Ishfah Seven

Semangat dan Mimpi

Tsun Zu Diantara Selir

Leave a comment

Saudara sekalian, seorang pemimpin yang efektif adalah ketika dia bisa mengelola orang-orang yang dipimpinnya untuk mempunyai visi yang sama dengan visi pemimpin untuk mencapai tujuan tertentu. Seorang pemimpin yang efektif adalah mereka yang mampu menggunakan kewenangannya secara proporsional dan profesional. Oleh sebab itu, kisah berikut ini menceritakan tentang keberanian Tsun Zu dalam mendidik dan menciptakan pasukan-pasukan tangguh di sebuah kerajaan.

Alkisah, ada sebuah kerajaan yang dipimpin oleh seorang raja yang bijaksana. Raja itu berusaha untuk menciptakan dan membangun sebuah pasukan yang begitu canggih, yang bernutu, mempunyai integritas dan dedikasi yang sungguh-sungguh kepada kerajaan tersebut. Raja mulai berpikir, siapakah calon-calon pasukan elit yang akan dibuatnya? Dia melihat ternyata ada 20 orang yang paling dekat dengan dia setiap hari. Dua puluh orang yang sudah teruji kesetiaannya. Dua puluh orang yang sudah teruji integritasnya terhadap raja dan kerajaannya. Mereka adalah selir-selir raja, yang selama ini setia menemani raja, yang selama ini tidur dengan raja, yang selama ini merawat, mendukung, menjadi teman dan pendengar yang baik bagi Raja. Raja ini mengatakan bahwa saat ini adalah saat yang tepat untuk membuat mereka tidak hanya sebagai selir raja melainkan juga sebagai pasukan elit kerajaan.

Maka dipanggillah seorang sersan yang sudah terbiasa perang di medan tempur untuk melatih 20 orang selir ini menjadi pasukan yang tangguh di kerajaan itu. Program pelatihan pun segera dibuat oleh sersan itu. Dua puluh orang selir itu disuruh baris-berbaris, mulai dilatih kemiliteran dasar, strategi perang dan sebagainya.

Dan Saudaraku, apa yang terjadi? Dua puluh orang ini yang sungguh-sungguh sudah dipersiapkan oleh Raja untuk menjadi pasukan elit ternyata mereka tidak bersedia dan menerima perlakuan yang begitu keras dalam pendidikan militer. Suatu perlakuan yang sama sekali tidak pernah mereka alami ketika berada di istana. Namun kebijakan dan instruksi Raja harus dilaksanakan. Ketika di lapangan, dua puluh orang selir ini selalu melecehkan sang sersan. Dan program pelatihan pun gagal.

Raja itu tidak putus asa. Setelah gagal dengan sersan maka dia mencoba memanggil seorang panglima perang yang sangat terkenal, yang namanya sudah harum di seluruh negeri yaitu Tsun Zu. Maka Tsun Zu pun dipanggil menghadap Raja.

“Tsun Zu, engkau sudah berjasa dan telah menjadi seorang panglima perang yang tangguh di negeri ini. Saya minta pertolongan supaya engkau melatih 20 orang selir saya menjadi pasukan yang kuat. Dan saya yakin, Anda yang hebat di medan perang, tidak akan diragukan lagi bahwa Anda mampu untuk melatih selir-selir ini. Apakah Anda bersedia?”

Dengan segala kerendahan hati, Tsun Zu menjawab titah sang Raja.

“Siap, Tuanku. Saya akan melatih mereka.”

“Baik, apa yang kau minta Tsun Zu setelah kau berhasil melatih 20 orang selir saya ini? Apakah engkau meminta jabatan? Tanah? Ataukah uang yang banyak?”

“Terima kasih, Tuanku. Saya tidak meminta itu. Jika Tuanku berkenan, izinkanlah saya menerima sebuah surat dari Raja yang berisi surat keputusan dan kewenangan saya untuk melatih 20 orang selir ini.”

“Ya, hal itu bukanlah sebuah permasalahan. Mudah bagi saya untuk membuat surat tersebut.”

Halaman Berikutnya >>>

Apa komentarmu tentang postingan ini?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s