Ishfah Seven

Semangat dan Mimpi

Aleppo

Fenomena OM TELOLET OM saat ini sedang viral dan mewabah ke suluruh dunia. Bermula dari keisengan anak-anak di pinggir jalan yang meminta supir bis menyalakan klakson bisnya saat melewati mereka. Dengan suara khas klakson yang berbunyi telolet yang dapat membuat anak-anak tersebut tertawa riang gembira.

Selain telolet, negera Indonesia tercinta ini sedang dirudung banyak kejadian dan bencana. Seperti kasus penistaan agama, bom panci, aksi demo, gempa, banjir, pilkada dan lain sebagainya. Tidak hanya di Indonesia, nun jauh di luar negeri sana juga terjadi bencana kemanusiaan yang memprihatinkan yaitu perang saudara di Kota Aleppo, Suriah.

Mari kita rehat sejenak dari persoalan dalam negeri yang membuat pening kepala. Kita akan mempelajari tentang kondisi Aleppo saat ini, dimana banyak saudara kami yang beragama muslim telah meninggal dunia akibat perang. Berbagai macam kecaman telah dilontarkan warga dunia yang mengutuk perang tersebut. Namun, pada saat yang bersamaan, Alhamdulillah, bantuan demi bantuan pun berangsur-angsur dikirmkan ke Aleppo. Contoh kecilnya adalah dari Badan Dakwah Islam dari kantor kami yang telah menggalang dana kemanusiaan setelah sholat Jumat di Citiwalk. Oleh panitianya, dana yang terkumpul tersebut segera diberikan kepada PKPU guna disalurkan ke Aleppo.

Namun, apakah Sahabat tahu dimanakah Aleppo berada? Apa sih penyebab terjadinya perang? Bagaimana reaksi dunia mengenai perang yang sudah hampir berlangsung selama 6 tahun ini?

Untuk mengetahui jawabannya, mari simak penjelasan berikut.

syria-map

Aleppo (/əˈlɛp/; bahasa Arab: ﺣﻠﺐ / ALA-LC: Ḥalab, IPA: [ˈħalab]) adalah sebuah kota di Suriah yang menjadi ibu kota Kegubernuran Aleppo yang berpopulasi terbesar dalam Kegubernuran di Suriah. Dalam beberapa abad, Aleppo adalah kota terbesar wilayah Syam dan kota ketiga terbesar Kesultanan Utsmaniyah, setelah Konstantinopel dan Kairo.

Aleppo adalah sebuah kota kuno besar dan salah satu kota tertua di dunia yang terus menerus didiami; diperkirakan sudah didiami sejak abad ke-6 SM. Penggalian di Tell as-Sawda dan Tell al-Ansari, persis di selatan Kota Kuno Aleppo, memperlihatkan daerah yang sibuk sejak paling kurang dari abad ke-3 SM; dan hal ini juga saat Aleppo pertama kali disebutkan dalam lembaran-lembaran tulisan kuno yang digali di Ebla dan Mesopotamia, yang di dalam itu tertulis bahwa Aleppo sebagai kota perdagangan dan keahlian militer.

aleppo-city

Saat Terusan Suez dibuka pada 1869, perdagangan dialihkan ke laut dan Aleppo perlahan-lahan mulai ditinggalkan. Saat Kejatuhan Kesultanan Utsmaniyah setelah Perang Dunia I, daerah pedalaman Aleppo diserahkan kepada Turki Modern, untuk kepentingan jalur kereta api yang menghubungkannya ke Mosul. Pada 1940-an, Aleppo kehilangan akses utama menuju laut, Antakya dan Alexandretta, serta ke Turki. Akhirnya, pengasingan Suriah di akhir beberapa dekade lebih lanjut membuat situasi menjadi lebih buruk. Sejak Pertempuran Aleppo yang dimulai pada 2012, kota ini menderita kerusakan yang besar, dan menjadi kota paling parah terkena akibat Perang Sipil Suriah.

ruin-of-aleppo

war-at-aleppo

Perang Saudara di Suriah (bahasa Arab: الحرب الأهلية السورية) adalah sebuah konflik bersenjata berbagai pihak dengan intervensi internasional yang berlangsung di Suriah. Kerusuhan tumbuh sejak protes kebangkitan dunia Arab tahun 2011, dan meningkat ke konflik bersenjata setelah kekerasan atas protes kepada Pemerintah Presiden Bashar al-Assad untuk menekan pengunduran dirinya.

Di bawah rezim Assad, Suriah melalui reformasi ekonomi neoliberal yang signifikan. Reformasi ini diperburuk kesenjangan kekayaan, yang dikombinasikan dengan resesi dan beberapa tahun kekeringan yang menyebabkan penyebaran kebangkitan dunia Arab untuk Suriah. Protes cepat menyebar ke daerah-daerah yang didominasi Kurdi di utara Suriah.

