan kokoh tapi dapat dipindahkan berkat ilmu dan kebersamaan. Para tentara senang pekerjaannya dapat selesai hari itu. Mereka berterima kasih kepada pria asing itu yang telah bersedia membantu mereka.

Pria asing itu kembali ke tempat komandan. Ia berkata,  “Lain kali, jika Anda menyuruh para tentara, Anda juga harus ikut turun tangan. Dan jika ada masalah di kemudian hari, jangan segan-segan untuk menghubungi saya.”

Pria asing itu memberikan sebuah kartu nama untuk Komandan lalu ia kembali ke atas kudanya dan pergi. Ketika membaca nama di kartu nama itu, Komandan sangat terkejut karena orang asing itu adalah Jendral George Washington.

Demikian cerita dari seorang pria asing yang baik hati. Sahabat, ketika kita membicarkan tentang kepemimpinan maka kita bicara tentang pengaruh. Seorang pemimpin harus mempunyai pengaruh. Pemimpin yang baik akan mempengaruhi anak buahnya dengan memberikan contoh melalui tingkah lakunya. Memimpin adalah melayani. Pemimpin yang ideal adalah pemimpin yang mau turun tangan membantu anak buahnya melakukan pekerjaan untuk mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan.

Jendral George Washington telah menunjukkan dedikasinya. Dia tidak memamerkan statusnya sebagai seorang jendral di dalam pasukan bahkan dia sendiri pun berusaha tidak dikenal oleh seluruh pasukannya. Namun dengan rendah hati ia mau menolong anak buahnya dan menunjukkan kepada sang komandan bahwa jiwa seorang pemimpin adalah jiwa seorang pelayan dan inilah inti dari kepemimpinan.

Sahabat, jika Anda sedang menjadi pemimpin maka pastikan bahwa Anda mempunyai pengaruh yang baik untuk bawahan Anda. Anda yang diberikan amanah untuk memimpin mereka pada hakikatnya adalah Anda pelayan mereka. Jadilah pemimpin yang baik agar dunia ini aman dan mempunyai harapan untuk berkembang.

Download : Seorang Pria Asing Yang Baik Hati

Temukan kisah inspiratif lainnya di sini.

Apa komentarmu tentang postingan ini?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s