Ishfah Seven

Semangat dan Mimpi

Terbelit Benang Rindu

Perlahan-lahan Syawal telah bergerak maju ke depan

Meninggalkan bulan suci tempat kita belajar

Di sebuah madrasah bernama Ramadhan

Tempat untuk melatih sabar dan i’tibar

 

Hari-hari telah berlalu, namun hati masih tertahan

Bukanlah rindu pada yang fana, tak jua rindu pada yang hina

Keindahan Ramadhan masih terasa menawan

Hingga jiwaku terpatri dan terpaut padanya

 

Simfoni takbir pagi itu menggema ke dasar sukma

Memantik cahaya iman, memadamkan kebencian

Tangan saling berjabatan, bersua bersama warga serta saudara

Menebus khilaf, mengurai maaf, menebarkan senyuman

 

Ohh.. apakah nafasku masih berhembus hingga tahun depan?

Akankah umurku usai sebelum bertemu Ramadhan?

Apakah hati yang terbelit benang rindu ini benar adanya?

Atau hanyalah luapan riya semata?

Hayati puisi kehidupan lainnya di sini.

#

(KETERANGAN : I’tibar biasa diartikan dengan mengambil ibrah atau mengambil pelajaran. Orang yang pandai dan cendekia adalah orang yang melihat sesuatu lalu mengambil pelajaran dari sesuatu yang dilihatnya. Sesuatu yang dilihat dan diambil darinya pelajaran itu dinamai Ibrah.

Pengertian Riya dalam Islam adalah memperlihatkan amalan kebaikan dengan tujuan dilihat, dipuji, dan mengerjakannya dengan tidak ikhlas karena ingin mendapat perhatian dari manusia.)

Advertisements

Comments are closed.