Pertempuran Aleppo di tahun 2012 dikenal dengan sebutan “induk dari semua pertempuran”  di mana terdapat konfrontasi militer yang terjadi di Aleppo, Suriah antara militer Suriah dengan Tentara Pembebasan Suriah. Pertempuran ini dimulai pada tanggal 19 Juli 2012 sebagai bagian dari serangkaian Perang Sipil Suriah. Bentrokan berawal dengan dilancarkannya serangan oleh Tentara Pembebasan Suriah terhadap kota Aleppo, di mana kota ini merupakan kota terbesar sekaligus pemegang kekuasaan dan pusat ekonomi strategis di Suriah. Pertempuran menyebabkan kehancuran yang fatal terhadap Kota Kuno Aleppo, sebuah Situs Warisan Dunia UNESCO.

Demonstrasi besar-besaran terhadap pemerintah Suriah terjadi di Aleppo pada tanggal 20 Juli 2012. Di bagian Aleppo Utara, Tentara Pembebasan Suriah (TPS) telah mengklaim kontrolnya atas beberapa kota dan distrik, diantaranya Tal Rifaat, Azaz dan Al-Bab. Pertempuran dimulai saat puluhan pemberontak TBS menembus ke dalam kota Aleppo. Para warga kemudian mengecat dinding mereka dengan gambar bendera pra-Ba’athis untuk menyimbolkan revolusi.

demonstrant-1

demonstrant-2

Mayoritas kawasan di Aleppo yang dikuasai para pemberontak dibombardir oleh pasukan pemerintah dan pertempuran lainnya pecah di sejumlah distrik. Pertempuran terbaru ini berlangsung hanya beberapa saat setelah voting Majelis Umum PBB yang mengkritik soal kegagalan Dewan Keamanan untuk bertindak di Suriah. Pusat pertempuran berlangsung di sekitar kawasan selatan Damaskus dimana baku tembak dilaporkan berlangsung di Tadamon, meski sebelumnya telah diserang oleh pasukan pemerintah. Pertempuran juga terjadi di sejumlah bagian di pusat ibu kota, dan dilaporkan oleh BBC bahwa pertikaian berikutnya terjadi di bagian barat kota dan di sekitar Dumar. Sementara itu lebih dari 200.000 rakyat Suriah telah meninggalkan Aleppo. Namun menurut PBB, banyak dari penduduk Aleppo yang masih terjebak dan berlindung di gedung-gedung sekolah dan bangunan publik lainnya.

aleppo-war-1

 

Aleppo Battle between Govt. Army, Terrorists Play Decisive Role in Syrian War, Why?

aleppo-war-3

aleppo-war-4

aleppo-war-5

Free Syrian Army fighters exchange fire with regime forces in the Salah Al Din neighborhood of Aleppo, Aug. 22.

aleppo-war-7

aleppo-war-8

aleppo-war-9

aleppo-war-10

aleppo-war-11

Lalu, bagaimanakah masyarakat dunia menanggapi perang ini?

  1.  Perancis – Kementerian Luar Negeri Perancis mengatakan bahwa “dengan adanya penumpukan senjata berat di sekitar Aleppo, Presiden Suriah, Bashar al-Assad sedang bersiap untuk melakukan pembantaian pada rakyatnya sendiri”, sementara Italia dan ketua Dewan Keamanan PBB juga menuduh pemerintah bersiap untuk membantai warga sipil.
  2.  Rusia – Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov menyatakan bahwa “mitra Barat kami beserta beberapa negara tetangga Suriah pada dasarnya mendorong, mendukung dan mengarahkan perjuangan bersenjata untuk melawan rezim“. Lavrov juga menambahkan bahwa akan lebih realistis jika Angkatan Bersenjata Suriah tidak melawan ketika pemberontak menduduki Aleppo. “Bagaimana kalian bisa berharap bahwa dalam situasi seperti ini, pemerintah hanya akan berdamai dan berkata ‘Baiklah, aku salah. Ayo, jatuhkan saya, dan ubahlah rezim’?”
  3.  TurkiPerdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdoğan mendesak tindakan internasional, dan mengatakan bahwa kita tidak mungkin “untuk tetap menjadi penonton” atas pertempuran di Aleppo. Reuters melaporkan bahwa Turki telah bersekutu dengan Arab Saudi dan Qatar untuk memberikan bantuan militer dan komunikasi kepada Tentara Pembebasan Suriah dengan mendirikan basis di kota Adana. Reuters juga mengutip satu sumber yang berbasis di Doha yang menyatakan bahwa Turki, Qatar dan Arab Saudi telah memberikan bantuan senjata dan pelatihan kepada para pemberontak.
  4.  InggrisWilliam Hague, Menteri Luar Negeri Inggris juga menyatakan bahwa “dunia harus bertindak untuk mencegah pembantaian di Aleppo.”
  5.  Amerika Serikat – Amerika Serikat mengatakan bahwa pihaknya mengkhawatirkan akan terjadinya pembantaian baru di Aleppo oleh pemerintah Suriah: “Kekhawatiran kami adalah bahwa kita akan melihat pembantaian di Aleppo dan itulah yang tampaknya dipersiapkan oleh rezim Assad.”

support-aleppo

Sementara itu sebagaimana dikutip dari Aksi Cepat Tangap menyebutkan bahwa keadaan Aleppo Suriah saat ini bersimbah darah akibat serangan rezim Assad yang menimpa warga sipil. Berita terkini dari Al-Jazzera, kemelut perang yang terjadi di Suriah hingga saat ini malah semakin parah. Peristiwa berdarah ini membuat banyak pihak di berbagai negara dari media sosial mengecam tindakan serangan membabi-buta yang melukai dan menewaskan warga sipil di Aleppo Suriah tersebut.

