Ishfah Seven

Semangat dan Mimpi

Chapter 10 – Roy

Leave a comment

Tokoh : Roy

Namaku Roy. Aku adalah seorang pelayan kerajaan. Tugasku adalah melayani semua kebutuhan Sang Pangeran dan memastikan seluruh tugas selesai dengan sempurna. Pangeran itu bernama Tuan Muda Lee. Ketika Tuan Muda lahir, aku berusia 20 tahun. Tahun demi tahun, Tuan Muda Lee tumbuh berkembang menjadi seorang Pangeran yang tangguh, cerdas dan patuh kepada Baginda Raja dan Baginda Ratu. Namun wajah cerianya sudah tidak bisa aku lihat. Sekarang Tuan Muda lebih banyak diam, pemarah dan sangat sensitif. Perubahan sikap ini disebabkan karena Baginda Ratu meninggal dunia. Baginda Ratu meninggal pada suatu malam. Beliau dibunuh oleh orang misterius. Para penjaga istana pun banyak yang terluka dan berguguran ketika melawan si penjahat tersebut. Pada malam itu, Baginda Raja dan Tuan Muda sedang tidak ada di istana. Tuan Muda yang sangat dekat dengan ibunya merasakan kehilangan yang luar biasa melebihi ayahnya. Tuan Muda sedih sekaligus marah. Tuan Muda bertekad untuk mencari pembunuh Baginda Ratu dan setelah menghadiri acara pemakaman Baginda Ratu, Tuan Muda pergi meninggalkan istana. Pada saat itu Baginda Raja tidak mengijinkan Tuan Muda pergi tapi Tuan Muda bersikukuh untuk tetap pergi. Baginda Raja berpesan kepadaku agar aku membujuk Tuan Muda agar kembali ke istana.

C10 - Roy

Tiga tahun sudah berlalu sejak kepergian Tuan Muda dari istana. Selama itu pula Tuan Muda tidak pernah kembali ke istana. Tuan Muda berkelana dari satu daerah ke daerah lain untuk mencari si pembunuh Baginda Ratu. Lalu pada siang hari di akhir bulan Desember, sebuah pesan datang kepada Tuan Muda. Ada kurir membawa pesan dari Putri Scarlet. Dia adalah tunangan Tuan Muda. Ketika pesannya selesai dibaca oleh Tuan Muda, Tuan Muda menghancurkan pesan yang berbentuk hologram. Isi pesannya adalah Putri Scarlet membatalkan pertunangannya dengan Tuan Muda dan melarang Tuan Muda menemuinya. Tuan Muda sangat marah dan hampir menghajar kurir pesan tersebut. Namun aku dapat menenangkannya setidaknya sampai kurir itu pergi.

Setelah kejadian itu emosi Tuan Muda sudah tidak bisa aku duga dan aku juga sangat kesusahan ketika menenangkannya. Tuan Muda yang berperawakan tinggi dengan tangannya yang kuat dapat menghancurkan sebuah meja bartender di bar. Tidak hanya itu saja, Tuan Muda memiliki kekuatan yang sangat menakjubkan. Tuan Muda bisa mengendalikan udara sesuka hatinya.

Saat ini Tuan Muda sedang berhadapan dengan dua orang perempuan berpakaian aneh. Tuan Muda bertemu mereka kembali setelah tadi malam salah satu di antara mereka dilempar oleh Tuan Muda. Aku mengamati dari gedung yang jaraknya cukup dekat dengan mereka. Aku harus naik ke lantai yang lebih tinggi agar penglihatanku lebih baik. Tuan Muda terbang di atas sebuah gedung sementara dua orang perempuan tadi berada di gedung yang berada di depannya. Perempuan kelinci itu memperkenalkan dirnya. Ia menyebut dirinya dengan nama Rabbit. Dan rekannya yang satu lagi bernama Paper.

Rabbit membersihkan wajahnya yang berdarah karena dilempar oleh Tuan Muda ke bawah. Rabbit terlihat marah karena dia sudah dua kali mendapatkan perlakuan yang sama dari Tuan Muda. Rabbit sudah siap melancarkan serangan balasan tapi Paper menahannya. Perempuan burung itu angkat bicara.

