Ishfah Seven

Semangat dan Mimpi

Kerudung Merah

Ketika kubuka jendela, kehampaan datang menyapa
Apakah karena hembusan lembut Sang Bayu bawa aroma embun pagi?
Atau rintiknya air hujan menumpas khayalan asmara?
Aku kembali berselimut menahan kebekuan di dalam hati

Ketika aku berjalan sendiri mendaki gunung kebisuan
Apakah langkah ini kubawa ke puncak ataukah hanya diam dalam kebingungan?
Gemuruh suara hati memaksaku bangkit dari keputusasaan
Saat kau tiba-tiba datang memecah kesunyian

Namamu muncul di tengah kekosongan hati
Parasmu memenuhi pikiran, membayangi lamunan
Kamu datang di antara rasa rindu dan sepi
Menyeruak liar dari rimbunnya kegalauan

Senyuman manismu laksana sejuta bintang
Sinar matamu bening cemerlang
Aku terpesona, hilanglah kata-kata
Jantung berdegup kencang, rasakan cinta yang bergelora

Engkau hadir tanpa aku duga
Membumbungkan asa ke langit hingga nirwana
Mengenalmu adalah anugerah yang luar biasa
Berjodoh denganmu adalah sebuah cita-cita

kerudung merah

Kamu indah, pengobat gundah
Kamu yang selama ini ku nanti
Pembawa harapan, pelepas resah
Kamu yang selama ini ku cari

Duhai engkau perempuan berkerudung merah
Maukah engkau kupinang dan menikah?
Tuk merajut mimpi dan mengukir kisah
Tuk membangun keluarga yang sakinah

Wahai bidadari pelipur lara hati
Kuberjanji kan selalu setia sehidup semati
Tepislah semua keraguan dalam dada
Yakinlah kita akan senantiasa bersama

Temukan puisi cinta lainnya di sini.

Advertisements

Comments are closed.