Ishfah Seven

Semangat dan Mimpi

Dasar dan Tujuan Hidup Seorang Muslim

Kerbau dinilai dari dagingnya. Makin gemuk, makin mahal harganya. Tapi ada burung perkutut yang lebih mahal harganya daripada kerbau. Perkutut itu mahalan mentahnya lho daripada matengnya. Karena harga Perkutut ada pada suaranya.

Lalu dimana harga manusia? Yang paling gemuk? Tidak. Apakah dari suaranya? Oh, kalau manusia dinilai dari suaranya, maka kemungkinan Madonna-lah juaranya. Hanyalah prestasi ibadah kita dapat mencapai tujuan jangka panjang yaitu akhirat dan ridho Allah.

Sekarang kita tahu ada dua tujuan yang harus kita capai yaitu tujuan jangka pendek dan jangka panjang. Lalu bagaimana Islam mengajarkan kepada kita bagaimana cara untuk meraih keduanya?

Pada prinsipnya Islam mengajarkan sistem keseimbangan. Dalam berbagai aspek kehidupan, keseimbangan ini nampak dengan nyata. Kita harus berusaha untuk mencapai dunia dan tidak boleh lupa untuk mengejar akhirat. Namun demikian, Allah menggarisbawahi dalam Al-Quran Surat Ad-Dhuha Ayat 4 yang berbunyi :

Bagaimana implementasinya? Kata orang tua, kalau kita menanam padi maka rumput pun akan ikut tumbuh tapi kalau menanam rumput, jangan mimpi bakal jadi padi. Maksudnya adalah kalau satu perbuatan kita niatkan karena Allah, maka dunianya pasti ikut. Tapi kalau satu perbuatan diniatkan untuk dunia semata, akhirat akan hilang. Oleh karena itu, biasakanlah melakukan segala sesuatu diniatkan lillahitaala (hanya untuk Allah semata).

Saudara-saudara kaum Muslimin rahimakumullah, sekarang kita sudah paham tentang dasar hidup dan tujuan hidup seorang muslim. Tentu harus ada alat untuk mencapainya. Semuanya perlu sarana. Bahkan hakikatnya pada kaedah usul fiqih, para ulama mengajarkan, “Lil wasa il hukmul maqosid” artinya sarana dan tujuan itu hukumnya sama. Ini seharusnya mendidik muslim untuk menjadi orang pintar. Jangan hanya berpikir untuk melakukan suatu pekerjaan saja. Kita juga harus berpikir bagaimana menciptakan sarana tersebut.

Misalnya umat Islam diwajibkan pergi haji (bagi yang mampu). Untuk pergi haji, kita harus melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat terbang, dari Indonesia ke Mekkah. Artinya, umat Islam harus maju di bidang teknologi dan penerbangan agar nantinya ia bisa menciptakan pesawat terbang yang bisa mengantarkan Muslim untuk menunaikan ibadah haji.

Agama mengajarkan bahwa kebersihan itu sebagian dari iman. Contohnya, umat Islam harus melaksanakan Shalat. Syarat sah shalat diantaranya adalah suci badan, pakaian dan tempat. Bersih dari kotoran dan najis. Mestinya orang Islam juga memikirkan cara bagaimana membuat alat pembersih seperti sabun atau deterjen. Dalam hal menciptakan, kita masih banyak tertinggal dari orang-orang barat. Kita lebih sering berlaku sebagai konsumen bukan produsen. Oleh karena itu, mari segenap anak bangsa Indonesia untuk senantiasa belajar berbagai macam cabang ilmu pengetahuan. Pada akhirnya, buatlah berbagai macam hal berguna bagi bangsa. Utamanya adalah membuat sarana-sarana yang dibutuhkan dalam menunjang peribadahan kita kepada Allah.

Halaman Berikutnya >>

Advertisements

Comments are closed.