Ishfah Seven

Semangat dan Mimpi

Allah Tempat Bersandar

Leave a comment

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh !

Ya Allah, jadikanlah di bulan yang berkah ini, tiada kami bersandar kecuali hanya kepada-Mu. Jangan pernah biarkan kami berharap, kecuali cukup berharap dari-Mu. Dan puaskan diri kami, cukup hanya dengan karunia-Mu.

Hadirin dan Hadirat, di bulan yang penuh berkah ini, kita akan mencoba mengenal Allah melalui kata-kata hikmah yang diuraikan oleh salah seorang ulama besar, Imam Ibnu Ath-Tha’ilah. Kita tahu apa yang dinamakan hikmah. Hikmah adalah kemampuan untuk melakukan yang terbaik, yang paling utama di antara yang utama. Seseorang yang memiliki pribadi yang bijak dan penuh hikmah adalah orang yang bisa mengambil sikap dari kehidupan yang terbaik di antara yang terbaik. Oleh karena itu, mudah-mudahan ilmu yang kita dapatkan membuat kita bisa menyikapi hidup ini dengan sikap terbaik.

Kita awali dengan ayat Al-Qur’an, “Ini semata-mata dari karunia Allah, Rabb-ku untuk menguji kepadaku apakah bersyukur, berterimakasih atau kufur, lupa kepada Allah. Maka siapa yang bersyukur maka syukur itu untuk dirinya dan siapa yang kufur maka Rabb-ku Yang Terkaya lagi Pemurah, tidak berhajat sedikit pun dari makhluk-Nya bahkan makhluk yang berhajat kepada-Nya.”

Imam Ath-Tha’ilah berkata dalam Kitab Al-Hikam, “Setengah dari tanda bahwa seseorang itu bersandar dari kekuatan amal usahanya yaitu berkurangnya pengharapan terhadap rahmat karunia Allah ketika terjadi padanya suatu kesalahan atau dosa.”

Allah

Saudaraku, andaikata kita ingin tahu tingkat keyakinan kita kepada Allah, salah satu diantaranya adalah andaikata orang tergelincir berbuat dosa. Ada orang yang berbuat dosa dan dia lemah berharap ampunan Allah. Itu kurang keyakinan. Padahal sebanyak apa pun dosa, kalau mau bertobat, ampunan Allah lebih besar daripada dosa yang ia lakukan. Oleh karena itu, kalau kita bersandar kepada sesuatu, kita takut kehilangan yang disandari. Bersandar kepada suami, takut suami wafat atau menikah lagi. Bersandar kepada jabatan, takut mutasi. Bersandar kepada penampilan, takut menjadi tua. Bersandar kepada kekuatan, takut menjadi lemah. Semakin kita banyak bersandar kepada selain Allah maka makin banyak yang kita takuti dalam hidup ini. Orang yang paling akan merdeka dan nikmat dalam hidup adalah ketika bersandar kepada sesuatu yang Mahatahu segala yang terbaik bagi kita, Yang Maha Bijaksana dalam keputusan-Nya, Yang Maha Adil dalam setiap ketentuan-Nya. Dialah Allah Yang Maha Gagah. Oleh karena itu, orang yang teguh bersandar kepada Allah, dia akan benar-benar aman, akan merasakan ketenteraman, karena tidak mungkin Allah mendzalimi hamba-hamba-Nya, Dia tidak akan risau dengan kejadian yang salah karena tidak mungkin Allah salah dalam menentukan yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya.

Contoh, ketika seorang perempuan hamil. Orang yang bersandar kepada Allah, dia tidak risau apakah bayinya itu laki-laki atau perempuan karena yang menciptakan makhluk hanyalah Allah. Ia berharap agar kehamilannya menjadi amal karena Allah yang menciptakan bayi, yang mengurus dan yang mengeluarkan bayi, dia berharap hamilnya menjadi jalan agar dekat dengan Allah. Biarlah Allah yang menentukan yang terbaik baginya. Semakin bersandar kepada dunia semakin gelisah. Semakin bersandar kepada Allah maka kebutuhannya akan dicukupi oleh Allah.

Saudaraku, ingat baik-baik bahwa sandaran dalam hidup menentukan ketenteraman batin kita. Dalam hal apa pun kita selalu membutuhkan sandaran. Tetapi kalau bersandar kepada makhluk, ketahuilah bahwa makhluk pasti binasa dan makhluk pun kadang tidak sanggup menolong dirinya sendiri. Misalnya, pergi ke dokter, boleh menjadi amal tapi jangan bersandar kepada dokter karena dokternya sendiri suatu saat pasti wafat. Bahkan dokternya sendiri tidak sanggup menyembuhkan penyakit yang menimpanya. Seni bersandar adalah seni menikmati hidup. Sebaik-baik sandaran dan satu-satunya sandaran bagi orang yang beriman, cukuplah Allah Subhanahu Wata’ala.

Download : Allah Tempat Bersandar 1, Allah Tempat Bersandar 2, Allah Tempat Bersandar 3

Lihat juga tausyiah AA Gym lainnya di sini.

Apa komentarmu tentang postingan ini?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s