Ishfah Seven

Semangat dan Mimpi

Bila Doa Tidak Terjawab

2 Comments

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh!

Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillahirobbll ‘alamin.

Saudara-saudara kaum muslimin rohimakumullah, suatu hari seorang ulama besar yang bernama Al-Imam Al-Faqih Abu Lais tengah berjalan-jalan di Kota Bashrah, berkumpullah sekelompok orang di dekat beliau. Mereka datang mengajukan satu pertanyaan.

“Imam, kami ingin bertanya, di dalam Al-Qur’an itu Allah menjelaskan, ‘Berdoalah kepada-Ku, maka akan Aku jawab doamu’ dalam artian ‘mintalah kepada-Ku maka akan Aku kabulkan permintaanmu’ Begitulah janji Allah di dalam Al-Qur’an. Kami sudah lama berdoa kepada Allah tetapi kenapa sampai sekarang doa kami belum dikabulkan. Katanya kalau aku berdoa maka Allah akan jawab, penuhi dan kabulkan doa. Itu adalah janji Allah. Kami sudah berdoa di pagi dan sore hari, siang serta malam. Pada kenyataannya doa kami masih belum dikabulkan. Bagaimana ini? Apakah ayat Al-Qur’an yang salah? Atau Tuhan sedang tidak mendengar? Apakah doa kami yang terbalik?”

Kelihatannya ini sepele saja jika doa tidak dijawab Allah. Tapi sebenarnya jika kita mau merenung, kemalangan apa yang paling besar selain doa kita yang sudah dihiraukan dan tidak didengar oleh Allah. Artinya hidup sudah tidak di-openi (diurus) oleh Allah. Jangankan sama Allah, misalkan kita tidak di-openi sama istri saja kita menjadi bingung. Ini istri saya kenapa? Kalau saya yang salah, salah saya apa? Kalau lagi pengen sesuatu, pengennya apa? Bo ya ngomong toh, jangan diem begitu.

Ini tidak di-openi oleh Allah. kemalangan apa yang paling malang selain daripada doa yang sudah tidak didengar lagi oleh Allah. Itu hal paling malang atau menyedihkan. Bahkan jika dibandingkan dengan Kota Malang.😀

Menghadapi pertanyaan ini, Imam tersenyum lalu berkata, “Apakah Tuan-tuan tahu kenapa doa-doa Tuan tidak dijawab? Permohonan tidak dikabulkan? Dan Allah sudah tidak memedulikan Tuan-tuan ini.”

“Kami tidak tahu, Imam. Makanya kami bertanya,” tukas mereka

“Begini, hati Tuan-tuan itu mati. Dari hati yang mati maka channel tidak nyambung kepada Allah. Dari channel yang putus, tidak ada getaran setrum. Bagaimana akan timbul gejala? Hatimu mati maka pantaslah jika doa tidak dikabulkan, permohonan tidak dipenuhi, doa tidak terjawab.”

Saudara-saudara kaum muslimin rohimakumullah, dari hati yang mati ini, getaran tidak sampai kepada Allah. Nah, ini juga satu penyakit yang sangat kita khawatirkan yaitu hati kita mati selagi jasad masih hidup. Artinya, jadilah kita bangkai berjalan di hadapan Allah.

Sementara itu, kita sibuk mencari obat-obatan untuk penyakit dzohir tetapi kita lupa mencari obat untuk penangkal penyakit batin, yang kalau diserang olehnya maka akan menghancurkan kehidupan di akhirat nanti.

Perkembangan ilmu kedokteran berbanding lurus dengan ditemukannya jenis-jenis penyakit baru. Semakin maju ilmu kedokteran, semakin modern jenis penyakitnya. Ngerti juga kayaknya tuh penyakit!😀

Dulu kita tidak kenal yang namanya AIDS. Kita tidak tahu penyakit liver. Kita tidak kenal dengan sakit stress. Paling yang kita tahu itu masuk angin dan sebagainya.

Kembali kepada cerita di atas, orang-orang tadi bertanya kembali, “Apa yang menyebabkan hati kami ini mati, Imam?”

