Ishfah Seven

Semangat dan Mimpi

Definisi Cinta

Cara terbaik untuk mengetahui apa itu cinta adalah dengan jatuh cinta. Sehingga jika saya menjelaskan kepada orang yang belum jatuh cinta maka cinta yang saya jelaskan hanyalah sebagai teori.

Sudah berabad-abad manusia telah berusaha untuk mendefiniskan cinta. Dan tidak ada definisi yang pernah sama tentang cinta. Jadi karena tidak ada pengertian yang mutlak tentang cinta, kita bisa mengartikan cinta sesuai dengan versi masing-masing.

Nah, dari semua definisi tentang cinta, yang mirip pengertiannya yaitu cinta merupakan sebuah ketertarikan hebat yang tidak masuk akal. Mengapa demikian? Karena dalam ketertarikan itu, orang yang sedang merasakan jatuh cinta cenderung mengabaikan semua norma, peraturan dan ketentuan yang selama ini dipelajarinya (sebelum ia jatuh cinta).

Ada orang yang gampang berbicara jika ia tidak membutuhkan cinta. Ia berkata. “Ah, cinta itu untuk apa? Yang penting itu karir dulu. Yang penting itu study dulu.“ Dia seperti itu karena dia belum jatuh cinta.

Kalau mau setelah jatuh cinta atau di dalam perasaan jatuh cinta itu dia berlaku baik maka ia tidak boleh sombong sebelum ia beneran jatuh cinta. Tidak boleh menghina, menafikan atau menyepelekan cinta sebelum ia merasakan jatuh cinta. Karena orang-orang yang sombong sebelum ia jatuh cinta akan diberikan pelajaran yang pantas bagi orang sombong saat ia jatuh cinta. Semua orang sombong itu akan dididik oleh Allah melalui ujian dan cobaan.

Contoh lainnya, misalkan ada orang yang berkata, “Aku tidak butuh uang.” Maka ketika ia punya banyak uang, ia akan sering sekali mengalami kehilangan uang atau sering tertipu. Sehingga ia tidak boleh lagi bersikap sombong.

Ada juga orang yang mengejek orang lain yang sedang galau dengan berkata, “Sekarang itu udah gak zaman lagi untuk galau.” Disitu ada sifat sombong maka ia akan segera digalaukan dalam berbagai hal.

Nah, sama dengan orang yang belum pernah jatuh cinta lalu ia menyombongi cinta. Sehingga seseorang harus bisa memelihara perilaku baik sebelum ia bisa jatuh cinta agar ia bisa tetap berlaku baik saat ia mengalami sebuah ketertarikan hebat yang tidak masuk akal. Karena setelah jatuh cinta itu seperti free fall atau terjun bebas/jatuh, seperti semuanya sudah tidak bisa dipakai lagi, sudah tidak masuk akal lagi, kecuali kemuliaan dirinya sendiri (yang sudah ia latih sebelum jatuh cinta).

Orang yang mengerti bahwa dirinya harus mulia maka ia akan tetap terjaga saat ia jatuh cinta. Misalnya, seorang wanita yang baik memang akan menuntut perhatian tetapi ia tidak akan menjadikan dirinya sebagai pengemis perhatian. Tidak jadi pengemis berarti menjaga kemuliaan diri.

love-dice

Contoh lainnya, seseorang berkata, “Oh, itu mendekati zina.” Perbuatan mendekati zina itu bisa terjadi tidak hanya bagi orang yang sedang jatuh cinta tetapi bisa siapa saja dan dimana saja. Sehingga sebetulnya yang paling penting adalah orangnya. Apakah ia mampu untuk mengendalikan kemuliaan dirinya atau tidak.

Tidak ada yang bisa menyiapkan cinta itu karena cinta selalu datang mendadak dan tidak bisa diduga. Bahkan cinta bisa datang di tempat yang tidak kita rencanakan. Cinta terjadi secara alamiah. Jadi, kita itu harus jadi pribadi yang siap ditemukan oleh cinta.

Masalahnya, cinta itu juga menguji. Belum tentu cinta yang datang itu adalah cinta yang final. Cinta pertama itu adalah cinta yang mengenalkan kita kepada diri kita sendiri. Orang yang jatuh cinta itu lebih tahu tentang dirinya daripada pasangan yang ia jatuh cintai. Contohnya ia bisa jadi tahu kalau ia ternyata bisa tahan tidak tidur semalaman hanya untuk telponan dengan sang pujaan hati. Padahal telinganya bisa panas karena ia berjam-jam menelpon kekasihnya. Jadi, orang itu banyak tahu tentang dirinya setelah ia jatuh cinta.

Kemudian ada orang yang jatuh cinta lalu patah hati, jatuh cinta lagi dan patah hati lagi. Dengan begitu ia jadi mulai mengerti tentang cinta. Lalu ia tidak menggunakan cinta sebagai alasan untuk merusak segala sesuatu tetapi menggunakan cinta untuk melewati jalur-jalur atau perjalanan yang akan membuatnya menjadi orang yang hebat.

Nah, itu semua bagi orang yang belum jatuh cinta hanya akan menjadi sekedar teori. Setelah ia jatuh cinta, ia malah lupa teori. Itulah sebabnya, kita harus dekat dengan orang tua, penasihat, guru atau teman yang selalu mengingatkan kita tentang kebaikan. Sehingga jika seseorang senantiasa melatih kebaikan dalam dirinya maka ia akan mempunyai refleks dalam berbuat kebaikan. Ia akan spontan berbuat baik pada situasi tertentu. Dalam dunia bela diri, refleks itu sangat dibutuhkan ketika misalnya ada seseorang yang akan menyerangnya maka ia bisa dengan segera melawannya. Untuk nge-block atau memukul lawannya.

Sama dengan kehidupan. Seseorang yang tidak mempunyai refleks yang baik terhadap pengaruh buruk maka misalnya saat ia jatuh cinta, ia akan buruk sekali dalam menjalin hubungan dengan pasangannya. Tapi jika ia punya refleks yang baik maka ia akan tahu mana cinta yang asli, cinta yang palsu, ini yang harus aku follow up atau ini yang harus aku tinggalkan.

(SUMBER : Channel Youtube – Mario Teguh)

Perlu motivasi lainnya? Klik di sini.

Advertisements

Comments are closed.