“Kami datang untuk menjemputmu, Pangeran. Kami diutus oleh Raja. Waktu kami tidak banyak, jika kau mau bekerja sama maka hal ini tidak akan lama tetapi apabila kau menolak, kami harus memaksamu ikut dengan kami. Silakan tentukan pilihanmu, Pangeran.”

Paper bicara dengan tegas. Matanya menunjukkan keseriusan. Tetapi Tuan Muda acuh tak acuh mendengar perkataan Paper. Aku sendiri kaget mendengarnya. Ternyata Baginda Raja mengirim mereka untuk membawa Tuan Muda kembali. Aku rasa itu adalah ide yang baik. Selama ini apa yang dilakukan oleh Tuan Muda hanyalah hura-hura, pamer kekuatan dan mabuk-mabukan. Aku harap Tuan Muda mau kembali ke istana. Tuan Muda butuh istirahat dan menjernihkan kembali pikirannya. Tapi…

“Kalian dikirim oleh Ayahanda Raja untuk membawaku kembali. Untuk apa? Aku tidak ingin tinggal di istana dan berdiam diri sementara di luar sana ada pembunuh Ibunda Ratu yang bebas berkeliaran. Aku tidak akan ikut dengan kalian. Aku akan pulang ketika aku membawa pembunuh Ibunda Ratu ke istana.”

Tuan Muda menolak ajakan mereka dan jawaban itu membuat mereka beraksi.

“Jawaban yang tidak tepat, Pangeran.”

Paper mengeluarkan pistol dan mengarahkannya kepada Tuan Muda. Dorr! Suara tembakan terdengar sangat jelas. Tuan Muda berhasil menghindar dengan cepat. Tembakan Paper tidak mengenainya. Tuan Muda mengeluarkan jurus andalannya.

“WIND KNIFE!”

Udara di sekitar gedung itu berubah. Aliran udaranya sangat kuat. Aku dapat merasakan tubuhku bergetar hebat. Tuan Muda mengembangkan kedua tangannya dan mengarahkan tangannya kepada Paper dan Rabbit. Aku tidak dapat melihat dengan jelas, tetapi kedua perempuan aneh itu jatuh tersungkur ke tanah dengan luka di tangan dan kakinya. Luka tersebut seolah-olah tersayat oleh pisau yang tajam. Tapi dengan cepat Paper terbang kembali ke atas, dia menembaki Tuan Muda terus menerus. Tuan Muda menahannya dengan jurus yang sama.

Rabbit menaiki piringan terbang itu lagi dan mendekati Tuan Muda. Dia mengeluarkan kekuatan anehnya. Rabbit mengangkat tangannya lalu seluruh benda yang terbuat dari plastik terbang dan mengepung Tuan Muda. Tuan Muda tidak tinggal diam. Dia memberikan serangan balasan kepada Paper dan Rabbit. Wind Knife kembali mengenai mereka berdua. Aku lihat mereka kesakitan tetapi mereka tidak berhenti melawan. Tuan Muda diserang dari depan oleh Paper dan dari belakang oleh Rabbit. Rabbit mengeluarkan jurusnya kembali. Namun kali ini berbeda, benda-benda plastik itu melebur lalu bersatu dan membentuk sebuah tangan yang besar kemudian menyerang Tuan Muda. Tuan Muda berusaha menghindar. Dia melancarkan serangan Wind Knife lagi. Tangan Plastik itu hancur tapi segera bersatu kembali dan menyerang Tuan Muda. Paper yang sedari tadi menembaki Tuan Muda, kini berhenti. Paper mengeluarkan sebuah buku besar dari dalam tasnya. Kemudian ia merobek kertasnya satu per satu lalu ia buat origami berbentuk burung. Dan…keajaiban terjadi. Paper menepuk tangannya lalu origami burung itu hidup dan terbang menuju Tuan Muda.

Halaman Berikutnya >>

Apa komentarmu tentang postingan ini?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s