Ishfah Seven

Semangat dan Mimpi

Bila Ajal Tiba

Leave a comment

Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh!

Alhamdulillah, Wassholatu Wassalamu Alaa Sayyidina Rosulillah, Sayyidina Wamaulana Muhammad Ibnu Abdillah, Wa Alaa Alihi Washobihi Wama Walah, Laa Haula Wa Laa Quwwata Illa Billah. Amma Ba’du.

Saudara-saudara kaum muslimin rohimakumullah, sudah menjadi keyakinan pada kehidupan bahwa segala hal yang ada permulaannya, tentu akan ada penghabisannya. Setiap yang punya awal, mesti ada akhir. Tidak ada keabadian dalam kehidupan ini. Semuanya datang dan pergi silih berganti. Berubah oleh pergeseran masa dan putaran waktu. Demikianlah kalau kita mau merenungi kehidupan dari alam sekitar, sejak dari kehidupan tumbuh-tumbuhan, binatang, sampai pada kehidupan manusia.

Dimulai sejak manusia terlahir ke alam dunia. Keluar dari alam rahim ibu yaitu bayi yang merah tidak berdaya untuk meningkat menjadi anak-anak. Dari kehidupan anak-anak lalu berubah menjadi remaja, dengan segala keceriaan dan kelincahannya. Dan dari masa remaja memasuki usia dewasa untuk berangsur memasuki hari tua.

Lalu setelah memasuki hari tua, sehari, seminggu, sebulan, setahun dan sampailah pada batas waktu tertentu yang telah ditentukan oleh Allah yang dinamakan ajal. Dan bertemulah kita dengan yang disebut maut. Ini merupakan kepastian dalam kehidupan.

Kalau kita mau merenung, perubahan-perubahan yang terjadi seharusnya membuat kita insyaf dan sadar. Di kala remaja, kita begitu lincah, punya rambut yang hitam ikal berderai, punya lesung di pipi, punya senyum yang indah menawan semua orang yang melihat, punya kulit yang kencang dan bersih. Manakala memasuki hari tua, perubahan frontal pun terjadi. Kulit mulai jadi keriput, rambut yang tadinya hitam ikal berderai mulai memutih, nikmat berkurang, gigi yang tadinya utuh dan sanggup mengunyah apa saja kini satu demi satu permisi meninggalkan kita. Sangat boleh jadi, di kala remaja kita senyum dan semua orang terpikat namun di kala hari tua dengan kulit yang mulai keriput dan gigi yang tidak ada lagi, saat kita senyum mungkin orang bakal lari dari sekitar kita. Kemana keindahan yang tadinya begitu menawan? Kemana senyum lesung pipit yang tadinya menarik perhatian orang? Semuanya pergi meninggalkan kita seiring dengan pergeseran masa dan pertukaran waktu.

Ages Of Man

Nah, bila maut datang menjemput, apakah kehidupan selesai sampai di situ? Ternyata belum selesai. Kalau lahir adalah perpindahan hidup dari alam rahim ke alam dunia, maka mati hakikatnya merupakan perpindahan hidup dari alam dunia ke alam berikutnya yang dinamakan dengan alam barzah.

Andaikata hidup hanya sekali, secara moral kita sanggup berkata, ‘’Alangkah tidak adilnya Tuhan’’ Kenapa? Dalam kehidupan ini kan banyak hal terjadi. Ada orang yang dzolim, ada orang yang didzolimi. Ada orang yang membunuh, ada orang yang terbunuh. Ada orang yang kaya, ada orang yang miskin. Ada orang yang jujur, ada orang yang menghalalkan segala cara. Sehingga banyak ketidakadilan yang terlepas dari pengadilan dunia. Lalu orang pun berkata, ‘’Di dunia ini banyak pengadilan namun sulit keadilan. Di dunia ini mudah mencari pengadilan namun sulit untuk mencari ketidakadilan.’’

Andaikata hidup hanya sekali dan tidak ada kehidupan setelah kehidupan yang sekarang ini maka bagaimanakah nasib mereka yang lepas dari pengadilan dunia? Alangkah tidak adilnya Allah andaikata tidak ada kehidupan setelah kehidupan yang sekarang. Tentulah akan terjadi dimana orang akan menghalalkan segala macam cara untuk mencapai tujuan. ‘’Yang penting kan saya kaya. Yang penting kan saya punya jabatan dan kedudukan yang tinggi.’’ Jika perlu jilat atas maka jilat atas, sikut kiri-kanan, injak yang bawah. Ini adalah prinsip dari orang-orang komunis. Pantas, karena mereka tidak percaya kepada kiamat. Pantas, karena mereka tidak percaya bahwa ada kehidupan setelah kehidupan yang sekarang. Maka saya menghimbau kepada seluruhnya bahwa negera ini berdasarkan Pancasila dan kita sudah sepakat bahwa PKI (Partai Komunis Indonesia) dengan segala ajarannya tidak memiliki hak hidup di negara Pancasila yang kita cintai ini.

Salah satu ajaran PKI adalah menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Kita sebagai orang Indonesia yang berbudi pekerti luhur dan memiliki nilai budaya tinggi, jangan sampai mencaci PKI dan ingin membubarkan PKI serta mengutuk PKI namun pada praktek dalam kehidupan sehari-hari kita masih memakai prinsip komunis. Apakah itu? Yaitu menghalalkan segara cara untuk mencapai tujuan. Asal tujuan bisa tercapai, cara apa pun halal digunakan. Itu adalah pandangan hidup orang yang tidak percaya kepada adanya hari akhirat.

Ketika seseorang berbuat dzolim, aniaya terhadap sesama, melakukan korupsi atau merugikan orang lain maka ia harus tahu bahwa nanti akan ada hari pembalasan. Karena sebagai umat muslim, kita yakin bahwa akhirat itu ada dan kiamat pasti akan datang dan percaya bahwa hidup itu tidak hanya sekali. Boleh jadi, seseorang lolos dari pengadilan di dunia, tapi ingatlah bahwa kita tidak akan bisa lepas dari pengadilan Allah. Pengadilan QAADI RABBUL JALIL yaitu dimana manusia akan diadili seadil-adilnya. Tidak ada satu perbuatan salah yang lolos dari pengadilan akhirat. Walau sekecil apa pun itu. Semuanya akan dimintai pertanggungjawabannya.

Halaman Berikutnya >>

Apa komentarmu tentang postingan ini?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s