Jodohku : Kamu

Waktu terasa begitu cepat berlalu. Sejak hari pertama aku bertemu dengan Reisya, hati ini sudah bergetar. Setelah itu setiap kali aku bertemu dengannya, aku selalu deg-degan tapi di satu sisi aku merasa sangat bahagia. Tidak hanya parasnya yang cantik namun tutur katanya yang lembut dan nyambung jika diajak bicara membuat aku nyaman berada di dekatnya.

Hampir dua bulan kita berkenalan. Tidak hanya melulu tentang tugas menulis biografi tetapi kami berdua sering membicarakan hal yang lain seperti tentang lagu apa yang sedang hits saat ini, film apa yang akan kita tonton, makan dimana siang ini atau berdiskusi masalah kisruh politik negeri ini yang tak kunjung selesai. Kami berdua membicarakn semua hal.

Secara pribadi aku sudah jatuh hati padanya. Apalagi ketika majalah TTM edisi 321 yang memuat cerita Flower of Heart diterbitkan. Baik Adam atau pun Reisya terlihat sangat senang karena baru beberapa hari terbit, majalah edisi tersebut laku keras dijual di masyarakat luas. Kalau aku? Tentu saja aku senang. Tidak hanya tulisannya yang rapi, bagus dan pemilihan bahasa yang lugas dan pas namun Reisya mampu membuat para pembaca itu penasaran dengan diriku. Akhirnya ada banyak pelanggan baru di Flower of Heart yang membeli bunga. Ketika ditanya tahu darimana toko ini, sebagian dari mereka menjawab mengetahui tentang Flower of Heart dari majalah TTM dan sebagian lagi mengaku diberi rekomendasi oleh teman atau kerabatnya yang sebelumnya sudah pernah membeli bunga di Flower of Heart.

Semakin hari hubungan kami semakin dekat. Reisya sudah mulai bisa membuka diri dari sisi pribadinya. Begitu juga dengan diriku. Aku masih ingat saat itu malam minggu kedua di bulan Maret, aku, Reisya dan Rita pergi menonton film The Amazing Spiderman 2 di bioskop dekat rumah Reisya. Rita adalah pegawai Flower of Heart yang sudah aku anggap sebagai adikku sendiri. Rita juga senang dengan Reisya.

Menurut dia, aku dan Reisya merupakan sosok kakak idaman. Aku hanya tersenyum mendengarnya. Well, film tersebut adalah favorit aku. Sejak kecil aku menyukai Spiderman. Andrew Garfield memerankan Spiderman dengan apik dan totalitas yang tinggi. Filmnya seru dan aku menikmatinya.

Hari itu juga akan selalu ku ingat selamanya. Selepas aku mengantar Reisya pulang ke rumahnya, aku mengalami kecelakaan mobil pada saat perjalanan pulang. Kaki kiriku patah sedangkan tangan kananku mengalami luka bakar yang serius. Saat itu aku merasa akan mati. Bayangan Ayah dan Ibu terlihat samar-samar diantara alam sadar dan tidak sadarku.

Enam hari aku dirawat di rumah sakit. Belakangan aku tahu kalau setiap hari Reisya selalu menjagaku setelah dia pulang kerja. Reisya bergantian jaga dengan Hanna. Waktu aku siuman, orang yang pertama aku lihat adalah Reisya. Dia duduk di kursi di samping tempat tidurku. Tangannya menggenggam erat tangan kiriku. Matanya berkaca-kaca dan mulutnya melantunkan puji dan puja kepada Allah atas kesembuhan diriku.

“Suhbhanallah wabihamdih… Alhamdulillah Ya Allah. Kau sudah bangun, Mas.”

Seminggu kemudian aku, Reisya, Hanna dan para pegawai Flower of Heart mengadakan acara di sebuah hotel di Lembang Bandung bersama anak-anak yatim dari panti asuhan Sayang Anak Sholeh. Kami mengadakan acara ini dalam rangka merayakan syukuran dan selamatan atas kesembuhan diriku. Reisya dan Hanna sibuk mengatur acara.

Saat acara makan-makan, aku duduk di kursi di bawah pohon beringin besar yang rindang dekat danau besar. Aku menghela nafas panjang dan memejamkan mata. Sayup-sayup kudengar firman Allah, Fabiayyi alaa i robbikuma tukadziban artinya nikmat Tuhan mana lagi yang engkau dustakan? Ya Allah, sungguh tidak ada satu pun nikmat yang aku ingkari. Semua hal yang Kau berikan kepadaku adalah anugerah yang barokah. Hari ini aku bersyukur aku masih diberikan kehidupan dan masih diberikan kesempatan untuk melanjutkan hidup yang lebih baik.

Aku melirik Reisya yang tengah asyik bermain dengan anak-anak panti. Sekarang aku sudah yakin. Aku sudah memantapkan hati. Reisya adalah jodohku selama ini yang aku cari. Hari ini aku berencana untuk melamarnya. Aku ingin menikahi Reisya.

Baru saja aku mau beranjak dari tempat duduk, Reisya datang menghampiriku. Dia mengambilkanku segelas minuman dingin dan beberapa kue beraneka ragam bentuk dan rasa.

“Lihat Mas, anak-anak itu sedang asyik membuka hadiah yang kamu berikan. Wajah mereka sumringah dan penuh kesyukuran.”