Imam menjawab, “Pertama, yang menyebabkan hatimu mati adalah kamu kenal benar dengan Allah tetapi hak-Nya untuk disembah, kewajiban kamu untuk menyembah-Nya, tidak kamu lakukan. Bagaimana Allah akan dekat dengan kita jika kita sendiri menjauh dari-Nya. Pendekatan diri kepada Allah itu dilakukan dengan menjalankan ritual keibadahan seperti sholat.”

Allah akan semakin menjauh dari kita jika hanya Allah dibicarakan dalam filsafat dan renungan yang mendalam saja. Tapi Allah akan terasa hadir dan hidup, apabila kita mendekati-Nya dengan melakukan ibadah kepada-Nya.

Soal mengenal Allah, kita tahu. Bahkan kita ajarkan hal ini kepada anak-anak kita. Kalau ditanya, siapa pencipta langit, matahari dan bumi? Maka kita jawab, Allah. Siapa pencipta gunung, lautan dan hutan belantara? Kita jawab, Allah. Kamu sudah sembahyang atau nggak? Jawabnya, bagaimana ntar aja.😀

Tanpa pendekatan, Allah akan jauh. Apabila Allah jauh maka doa tidak akan didengar-Nya. Oleh sebab itu logika mengajarkan kepada kita untuk berpayahlah dulu. Di balik kesulitan datanglah kemudahan. Nikmat baru akan terasa, kelezatan hidup baru akan terasa, setelah kita jerih payah, banting tulang, peras keringat. Rasanya memang lebih nikmat makan singkong hasil usaha sendiri ketimbang roti yang dijejelin orang.

Ini berarti kita meminta pertolongan kepada Allah tapi kita jauh dari-Nya. Sama saja dalam kehidupan kita analoginya. Misalnya, orang tidak kenal dengan Anda, ia jauh dari Anda lalu tiba-tiba ia datang mau minjam duit. Apa kesan Anda?

Enak aja! Kenal nggak, tau juga nggak. Terus datang-datang mau minjem duit. Lo kira ni duit hasil dari percetakan uang bapak lo?😀

Sedangkan, ada orang yang kita kenal dan sering bertemu setiap hari lalu ia datang untuk minjam duit saja kita masih berpikir dan menimbang-nimbang apakah akan meminjamkan duit kepadanya. Apalagi ada orang yang datang kepada kita, gak pernah. Berkunjung juga gak pernah. Ngobrol gak pernah. Lalu minta sesuatu kepada kita. Orang macam apa itu?

Ini ada orang yang datang nemuin Tuhan hanya setahun dua kali. Idul Fitri doang sama Idul Adha. Doanya cerewet banget. Minta ini-itu. Apa aja diminta.

Saudara hadirin, bagaimana doa akan dikabul dan permintaan akan dijawab jika kita jauh dari Allah. Jika kita tidak pernah menyembah-Nya. Itulah sebab hati kita menjadi mati. Maka lakukanlah upaya pendekatan kepada-Nya melalui ritual ibadah yang dicontohkan oleh Rasulullah Shollalohu Alaihi Wassalam.

Ini adalah hal pertama yang menyebabkan hatimu mati. Sama saja dengan kita yang gak kerja tapi pas akhir bulan kita nagih minta digaji. Enaknya nih kita jitak aja kepalanya. Pekerja macam apa ini? Harusnya ia kerja dulu. Baru nanti pas harinya gajian, tidak diminta pun gaji dia akan diberikan.

Begitu juga dengan beribadah. Ibadahlah dulu kepada Allah. Soal Allah memberikan karunia dan nikmat-Nya kepada kita, itu adalah urusan Allah. Apabila kita dekat dengan-Nya, ibadah yang kita lakukan sudah benar maka karunia itu akan datang kepada kita dengan sendirinya.

Halaman Berikutnya >>

2 thoughts on “Bila Doa Tidak Terjawab

  1. Subhanallah… masalah sepele yg sering terlupakan…. namun begitu besar pengaruhnya..
    Syukron Jazakallah akhi Isfah7…

Apa komentarmu tentang postingan ini?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s