Ishfah Seven

Semangat dan Mimpi

Bertemu Dengan Sang Joker

5 Comments

Aku mengambil semangkuk es buah dari kulkas kemudian aku duduk di sofa ruang keluarga. Mukena aku simpan di meja. Sehabis sholat tarawih memang paling enak minum minuman dingin seperti es buah. Hmm… nyesss…. Dingin sekali di tenggorokan. Menghilangkan dahaga yang sudah protes sejak di masjid. Puasa hari ini Alhamdulillah selesai dengan lancar. Sambil menikmati sensasi dingin dari es buah, aku menyalakan televisi dan mengambil remote. Hari ini hari kamis, ada acara seru apa ya malam ini?

Channel pertama yang kulihat adalah sinetron tentang orang yang naik haji. Duh…. Sinetron ini gak pernah selesai dari dulu, panjang sekali ceritanya. It’s boring. Aku ganti lagi. Channel kedua tentang acara musik. Ah aku sedang tidak ingin bernyanyi. Pindahin lagi ah. Aku tekan nomor tiga, acara bola. Empat, sinetron lagi. Lima, kartun. What? Kartun di malam hari? Haha… kok ada ya? Mungkin karena ini bulan puasa, anak-anak belum tidur jam sembilan ini. Bagusnya itu kartun tentang tata cara puasa. It’s good enough tapi aku rasa bukan itu yang aku mau tonton. Channel enam, tujuh, delapan sama saja. Tentang berita, komedi dan drama.

Aku minum lagi es buahku. Enak sekali. Besok aku beli lagi ah. Aku masih memegang remote. Di layar televisi menampilkan drama korea tentang anak sekolah. Baru dua menit, eh sudah iklan. Payah nih. Aku tekan nomor sepuluh.

Selamat malam, pemirsa. Bertemu lagi dengan saya Stefani Alvaro di acara Talk To Me. Bagaimana kabar Anda semua? Saya harap baik-baik saja ya.”

Oh iya, sekarang acaranya TTM. Talk To Me. Aku hampir lupa. Ini adalah acara talk show yang bagus. Minggu kemarin saja menampilkan Iko Uwais. Seru banget. Stefani is the best. Bisa memandu acara dengan baik. Malam ini siapa ya bintang tamunya?

“Dan di malam ini kita akan mengambil judul Hear The Writer Heart. Malam ini kita akan mengundang seorang penulis terkenal yang sedang naik daun. Kita akan kupas tuntas tentang sebuah buku hasil karyanya yang berjudul Bertemu Dengan Sang Joker. Mari kita sambut dia, Michael … !”

Stefani sangat bersemangat sekali. Aku jadi penasaran siapa penulis itu. Musik mengiringi sang bintang tamu yang keluar secara perlahan dari pintu. Kamera mengambil gambar dari kakinya secara perlahan hingga ke wajahnya. Ketika wajahnya di-zoom, aku sangat kaget. Mike. Itu Mike! Aku sungguh tak percaya. Jantungku mendadak bergetar hebat. Memompa darah lebih cepat dari biasanya dan kenangan itu perlahan kembali datang. Aku tidak ingin melihatnya. Aku matikan televisi kemudian berlari ke kamar. Aku duduk di tepian kasur. Aku gelisah. Kenapa seperti ini? Aku coba membaringkan badan. Tetap tidak tenang. Aku ambil guling, aku peluk. Tetap tidak bisa. Aku pejamkan mata. Sama saja. Lalu aku ingat sesuatu. Aku bangkit dan membuka lemari pakaianku. Aku ambil sebuah boneka penguin yang aku letakkan di bagian paling bawah. Aku angkat lalu aku bawa ke tempat tidur.

Halo Pengi, apa kabar? Tuanmu ada di acara televisi malam ini. Sudah lama sekali aku tidak bertemu dengannya. Aku sudah melupakannya tetapi aku penasaran. Apa yang harus aku lakukan?

Satu menit, dua menit aku tetap diam. Namun perlahan aku bangun. Rasa penasaran atau rindu membangkitkanku. Melawan semua egoku. Dan beberapa saat kemudian aku sudah kembali di depan televisi. Aku nyalakan kembali. Aku lihat seorang pria yang dulu sangat mencintaiku. Sekarang dia duduk di sebelah Stefani, dia dilihat oleh jutaan orang di Indonesia, dia sekarang sudah sukses. Dia adalah Mike. My Mike.

“Tadi kita sudah mendengar kesibukannya selama bulan puasa ini. Menulis, mengajar anak-anak dan berlatih karate menjadi agenda mingguan dari seorang Michael Ilham Diraja. Sekarang saatnya kita menuju acara inti. Buku yang Mas Michael tulis itu berjudul tentang Joker. Apa sih Joker itu?”

