Ishfah Seven

Semangat dan Mimpi

Saat Kita Kecewa

3 Comments

Kenapa ada orang yang mengecewakan dan ada orang yang dikecewakan? Bagi yang sering dikecewakan orang lain berarti ia tidak belajar dari kekecewaan yang sebelumnya. Kita kecewa terhadap orang lain karena kita memilih orang dengan tidak hati-hati. Dalam hidup ini kita akan bertemu banyak orang tetapi tidak semuanya bisa dipercaya. Karena niat kita sendiri terhadap keuntungan, kita menjadi buta. Kita mempercayai seseorang bukan karena kualitasnya tetapi berdasarkan harapan dan perhitungan. Kita berharap seseorang mau membantu atau kita berhitung bahwa si A akan lebih banyak bantuannya daripada si B. Maka kepercayaannya langsung berbeda.

Seringkali kepercayaan itu salah karena kita salah mempercayai orang berdasarkan harapan dan perhitungan yang salah. Itu sebabnya untuk menghindari kesalahan dalam hubungan dengan orang maka harapan itu harusnya ditujukan hanya kepada Tuhan. Maka dinasihatkan bahwa kamu harus mempunyai harapan kepada Tuhan supaya tidak berharap kepada orang.

Yang membuat kita salah percaya karena kita berharap kepada orang dan lupa kepada Tuhan. Tuhan hanya dijadikan sebagai asuransi untuk menjamin keinginannya. Ia berkata kepada Tuhan agar Tuhan membatalkan usahanya jika memang usahanya itu akan gagal atau Tuhan mensukseskan usahanya jika memang akan berhasil. Ini kan namanya membuat Tuhan sebagai asuransi atau penjamin.

Seharusnya ia berdoa, “Ya Tuhan, aku berharap hanya kepada-Mu dan karena aku berharap hanya kepada-Mu maka berikanlah aku petunjuk agar bisa mempercayai orang itu, agar Engkau memberikan rezeki dan kebaikan dalam urusanku dengannya.”

Ini adalah cara atau perilaku orang yang beriman yang hanya berharap kepada Tuhan bukan kepada manusia. Jika urusannya batal maka apakah kita akan kecewa? Tentu akan kecewa tetapi kecewanya orang yang berserah kepada Tuhan. Dia berkata, “Urusanku dengan orang itu gagal, Ya Tuhan. Berarti Engkau telah memberitahuku bahwa aku telah melewatkan hari-hariku dengan tidak produktif bersama orang itu. Berarti aku telah memboroskan waktuku untuk mempercayai orang yang salah. Mohon mudahkanlah urusanku berikutnya.”

Ada juga orang yang putus dengan kekasihnya setelah pacaran selama satu tahun. Ia baru sadar bahwa ia telah mempercayai orang yang salah. Berarti ada satu tahun dimana mata, hati dan pikirannya buta atau tertutup dari wanita yang baik, yang bisa saja menjadi pasangannya.

Partner bisnis juga begitu. Saat kita gagal dalam berurusan bisnis dengan seseorang lalu sadar bahwa kita telah menyia-nyiakan umur yang salah dalam mempercayai partner bisnis.

Oh ini berarti ada yang salah dengan diri. Jadi kecewanya bukan kepada orang lain tetapi diri sendiri. “Ya Tuhanku, kapan aku akan mendewasa dan bijak, kok aku masih menggunakan waktuku untuk mempercayai orang yang salah?”

Kalau kita berharap hanya kepada Tuhan dan bekerja seamanah mungkin maka saat kita kecewa, rasa kecewanya tidak akan lama. Ia akan cepat move on.

“Aku telah melakukan hal yang salah. Aku belajar dari kesalahanku dan sekarang aku akan mulai hubungan baru yang lebih baik. Di dalam hubungan yang baru ini, Ya Tuhan aku mohon agar aku bisa menghindari untuk mengulangi kesalahan yang sama, menghapus sikap-sikapku yang dulu memburukkan hubunganku kepada orang lain. Mungkin aku yang tidak baik, sehingga aku dipisahkan dengan dia, karena dia berhak bagi partner / pasangan yang lebih baik dariku.

Coba bayangkan kalau seperti itu, bukan main ikhlasnya orang tersebut. Bukan main pula sabarnya. Nah, jadi kalau kita kecewa dengan orang lain, anggap saja itu sebagai penyelamatan. Berarti memang kita tidak boleh bersama dia, bukan karena dia jelek atau tidak baik tetapi bisa saja dia tidak sesuai untuk kita yang belum memperbaiki diri.

Lihat istilah cantiknya, “Bukan saya jelek (tidak baik) tetapi saya yang belum memperbaiki diri.”

Kalau kita sedang kecewa itu sebenarnya adalah cara Tuhan untuk menggali lubang di hati kita supaya semakin besar cairan indah yang bernama kesungguhan. Hati yang tidak pernah kecewa, lubangnya kecilnya sekali. Jadi cairan kesungguhannya tidaklah banyak. Sedikit sekali.

Kenapa anak orang kaya gampang sedih? Karena hidupnya sangat terlayani. Ia jarang kecewa. Jadi kemampuannya untuk menampung kesungguhan itu kecil. Anak miskin itu selalu sedih, kecewa dan kekurangan sehingga cairan kesungguhannya pun banyak. Berarti kekecewaan itu memperdalam hati supaya lebih mampu menampung kesungguhan.

Perhatikan kehebatan hidup kita. Selalu setelah kecewa, ada fase untuk menghebatkan diri. Selesai kecewa, diri ini jadi lebih hebat. Jadi, Tuhan membuat kita kecewa agar kita menjadi orang yang lebih baik.

Apakah kecewa itu sakit? Ya, itu rasanya sakit. Tidak enak sekali. Kenapa kok tidak enak sekali?

Kita selalu dikecewakan oleh orang yang kita percayai. Gak bisa toh, kita kecewa sama orang yang tidak kita kenal. Rasanya akan semakin sakit saat kita semakin mempercayainya lalu ia mengkhianati dan mengecewakan kita. Maka berhati-hatilah dalam mempercayai orang karena biasanya kekecewaan yang paling besar adalah kita mempercayai orang dengan memberikan kepercayaan yang besar pula. Maka tumbuhkanlah kepercayaan sesuai dengan logika. Misalnya dengan berpikir, “Apakah aku akan selamat kalau kena tipu? Aman gak kalau nanti dia (partner/pasangan) tidak amanah?”

Kecewa bisa datang kepada siapa saja dan kapan saja tetapi selalu berharap kepada Tuhan harus senantiasa dilakukan oleh kita, kapan saja dan dimana saja. Kamu boleh kecewa tetapi jangan lemah oleh kekecewaan. Kamu lebih kuat daripada kelihatannya. Pejamkanlah matamu sebentar lalu berbisiklah, “Aku kuat karena Tuhan bersamaku.”

Kamu perlu motivasi? Baca di sini.

(SUMBER : Channel Youtube – Mario Teguh)

Advertisements

3 thoughts on “Saat Kita Kecewa

  1. Nggak gampang nyari orang yang amanah dan bisa dipercaya ya mas.