Ishfah Seven

Semangat dan Mimpi

7 Informasi Tentang Sejarah Masuknya Islam di Indonesia

Bagaimana kondisi Islam di Indonesia pada saat ini?

Saat ini, di tahun 2017, masyarakat Indonesia telah mengalami banyak perkembangan dan pertumbuhan dalam tubuh Islam. Segala macam berita tentang Islam, baik yang mendukung atau menyudutkan dan melecehkan Islam telah banyak beredar di media cetak, media masa dan media sosial. Kami, para umat islam sedang diuji tentang persatuan dan aqidah. Ada begitu banyak masalah yang menggerogoti umat Islam. Jika kita melihat sejarah masuknya Islam yang penuh perjuangan, maka saat ini pun kita tidak boleh menyerah ketika umat islam diserang oleh orang-orang kafir dan munafik. Kita harus kuat, bersatu dan senantiasa bertaqwa kepada Allah.

Permasalahan Umat saat ini jika kita fikirkan dengan seksama tidak pernah kunjung habis. Bertubi-tubi tiap hari dan tiap waktu timbul permasalahan baru. Permasalahan satu belum selesai sudah muncul permasalahan baru yang menutupi. Sungguh miris ketika kita renungkan kembali, karena bangsa yang sangat terkenal dengan jumlah penduduknya yang mayoritas muslim ini tidak bisa menyelesaikan permasalahan bangsa yang ada. Pribadi-pribadi muslim itu bak buih yang mengambang, tiada jelas arah dan tujuan, dan cenderung mengikuti arus zaman saat ini. Pribadi-pribadi itu tidak bisa membawa perbaikan dan perubahan ke hal yang positif buat kehidupan masyarakat saat ini. Jangankan masyarakat, diantara mereka ada yang tidak membawa kehidupan pribadi mereka menuju hal-hal yang baik. Seperti inikah kondisi negara muslim terbesar di dunia? Apa yang membuat hal ini bisa terjadi?

Fakta yang terjadi yang membuat kondisi umat ini semakin terpuruk dihimpit permasalahan adalah terdapat kelemahan-kelemahan pada individu-individu muslimnya. Mulai dari pemasalahan aqidah, hingga masalah pergerakan dan pengorganisasian yang terus menerus diserang. Coba kita lihat sebagian besar muslim di Indonesia hanyalah muslim keturunan dan tidak memahami esensi dari menjadi seorang muslim itu sendiri, sehingga wajar jika nantinya banyak ditemukan orang-orang yang mengaku muslim tetapi memiliki konsep aqidah yang salah.

Lalu tidak hanya sebatas itu, kondisi umat saat ini juga bisa menggambarkan tingkat pendidikan dan pengetahuan yang sangat buruk akan islam. Tidak sedikit orang yang tidak mengerti mengenai tatacara ibadah sehari-hari umat islam. Tidak sedikit pula yang tidak mengerti akan hukum-hukum syar’i dan muamalah yang ada di dalam islam. atau tidak sedikit pula yang tidak mengerti akan ilmu-ilmu dalam islam (fiqih, tarikh, dan lain-lain). Mereka semua lebih bangga ketika bisa mempelajari ilmu-ilmu dunia (yang terkadang sangat sedikit manfaatnya atau malah tidak bermanfaat sama sekali).

Selanjutnya permasalahan berlanjut pada dakwah islam. Banyak muslim saat ini yang menganggap bahwa berdakwah dan menyampaikan tentang islam adalah kerjaan para ustad saja. Padahal sesungguhnya perintah berdakwah itu sama wajibnya dengan perintah sholat. Lalu kenapa kita mengingkari dan enggan untuk menyampaikan kabar tentang islam? Malah kita sibuk dengan urusan pribadi yang hal tersebut juga bukan dalam hal meningkatkan kapasitas dan keilmuan kita.

Permasalahan berlanjut pada pengorganisasian dalam dakwah. Banyak umat islam yang masih memiliki kapasitas keislaman yang terbatas merasa superior sehingga meninggalkan jama’ah dakwah. Perlu kita sadari bahwa ketika berdakwah kita tidak bisa sendirian, perlu jamaah yang berfungsi untuk nantinya mengingatkan ketika kita salah dan yang akan menguatkan ketika kita lemah.