Jutaan orang menyuarakan tagar #AleppoIsBurning di media sosial sebagai tanda keprihatinan dan kecaman. Halaman foto profil sosial media jutaan orang di dunia mengubah gambarnya menjadi warna merah polos. Sebuah warna yang menyiratkan duka dan keprihatinan mendalam.

Kabar dari media lokal di Suriah yang pro rezim mengatakan, serangan di Aleppo selama 10 hari terakhir dilakukan untuk memotong jalur distribusi para pemberontak sipil yang berada di dekat perbatasan Turki. Walau Assad berdalih demikian, namun terbukti serangan mematikan rezim pemerintah malah menargetkan banyak fasilitas sipil.

Serangan rezim Bashar al Assad menggempur warga sipilnya sendiri. Konflik di Aleppo menjadi puncak dari tindakan barbar yang dilakukan rezim pemerintahan Assad dengan sokongan Rusia atas warganya sendiri. Dengan dalih melawan gelombang pasukan oposisi yang menentang pemerintah, jet tempur dan helikopter melontarkan bom udaranya tepat di atas fasilitas publik. Ledakan paling fatal menghantam fasilitas medis Al Quds di Aleppo, sebuah rumah sakit spesialis penyakit anak-anak.

air-attack

Kabar terakhir dari sumber Al Jazeera, Syrian Observatory for Human Rights, dalam 10 hari terakhir, serangan itu telah makan banyak korban di Aleppo. Sedikitnya telah menewaskan 253 warga sipil. 49 jiwa di antaranya adalah anak kecil. Mereka, anak-anak Aleppo kebanyakan tewas karena percikan bom barrel yang menembus tubuh kecil tak bersalah. Tak sedikit pula tubuh kecil yang terjebak dalam darurat perang itu tewas karena tertimbun reruntuhan bangunan, imbas dari ledakan bom jet tempur Assad.

Bantuan kemanusiaan dari berbagai negara termasuk dari Indonesia (Aksi Cepat Tanggap) terus berusaha membantu meringankan beban korban di Aleppo dan para pengungsi di perbatasan yang belum tahu kapan mereka bisa menjalani hidup dengan tenang. Bahkan mereka untuk mendapatkan makanan saja sangat sulit, apalagi bantuan makanan yang dikirimkan sering mengalami kesulitan masuk di berbagai wilayah. Sampai saat ini para pejuang kemanusiaan tak pernah menyerah untuk terus mengulurkan bantuan untuk saudara di Suriah yang mereka sangat menderita.

Alhamdulillah, amanah donasi bangsa Indonesia untuk warga Suriah kembali tersalurkan melalui tim #SOSSyria XI (sebelas) ACT. Ialah Kamp Adanalıoğlu di kota Mersin, Turki, yang menjadi titik distribusi ratusan paket pangan untuk para pengungsi asal Suriah yang sudah bertahun-tahun menetap di sana.

Di kota Mersin, terdapat lebih dari 200 ribu jiwa pengungsi asal Suriah. Dari puluhan titik kamp pengungsian Suriah di Mersin, Kamp Adanalıoğlu diisi oleh pengungsi asal Suriah yang tidak memiliki status, tidak terurus, dan tidak memiliki tempat tinggal yang layak. Mirisnya kondisi para pengungsi di kamp tersebut, menjadikan tim #SOSSyria ACT memilih Kamp Adanalıoğlu sebagai lokasi distribusi bantuan bangsa Indonesia.

Alhamdulillah, untaian senyum serta ucapan syukur dan terima kasih dari mereka, terus menerus terlihat dan terdengar oleh tim #SOSSyria ACT. Doa-doa mereka, Insya Allah terus mengalir bagi bangsa Indonesia yang telah peduli dan menyisihkan sebagian rezekinya untuk meringankan sedikit beban hidup mereka di pengungsian.

ACT terus mengajak segenap bangsa Indonesia untuk menyalurkan kepedulian bagi mereka. Minimal, doakanlah mereka atau bagikan informasi ini ke rekan-rekan dan keluarga. Semoga kabar bahagia ini dapat menginspirasi kita untuk terus peduli dan berbagi

syukron-indonesia

Semoga Allah selalu menjaga saudara kami di Aleppo. Semoga perang segera berakhir dan berganti damai. Semoga umat Islam menjadi lebih kuat dalam persatuan.

Amin.

SUMBER :

  1. Dompetsosial
  2. Kiblat.net
  3. Wikipedia : Aleppo
  4. Wikipedia : Perang Saudara Suriah
  5. Wikipedia : Pertempuran Aleppo

Yuk, baca artikel menarik lainnya di sini.

Advertisements

Comments are closed.