Ishfah Seven

Semangat dan Mimpi

Belajar dan Berlatih Tiada Henti

Assalamualaikum Warohmatullohi Wabarokatuh!

Masih ingat 7B sebagai kiat untuk membangun bangsa ini?

  1. Beribadah dengan benar
  2. Berakhlak yang baik
  3. Belajar dan berlatih tiada henti
  4. Bekerja keras dengan cerdas
  5. Bersahaja dalam hidup
  6. Bantu sesama
  7. Bersihkan hati selalu

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas poin nomor 3 yaitu Belajar dan berlatih tiada henti. Kenapa seseoramg harus berlaku seperti itu? Seseorang yang tidak mau belajar untuk menguasai suatu ilmu maka ibarat tangan dan kakinya diborgol dan tubuhnya dirantai. Ia tidak bisa apa-apa dan tidak bisa kemana-mana.

Katanya kalau negara mau maju maka masyarakatnya harus membaca untuk belajar tetapi kita ini baru pada tahap belajar untuk membaca. Dibandingkan belajar, kita lebih banyak ngobrol. Orang yang tidak memiliki ilmu tidak bisa membuat sesuatu yang sederhana apalagi menciptakan sesuatu yang hebat dan sempurna.

Sahabat, semoga Allah Yang Maha Gagah dan Maha Perkasa menggolongkan kita menjadi orang yang mempunyai kekuatan, baik lahir dan bathin. Sebab ternyata orang yang dianggap lebih baik dan dicintai oleh Allah adalah orang yang mempunyai kekuatan. Salah satu kekuatan yang utama adalah kekuatan ilmu pengetahuan.

الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِل اللهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ

Mukmin yang kuat jauh lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah. (H.R. Muslim)

Saudaraku sekalian, bagaimana caranya supaya bisa kuat? Ada dua hal yang bisa menjadikan dirimu orang yang kuat yaitu mengetahui ilmunya dan mau berlatih mengamalkan ilmunya.

Kita tahu Ade Rai, seorang atlet binaragawan terkenal di Indonesia. Dia memiliki badan yang besar. Dia bisa seperti itu karena dia tahu bagaimana cara membesarkan badannya dan selalu berlatih setiap hari untuk menjaga bentuk badannya tersebut. Dalam hal mencari nafkah, kita bisa kuat secara ekonomi asalkan kita tahu ilmunya dan mau berlatih. Kalau mau jago berkelahi maka seseorang harus tahu ilmu bela diri dan terus-menerus melatihnya. Apa pun yang kita mau ahli dalam suatu bidang, syaratnya adalah dua hal tersebut.

quran-surat-ali-imran-ayat-26

Katakanlah (Muhammad), “Ya Allah, Wahai Penggenggam Kerajaan, Engkau berikan kerajaan dan kekuasaan kepada siapa saja yang Engkau kehendaki, Engkau ambil kekuasaan dari siapa saja yang Engkau kehendaki, Engkau muliakan siapa saja yang Engka kehendaki dan Engkau hinakan siapa saja yang Engkau kehendaki. Di dalam genggaman-Mu segala kebaikan. Engkau-lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Al-Quran Surat Ali Imran Ayat 26)

Sebagian Ahli Tafsir mengatakan bahwa orang mulia itu tergantung dari kekuasaan yang dimilikinya. Semakin besar kekuasaannya, semakin tinggi kemuliaannya. Bukankah begitu?

Seorang Wali Kota dimuliakan di kotanya. Tetapi saat bertemu Gubernur maka kemuliaannya turun karena ada orang yang lebih tinggi kekuasaannya. Begitu juga dengan Menteri atau Presiden yang memiliki kemuliaan dan kekuasaan sebesar wilayah kekuasaannya itu.

Lalu kenapa ada pejabat yang mempunyai kekuasaan tetapi ia jatuh? Penyebabnya adalah dia mempunyai kekuasaan di suatu daerah tertentu tetapi dia tidak memiliki kekuasaan atas dirinya sendiri. Contohnya seorang pejabat yang serakah akhirnya melakukan korupsi di kantornya. Ia melakukan hal itu karena tidak mampu menguasai dirinya sendiri untuk berbuat keburukan. Maka setiap hari kita harus bisa berlatih bukan untuk menguasai orang lain melainkan untuk berlatih mengontrol diri sendiri.

Contoh lainnya, kenapa ada anak-anak yang tidak betah dekat dengan ibu? Sebab Ibu menguasai anak sebagai anaknya tetapi ia tidak bisa menguasai mulutnya sendiri, ia tidak dapat menguasai emosinya sendiri dan tidak bisa mengontrol amarahnya. Makanya ada anak yang bila ketemu ibunya, ia langsung gemetaran karena ibunya sering mengomel, mengumpat dan menghardiknya.

Sahabat, seseorang yang tidak mampu menguasai mata, mulut, syahwat dan amarah bisa membuatnya menjadi orang yang lemah. Salah satu cara agar membuat hati tidak menjadi lemah adalah dengan membiasakan diri untuk menjaga hati. Karena menjaga hati juga penting untuk kehidupan.

Jagalah hati jangan kau kotori
Jagalah hati lentera hidup ini
Jagalah hati jangan kau nodai
Jagalah hati cahaya illahi

Bila hati kian bersih, pikiran pun kian jernih
Semangat hidup kan gigih, prestasi mudah diraih
Namun bila hati busuk, pikiran jahat merasuk
Akhlak kian terpuruk, jadi mahluk terkutuk

Bila hati kian suci, tak ada yang tersakiti
Pribadi menawan hati, ciri mukmin sejati
Namun bila hati keruh, batin selalu gemuruh
Seakan dikejar musuh, dengan Allah kian jauh

Bila hati kian lapang, hidup sempit tetap senang
Walau kesulitan datang, dihadapi dengan tenang
Tapi bila hati sempit, segalanya makin rumit
Seakan hidup terhimpit, lahir batin terasa sakit

Bila hati kian benci, tutur kata penuh benci
Perilaku tak terpuji, bisa jadi mahluk keji
Namun bila penuh sayang, hati pun akan disayang
Hidup pun terasa lapang, hidup bersama kan senang

Bila hati bertawadlu, hidup indah semanis madu
Akhlak menawan qalbu, berpisah pun slalu dirindu
Tapi bila hati takabur, bathin pun slalu berdebur
Merasa sehebat guntur, akhirya masuk kubur

Bila hati penuh dendam, bagai api dalam sekam
Penuh bara kehancuran, hidup jadi mengerikan
Tapi bila memaafkan, bathin tentram menyejukan
Asal lawan jadi kawan, hidup damai kita rasakan

Bila hati iri dengki, tak rela orang dapat rizki
Tak pernah mau memuji, hanya bisa mencaci maki
Namun hati yang bersyukur, kebaikan tak pernah kendur
Apalagi bila kita akur, negeri ini akan segera makmur

Bila hati bermusuhan kedamaian hanya impian
Hidup saling melumpuhkan, negeri ambruk memilukan
Namun bila hati bersatu, kekuatan kan terpadu
Kita bangkit untuk maju, bangun negeri yang kita rindu

Halaman Berikutnya >>

Advertisements

Comments are closed.