Jika dibahas lebih mendalam lagi permasalahan pada umat ini tak akan ada akhirnya. Tidak dapat kita pungkiri bahwa memang seperti itulah kondisi umat islam saat ini. Tetapi di tengah permasalahan itu, orang yang bijak akan selalu mencari solusi di tengah kemelut yang berkepanjangan ini. Setelah kita kritisi dan terjun lebih mendalam lagi atas kondisi umat islam saat ini, maka sesungguhnya terdapat solusi yang dapat kita implementasikan. Tarbiyah dan Harakah islamiyah merupakan salah satu solusi yang ketika kita implementasikan insya allah bisa mengatasi permasalahan umat saat ini. Dakwah Harakiyah yang intergral (terus mengalami peningkatan) yang bersifat Robbaniyah, Manhajiyah, Marhaliyah, Awlawiyah, Realisitis dan tawazzun.

Robbaniyah merupakan sifat dakwah yang menyempurnakan ilmu dan ketaqwaannya kepada Allah SWT. Sifat dakwah yang tujuannya hanya Allah SWT. Lalu Manhajiyah merupakan sifat dakwah yang sesuai dengan konsep dan metode pergerakkan yang telah di tetapkan. Sehingga pergerakan yang kita lakukan benar-benar memiliki arahan yang jelas kedepannya. Dakwah juga memerlukan marhaliyah atau tahapan karena dakwah bukanlah kegiatan yang bersifaat linear. Kita tidak bisa memprediksikan apa-apa yang akan terjadi pada dakwah ke depannya sehingga ketika sebuah proses gagal, maka yang kita lakukan adalah melanjutkan proses yang gagal tadi dan kita tidak perlu menyesali proses yang telah kita lakukan.

Selanjutnya sifat dakwah yang perlu kita tanamkan adalah awlawiyah atau prioritas. Dalam berdakwah kita harus punya prioritas. Memprioritaskan Kualitas atas Kuantitas; memprioritaskan pemahaman atas hafalan; memprioritaskan sesuatu manfaat yang lebih besar dan luas atas suatu manfaat yang kurang atau malah tidak bermanfaat; memprioritaskan hal prinsip atas hal furu’ (cabang); memprioritaskan wala’ (loyal) terhadap umat islam atas wala’ terhadap kelompok atau individu; dan lain-lainnya. Tidak hanya itu, dakwah juga harus sesuai dengan keadaan masyarakat yang ada. Misalnya kondisi masyarakat kita masih sangat miskin akan karakter kepemimpinan, maka yang perlu kita lakukan adalah berdakwah untuk menumbuhkan jiwa-jiwa kepemimpinan, bukan malah mendakwahkan untuk tetap menjadi buruh-buruh pekerja.

Ketika permasalahan pendidikan di masyarakat kita adalah permasalahan pada ranah moral peserta didik maka yang kita dakwahkan adalah perbaikan moral melalui pendidikan bukan malah mendakwahkan metode-metode pembelajaran yang tidak ada kejelasan hasilnya. Ketika permasalahan yang terjadi pada perekonomian kita adalah karena terlalu banyak mengimpor barang dari luar daripada mengekspor sehingga perekonmian semakin menurun maka dakwah yang kita lakukan adalah dengan menyerukan pada masyarakat untuk menggunakan produk buatan dalam negeri dan mulai untuk  mengurangi mengkonsumsi produk-produk dari luar. Dan masih banyak lagi contoh-contoh dakwah yang sesuai dengan realitas atau kebutuhan masyarakat saat ini. Dan yang terakhir sifat dakwah yang harus kita usung adalah tawazzun yang berarti kita menyeimbangkan semua aspek yang ada dalam dakwah yang kita usung.

Sehingga pada akhirnya ketika kita ingin melihat perubahan yang terjadi terhadap kondisi umat saat ini, maka yang perlu kita lakukan adalah memulai untuk melakukan dakwah harakiyah yang terus meningkat dengan karakter-karakter yang telah disebutkan di atas. Ketika karakter dakwah harakiyah tersebut terus kita jaga, maka insyallah proses yang telah kita lakukan akan mengubah kondisi umat yang ada.

Semoga dengan mempelajari sejarah masuknya Islam di Indonesia dapat membuat kita semakin cinta kepada Islam dan Indonesia. Mudah-mudahan rasa cinta tanah air dan agama bisa membuat kita semakin kuat dalam payung persatuan bukan perpecahan. Semoga Allah selalu merahmati dan melindungi kita semua.

Amin.

SUMBER

  1. Annursolo
  2. Amifta
  3. Artikelislam
  4. Eramadina
  5. Facebook
  6. Kisahimuslim
  7. Penaraka
  8. Rahmandiligent
  9. Wikipedia : Islam
  10. Wikipedia : Islam di Indonesia
  11. Wikipedia : Penyebaran Islam di Nusantara

 

Pelajari sejarah lainnya di sini.

Advertisements

Comments are closed.