Mike tersenyum kemudian mulai menjawab pertanyaan Stefani.

“Ok, thanks Stefani. Baiklah, saya akan mulai. Sebelum saya bercerita, pernahkah kalian mendengar kata JOKER? Mungkin Stefani atau pemirsa di studio dan di rumah akan teringat dengan sebuah jenis kartu permainan yang bertuliskan Joker dengan gambar seorang badut atau kalian akan ingat Joker sebagai musuh bebuyutan Batman The Dark Knight. Kurang atau lebihnya saya akan bercerita tentang sifat Joker. Saya mengetahuinya setelah saya mengalaminya sendiri. Saya bertemu langsung dengan Joker. Ternyata di dunia ini Joker itu banyak berkeliaran dimana-mana.

Sebelum bercerita, kita harus mengetahui siapa itu Joker. Joker adalah sebuah karakter jahat yang digambarkan dengan wajah badut dengan bekas luka di wajah atau wajah yang dihiasi dengan make up. Dalam film Batman, Joker digambarkan sebagai seseorang yang jahat yang melakukan berbagai jenis tindakan kriminal. Dia melakukannya karena menyukainya bukan kebutuhan uang semata. Joker pintar bersandiwara. Dia bisa mengatakan A padahal yang sebenarnya adalah B. Dia mampu merubah orang baik menjadi orang jahat yang menjengkelkan.

Joker

Secara garis besar ada tiga sifat yang dimiliki oleh Joker. Pertama bermuka dua atau munafik. Kedua ia sangat terobsesi untuk mencapai suatu tujuan yang menguntungkan dirinya sendiri dan tidak peduli jika ia harus menyakiti orang lain. Dan yang terakhir adalah ia murni sebagai seorang penjahat atau PURE EVIL.”

Stefani terperangah mendengar penjelasan dari Mike. Kemudian dia bertanya lagi.

“Di dalam buku disebutkan bahwa Joker yang ada dalam kehidupan Anda adalah mantan kekasih Anda, apakah itu benar? Bisakah Anda berbagi cerita kepada kami?”

Sekarang giliran aku yang heran dengan pertanyaan Stefani. Aku memang belum pernah membaca bukunya. Mantan kekasih yang dimaksudnya itu apakah aku atau yang sebelumnya?

Mike mengubah posisi duduknya. Kemudian dia mulai bercerita kembali.

“Pada awalnya saya tidak percaya atas apa yang telah ia lakukan. Namun hal ini memang benar terjadi. Kejadiannya sekitar satu tahun yang lalu ketika kami mulai saling mengenal dan berpacaran. Saya mengenalnya dari seorang teman yamg ternyata kami satu sekolah ketika SMA.

Dari awal, kesan yang ia tampakkan adalah seorang perempuan muslimah yang taat beribadah. Tidak mengenal pacaran, katanya. Tapi saat saya tanya, sebelum dengan saya, dia sudah 4 kali berpacaran. Itu keanehan pertama.”

“Memangnya apa yang sebenarnya dia inginkan?”

“Yang dia inginkan adalah tunangan atau langsung menikah. Bulan pertama, kedua dan ketiga semua baik-baik saja. Kami menjalani hubungan dengan lancar dan tidak ada persoalan yang tidak bisa kami selesaikan. Enjoy and fun walaupun kita menjalani Long Distance Relationship. Saya di Jakarta dan dia di Bandung. Sebisa mungkin saya selalu menyempatkan diri bertemu dengannya dan keluarganya.

Halaman Berikutnya >>>

5 thoughts on “Bertemu Dengan Sang Joker

  1. Wiiih benr luar biasa, tidak bisa berkata2 mengungkap kan nya, tp merelakan nya itu yg sulit

  2. Wah ternyata ane punya penulis yang ajib nih..hhahaha…
    Cerita Yang menarik dan sangat bermanfaat…membuat ane jd mikir apa ane punya joker juga didalam diri ane…hhehe
    Luka memang mengajarkan segala hal buat kita…yang sabar ajja y bro…. peace ah hhahah

    • Joker itu bisa ada dimana saja. Mungkin saat ini orang-orang di sekitar kita, salah satunya adalah Joker. Kita mesti berhati-hati, Kawan. Joker itu adalah realisasi dari sifat orang munafik. Jika kamu tidak bisa mengenalinya dari sekarang ia akan menghancurkanmu tanpa kamu sadari.
      Be careful !

Apa komentarmu tentang postingan ini?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s