Ishfah Seven

Semangat dan Mimpi

Arti Kesuksesan

Leave a comment

Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.

Alhamdulillahirobbil ‘Alamin. Allhumma Sholli Ala Muhammad Wa ‘Ala Aalihi Washohbihi Azmain. Semoga Allah Yang Maha Agung, Maha Menatap, mengaruniakan kepada kita kehati-hatian atas kesuksesan karena orang yang diuji dengan kesusahan lebih mudah sabar dibandingkan diuji dengan kesuksesan. Banyak orang yang tahan menghadapi kesulitan tapi sedikit orang yang tahan ketika menghadapi kemudahan dan kelapangan. Ada orang yang bersabar ketika tidak punya uang tapi banyak orang yang hilang kesabaran ketika banyak uang. Oleh karena itu para pembaca yang budiman, kajian kita pada kesempatan ini adalah membahas tentang seperti apa sih sukses itu? Karena kalau kata-kata sukses itu sudah salah alat ukurnya maka kita akan diperbudak oleh keinginan sukses.

Sementara ini, kita menganggap kesuksesan itu kalau suami naik jabatan, ibu ikut bahagia. Padahal apakah jabatan ini sesuai dengan kemampuan atau tidak itu belum kita pertimbangkan. Padahal apakah ketika mencapai jabatan ini, prosedurnya benar atau tidak, itu tidak kita perhatikan.

Ini hanya sekedar selentingan. Katanya ada yang kalau mau naik jabatan itu dia kasak-kusuk seperti tikus untuk mendapatkan sesuatu. Kemudian dia merasa sukses padahal ketika dia naik, dia ‘menginjak’ siapa, ‘menyikut’ siapa. Lalu apanya yang sukses? Jabatan didapatkan tetapi kepribadiannya ia tinggalkan.

Ada juga kita menganggap jika anak kita lulus kuliah disebut sukses. Potretnya kita pajang di rumah. Tentu ini bukan hal yang salah. Tapi alangkah ruginya jika kita melihat kesuksesan hanya dari ijazah. Kemana-mana dia bawa ijazah. “Saya lulusan dari kampus ini.” Suatu saat tas ijazahnya dicuri lalu dia menjadi sengsara karena bekal dia untuk mencari kerja adalah ijazah tersebut.

Makanya, alangkah lebih baik apabila Ibu punya anak, bisa kuliah, selesai dia kuliah, jangan diambil ijazahnya. Supaya dia benar-benar andalannya bukan ijazah tapi kemampuan dirinya. Apalah artinya punya 10 ijazah, jika kesana-kesini untuk mencari kerja tetapi tidak ada yang menerima. Hayoh weh ngelapan ijazah nya.

Ada kalanya orang merasa sukses dengan menjadi kaya. JRENG! Dia ganti mobil. Ini tidak salah. Tapi apakah benar mencari hartanya ini adalah tanda kesuksesan kalau hak orang lain diambil. Kita menghina maling padahal kita juga mengambil hak orang lain, terus apanya yang sukses? Punya mobil hasil maling dari korupsi, terus apanya yang sukses? Sukses nipu diri. Apa yang dibanggakan pada diri kita, huh? Baju bagus, segala bagus padahal dirinya tidak bagus. Mobil berharga, rumah berharga, perhiasan berharga tapi dirinya tidak berharga. Makanya hati-hati dengan alat ukur sukses ini.

Success

Para pembaca yang budiman, ada juga yang menganggap bahwa sukses itu adalah populer. JRENG! Banyak diberitakan di koran-koran. Atuh da populer mah bukan tanda kesuksesan. Tidak sedikit penjahat yang populer, yah? Ariel Sharon pupuler dengan kekejian dan kejahatannya. Jadi popularitas itu bukan tanda kesuksesan. Apalah artinya kita mengejar kesuksesan dengan populer tapi babak belur rumah tangga, anak tidak terurus. Terus dimana kesuksesan? Hati-hati dengan ini.

Sepengatahuan saya, kita harus tetap kembali kepada Al-Qur’an bahwa orang yang sukses adalah “Inna akromakum ‘indallahi atqokum” artinya orang yang paling mulia diantara kalian adalah orang yang paling bertaqwa kepada Allah. Orang yang sukses adalah orang yang paling berhasil menata hati, pikiran, mata dan mulutnya sehingga hidup ini ada di jalan yang tepat yang disukai Allah.

Posisi apa saja tidak apa-apa. Tidak harus menjadi orang TOP dalam pandangan manusia tapi harus TOP dalam pandangan Allah karena tidak mungkin semua jadi Presiden. Masa satu negara presiden semuanya. Ini negara bingung. Mungkin ini tuh rumah sakit jiwa. Tidak mungkin kita jadi Jendral semua. Kalau kesuksesan dianggap jendral maka akan sedikit yang sukses. Sukses di pandangan Allah tidak diukur dari gelar, penampilan, banyaknya jamaah, harta melainkan apakah orang itu berhasil atau tidak dalam taat kepada Allah.

Dia punya kedudukan, taat, lulus dan ‘bersih’ maka dia berhasil. Dia populer dan popularitasnya menjadi figur yang bisa mengajak orang lain untuk taat maka dia sukses. Apalah artinya populer jika untuk mengejar popularitasnya ia harus menggadaikan dirinya. Dia sibuk populer tapi istri hancur, anak hancur. Oh, hati-hati. Maaf, ini tidak berniat untuk mengoreksi siapapun tapi jadikan ini sebagai bahan renungan bagi kita. Kalau ada diantara pembaca yang akan populer, Bapak naik jabatan, itu harus hati-hati. Jika naik jabatan maka orang yang dengki akan makin banyak, yang iri terus bertambah, yang mau menjatuhkan lebih banyak. Yang lebih apes lagi kalau kemampuan kita tidak sebanding dengan jabatan yang disandang. Jika seperti itu ia akan ‘tersungkur’.

Pedoman kesuksesan adalah ayat Al-Qur’an berikut : “Dan apabila pertolongan Allah telah datang dan kemenangan (kesuksesan). Dan kamu lihat orang berbondong-bondong memasuki agama Allah. Sucikanlah Allah dengan memuji Tuhanmu. Dan istigfar serta bertobatlah.”

Yang membuat kita naik jabatan itu adalah Allah. Kurangi saja 2 CC otak kita, maka kita tidak bisa jadi sarjana. Kurangi saja pikiran kita dengan penyakit, maka kita tidak bisa jadi pimpinan. Maka orang yang sukses adalah orang yang merasa dirinya tidak sukses kecuali semua yang diraihnya itu adalah amanah dari Allah. Orang yang sukses adalah orang yang tidak merasa suci dan tidak ingin dipuji. Orang yang sukses adalah orang yang selalu bisa memuji Allah dan tobat memohon ampun. Jangan-jangan ketika saya mendapatkan jabatan ini saya sempat melukai orang lain. Jangan-jangan mencapai hal ini saya sudah berbuat dzolim kepada orang lain. Jadi orang yang sukses adalah orang yang tidak rindu pujian. Bahkan ia selalu ingin terus memuliakan Allah dalam kesuksesannya.

Halaman Berikutnya >>

Apa komentarmu tentang postingan ini?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s