Reisya menunjuk ke arah anak-anak panti yang sedang antri mendapatkan hadiah. Hanna terlihat sibuk membagikan hadiah itu.

“Kau tahu, Reisya? Aku bersyukur kepada Allah karena Allah masih memberikanku kesempatan untuk melanjutkan kehidupan kembali. Ini adalah hadiah yang istimewa bagiku. Aku tidak boleh menyia-nyiakannya. Aku akan mulai menata kembali hidupku agar bisa lebih baik. Terima kasih Ya Allah. Alhamduillahi rabbil alamin.”

Reisya ikut mengaminkan doaku.Lalu dia mulai bicara. Wajahnya agak kaku dan seperti malu-malu.

“Mas Rocky, aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu.”

“Silakan, katakan saja.”

Reisya memejamkan matanya sebentar lalu membukanya. Dia menatap aku yang juga sedang menatapnya.

“Aku cinta kamu, Mas. Aku ingin berada terus di sisimu. Jadikanlah aku istrimu. Aku ingin separuh hatimu untukku.”

Muslim Couple

Mendengar hal itu, Aku sangat kaget. Aku tidak percaya dengan perkataan Reisya barusan. Apakah Reisya bercanda? Tapi jika dilihat dari ucapan dan tatapan matanya, sepertinya ia memang bersungguh-sungguh. Jujur saja aku juga suka Reisya. Tapi kenapa dia dulu yang mengatakannya.  Padahal aku berencana akan ‘menembak’ Reisya ketika kita sudah pulang dari Bandung. Ada apa ini? Apakah ini pertanda darimu, Ya Allah? Apa yang harus aku lakukan? Bismillah… dengan segala kekuatan yang ada dan semua pertimbangan di dalam hati dan pikiranku, akhirnya aku menjawab ungkapan perasaan Reisya.

“Reisya Adelia Armstrong, terima kasih kamu telah mengungkapkan perasaanmu padaku. Aku terkejut sekaligus senang. Apakah kamu sudah memikirkan matang-matang hal ini? Kau tahu, aku hanyalah seorang penjual bunga.”

“Itu bukan sebuah persoalan, Mas.”

“Aku tidak sebaik yang kau kira, Reisya.”

“Kamu bukan malaikat, Mas. Juga bukan setan. Kamu adalah manusia. Dan manusia tidak selamanya benar dan tidak selamanya salah.”

“Apakah kau serius?”

“Seribu persen serius, Mas Rocky Al-Qadri. Sudah seminggu ini aku sholat istikharah. Dan hatiku terus saja condong kepadamu. Reisya yakin Mas adalah calon suamiku yang dihadiahkan Allah untukku. Aku ini bukanlah perempuan muslimah yang taat, ilmu agamaku sedikit. Aku ingin Mas Rocky jadi imamku di dunia dan akhirat kelak.”

Aku diam sejenak. Apa ini Ya Allah? Aku tidak menduga akan menjadi seperti ini. Engkau selalu mengetahui yang kami butuhkan, Ya Allah. Alhamdulillah..Alhamdulillah…

“Baiklah, Reisya. Lusa aku akan datang ke rumahmu. Aku akan melamarmu. Bismilah… Aku Rocky Al-Qadri, aku mencintamu Reisya. Aku ingin kamu juga jadi istriku. Segala pujian hanya milik Allah. Alhamdulillah. Ini adalah sebuah hadiah yang teramat sangat istimewa bagiku.”

Kau tahu sebuah kata mutiara yang mengatakan kalau jodoh itu tidak kemana? Sekarang aku mempercayainya. Dulu ketika aku mengalami putus hubungan kemudian mendapatkan pasangan baru lalu putus lagi, aku merasa kalimat itu tidaklah berarti sama sekali. Dulu aku selalu mengutuk bahwa Allah tidak sayang kepadaku karena tidak kunjung mempertemukan aku dengan jodohku. Astagfirullahhaladzim. Ya Allah ampunilah segala dosaku. Sekarang, aku sangat bersyukur doaku telah dijawab oleh Allah. Terima kasih, Ya Allah. akhirnya aku menemukan jodohku. Jodohku itu kamu, Reisya.

Cerita kehidupanku tidak berakhir di sini. Bab baru dalam buku kehidupan pernikahanku akan segera dimulai. Kamu, para pembaca yang juga sedang galau dalam mencari jodoh, jangan patah semangat dan jangan hilang harapan kepada Allah. Yakinlah, Allah telah mempersiapkan jodoh untukmu. Berusahalah, berdoalah dan lihatlah apa yang akan terjadi nanti. Intinya, kita harus aktif dalam hal menjemput jodoh. Jangan hanya diam saja. Bangunlah! Lihatlah sekelilingmu! Masih banyak laki-laki dan perempuan sholeh/sholehah yang bisa jadi pasanganmu nanti. Jangan menyerah, kawan. Insya Allah semua akan indah pada waktunya. Amin.

#-#

Mau tahu nama-nama bunga dan artinya? Klik di sini. Kalau mau tahu cerita lengkap tentang Reisya, klik cerita : Sebuah Hadiah dan cerita tentang adikku Hanna di : Hadiah Untuk Kakak

Temukan cerita cinta lainnya di sini.