Ishfah Seven

Semangat dan Mimpi

Al-Muhyi dan Al-Mumiit (Yang Maha Menghidupkan dan Yang Maha Mematikan)

Leave a comment

Bismillahirrohmanirrohim! Saudara sekalian, semoga kita semua diberikan kehidupan yang berkah, yang hatinya hidup oleh nikmat iman, semangat berbuat kebaikan, menikmati lezatnya beribadah, dan hati yang hidup dengan kasih sayang karena hidup tidak hanya identik dengan hal yang bernyawa melainkan identik dengan nilai dari apa yang bisa kita berikan ketika hidup di dunia.

Asma (nama) Allah yang akan kita kaji dalam kesempatan ini adalah Al-Muhyi dan Al-Mumiit artinya Allah Yang Maha Menghidupkan dan Allah Yang Maha Mematikan. Tidak ada sesuatu pun yang dapat membuat makhluk menjadi hidup kecuali Allah dan tidak ada sesuatu pun yang dapat membuat kita mati kecuali Allah.

Al-Muhyi terambil dari kata HAYA (huruf ha dan ya), yang memiliki dua makna. Satu, lawan kata dari mati (yaitu hidup). Dua, bermakna malu. Sedangkan Al-Mumiit terambil dari kata MAUT (huruf mim, wau dan ta) yang bermakna hilangnya kekuatan dan potensi serta dari kata ini lahirlah antonim dari hidup yaitu mati.

Saudara sekalian, penting bagi kita untuk mengetahui arti HIDUP karena ada orang yang hidup tetapi sebenarnya ia tidak hidup. Badannya hidup tetapi hatinya tidak memiliki keimanan sehingga pada hakikatnya ia tidak mempunyai nilai kehidupan. Jasadnya memang hidup tetapi tidak pernah dipakai untuk beribadah dan berbuat kebaikan.

Bicara tentang kehidupan maka kita harus mengetahui ciri kehidupan. Ciri-ciri kehidupan itu ada tiga yaitu berpengetahuan, bisa bergerak dan memiliki kemampuan untuk merasa. Sedangkan  kematian seseorang merupakan bagian dari takdirnya seperti yang dijelaskan dalam ayat Al-Quran Surat Ali Imron Ayat 185 yang berbunyi, “Kullu nafsin dzaiqotul mauut,” artinya semua makhluk yang bernyawa pasti akan merasakan kematian.

Surat Ali Imron Ayat 185

Kita semua akan mati. Saya akan mati dan begitu juga dengan Anda semua (para pembaca) akan mengalami kematian. Tidak ada satu pun makhluk yang tidak akan mati. Berikut adalah beberapa contoh cerita kematian.

Diceritakan bahwa banyak tentara yang lebih banyak meninggal di tempat tidurnya daripada di medan tempur (kalau di masa damai). Ada tentara yang meninggal karena penyakit kronis seperti kanker dan ada juga yang meninggal karena serangan jantung. Jadi, tidak semua tentara mati karena tertembak peluru atau tertikam tombak atau tersayat pedang saja.

Selain itu, terjun payung juga mengakibatkan beberapa orang penerjun meninggal. Tetapi sesungguhnya sebagian dari para penerjun meninggal karena muntaber, gejala typhus atau tabrakan mobil/motor. Hal ini bisa terjadi misalnya saat seorang penerjun itu hendak pulang ke rumahnya menggunakan sepeda motor. Namun di sebuah tikungan yang tajam dari arah yang berlawanan datang sebuah mobil yang melaju dengan sangat cepat. Saat mobil itu menyalip truk di depannya, ia tidak bisa menahan laju sang mobil ketika di arah yang berlawanan ada si penerjun yang sedang mengendarai motornya dengan sangat kencang. Akhirnya kecelakaan pun tidak bisa dihindari.

Berpindah ke contoh yang lain. Di Indonesia pernah terjadi tsunami. Tsunami bukanlah penyebab kematian seseorang melainkan salah satu jalan menuju kematian. Bahkan orang yang tertawa saja bisa meninggal. Ia tertawa terbahak-bahak lalu tanpa diduga ia pun terpeleset dan kepalanya terbentur ke batu lalu meninggal.

Saudara sekalian, banyak jalan menuju kematian. Bisa karena peperangan, bencana alam atau kecelakaan kendaraan bermotor. Tetapi tanpa itu pun seseorang akan tetap mati. Kita mengetahui semua orang akan mati tetapi kita tidak tahu kapan seseorang akan menemui ajalnya. Waktu kematian sudah ditetapkan oleh Allah dan nyawa seseorang itu tidak tertukar. Misalkan pernah ada kejadian sebuah pesawat yang jatuh. Semua penumpangnya meninggal tetapi hanya ada satu bayi yang selamat. Kenapa hal itu bisa terjadi? Karena bayi tersebut belum waktunya untuk meninggal.

Halaman Berikutnya >>

Apa komentarmu tentang postingan ini?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s