Ishfah Seven

Semangat dan Mimpi

Mata dan Hati Manusia

Sahabat, mata adalah panglima hati. Hampir semua perilaku dipicu dari pandangan mata.

Dalam Kitab Ihya Ulumuddin, Imam Ghazali berkata, “Bila dibiarkan mata memandang yang dibenci dan dilarang maka pemiliknya akan berada di tepi jurang bahaya meskipun ia tidak sungguh-sungguh jatuh ke dalam jurang.”

Beliau memberikan nasihat agar tidak menganggap ringan masalah pandangan. Ia juga mengutip sebuah syair yang berbunyi :

Semua peristiwa besar awalnya adalah mata

Lihatlah api besar yang awalnya dari percikan api

Shalafussoleh mengatakan bahwa banyak makanan haram yang bisa menghalangi seseorang untuk mendirikan sholat sunat tahajud di malam hari. Banyak juga memandang kepada yang haram sampai menghalanginya dari membaca Al-Quran.

Sahabat, semoga Allah memberikan naungannya kepada kita agar kita bisa selalu menjaga mata. Jika mata tidak dijaga dengan baik maka ia bisa mendatangkan bahaya kepada kita, karena mata adalah pintu yang palng luas, yang bisa banyak memberikan pengaruh bagi hati.

Menurut Imam Ibnu Qoyyim, mata adalah penuntun, sementara hati adalah pendorong dan pengikut. Mata memiliki kenikmatan pandangan. Sedangkan hati memiliki kenikmatan pencapaian. Jika terpuruk dalam kesulitan maka masing-masing akan mencela satu sama lain dan bercerai.

Simak dialog imajiner dalam kitab Raudatul Muhibbin :

Hati : “Mata, kaulah yang telah menyeretku ke dalam kebinasaan dan menyebabkan penyesalan karena aku telah mengikutimu beberapa saat saja. Kau lemparkan kerlingan matamu kepada hal yang tidak baik. Kau salahi firman Allah yang menyuruhmu untuk menjaga pandangan.”

Mata : “Kau juga telah mendzalimi aku dari awal hingga akhir. Kau kukuhkan dosaku baik secara lahir maupun batin. Padahal aku adalah utusanmu (panglimamu) yang selalu mengikuti semua jalan yang kau tunjukkan.”

Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya dalam tubuh manusia itu terdapat segumpal darah. Jika ia baik maka seluruh tubuh akan menjadi baik dan jika rusak maka rusak pula seluruh tubuh. Ketahuilah bahwa segumpal darah itu adalah hati.” (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)

Sahabat, hati adalah raja dan mata adalah panglima dan seluruh tubuh adalah pasukannya. Jika rajanya baik maka pasukannya juga baik. Jika rajanya buruk maka buruk pula pasukannya.

Wahai hati, jika engkau dianugerahi pandangan, tentu engkau tahu jika rusaknya pengikutmu adalah karena kerusakan dirimu. Sumber bencana yang menimpamu karena kamu tidak dekat dengan Allah, tidak suka dzikir kepada-Nya, tidak menyukai firman dan sifat-sifat-Nya.

Sahabat, perilaku mata dan hati adalah sikap tersembunyi yang sulit diketahui oleh orang lain. Kedipan mata, apalagi kecenderungan hati merupakan rahasia diri yang tidak diketahui siapapun kecuali Allah.

Allah pun mengetahui pandangan mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.

Oleh karena itu, mari kita rawat dan benahi hati masing-masing dan senantiasa menjaga pandangan mata dari hal-hal dosa dan tidak berguna.

Mari kita belajar bertafakur di sini

Advertisements

Author: Fahmi Ishfah

i am cool, tough, smart, kind and complex

Comments are closed.