Ishfah Seven

Semangat dan Mimpi

7 Informasi Tentang Sejarah Masuknya Islam di Indonesia

Apa tujuan dari penyebaran Islam di Indonesia?

Islam disebarkan di Indonesia oleh para da’i (Ahli Dakwah Islam), para pedagang muslim Arab dan Wali Songo karena Islam merupakan agama kasih sayang bagi seluruh alam semesta. Segala aspek kehidupan manusia diatur dalam agama Islam yang tertuang di dalam pedoman umat islam yaitu Al-Quran dan Hadis.

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

 

Kami tidak mengutus engkau, Wahai Muhammad, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia” (QS. Al Anbiya: 107)

Rahmat dalam Islam adalah rahmat yang sesuai dengan kehendak Allah dan ajaran-Nya, baik berupa perintah atau larangan-Nya. Secara etimologis, Islam berarti patuh, tunduk, selamat, damai dan sejahtera, Secara Terminologi, Islam adalah tunduk dan patuh serta menyerahkan diri dengan sepenuh hati kepada Allah dengan mengakui kebesaran dan keagungan-Nya di samping melakukan suruhan dan meninggalkan larangan-Nya.

Sedangkan rahmatan lil `alamin berarti alam semesta yang mencakup bumi beserta isinya. Maka yang dimaksud dengan Islam Rahmatan lil’alamin adalah Islam yang kehadirannya di tengah kehidupan masyarakat mampu mewujudkan kedamaian dan kasih sayang bagi manusia maupun alam.

Ibnu Qayyim Al Jauziyyah dalam Tafsir Ibnul Qayyim berkata: “Pendapat yang lebih benar dalam menafsirkan ayat ini adalah bahwa rahmat disini bersifat umum. Dalam masalah ini, terdapat dua penafsiran: Pertama: Alam semesta secara umum mendapat manfaat dengan diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa sallam. Kedua: Islam adalah rahmat bagi setiap manusia, orang yang beriman menerima rahmat ini dan mendapatkan manfaat di dunia dan di akhirat. Sedangkan orang kafir menolaknya.

Muhammad bin Ali Asy Syaukani dalam Fathul Qadir berkata: “Makna ayat ini adalah ‘Tidaklah Kami mengutusmu, wahai Muhammad, dengan membawa hukum-hukum syariat, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia tanpa ada keadaan atau alasan khusus yang menjadi pengecualian’. Dengan kata lain, ‘satu-satunya alasan Kami mengutusmu, wahai Muhammad, adalah sebagai rahmat yang luas. Karena kami mengutusmu dengan membawa sesuatu yang menjadi sebab kebahagiaan di akhirat. ”

Muhammad bin Jarir Ath Thabari dalam Tafsir Ath Thabari berkata: “Para ahli tafsir berbeda pendapat tentang makna ayat ini, tentang apakah seluruh manusia yang dimaksud dalam ayat ini adalah seluruh manusia baik mu’min dan kafir? Ataukah hanya manusia mu’min saja? Sebagian ahli tafsir berpendapat, yang dimaksud adalah seluruh manusia baik mu’min maupun kafir.

Pendapat ahli tafsir lain mengatakan bahwa yang dimaksud adalah orang-orang beriman saja. Pendapat yang benar dari dua pendapat ini adalah pendapat yang pertama, sebagaimana riwayat Ibnu Abbas yaitu Allah mengutus Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wa sallam sebagai rahmat bagi seluruh manusia, baik mu’min maupun kafir. Rahmat bagi orang mu’min yaitu Allah memberinya petunjuk dengan sebab diutusnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa sallam. Beliau Shallallahu ‘alaihi Wa sallam memasukkan orang-orang beriman ke dalam surga dengan iman dan amal mereka terhadap ajaran Allah. Sedangkan rahmat bagi orang kafir, berupa tidak disegerakannya bencana yang menimpa umat-umat terdahulu yang mengingkari ajaran Allah.

 Halaman Berikutnya >>

Advertisements

Comments are closed.