Ishfah Seven

Semangat dan Mimpi

7 Ustadz Favorit Zaman Now

6 Comments

Ustadz Adi Hidayat

Ustadz Adi Hidayat, Lahir di Pandeglang, Banten, 11 September 1984.Berikut adalah riwayat pendidikannya :

  1. Memulai pendidikan formal di TK Pertiwi Pandeglang tahun 1989 dan lulus dengan predikat siswa terbaik.
  2. Melanjutkan pendidikan dasar di SDN Karaton 3 Pandeglang hingga kelas III
  3. Pindah ke SDN III Pandeglang di jenjang kelas IV hingga VI. Di dua sekolah dasar ini beliau juga mendapat predikat siswa terbaik, hingga dimasukkan ke dalam kelas unggulan yang menghimpun seluruh siswa terbaik tingkat dasar di Kabupaten Pandeglang.
  4. Tahun 1997, beliau melanjutkan pendidikan Tsanawiyyah hingga Aliyah (setingkat SMP-SMA) di Ponpes Darul Arqam Muhammadiyyah Garut. Guru utama beliau, Buya KH. Miskun as-Syatibi ialah orang yang paling berpengaruh dalam menghadirkan kecintaan beliau terhadap al-Qur’an dan pendalaman pengetahuan. Di tingkat II Aliyah, ia pernah menjadi utusan termuda dalam program Daurah Tadribiyyah dari Universitas Islam Madinah di Ponpes Taruna al-Qur’an Jogjakarta.
  5. Beliau lulus dengan predikat santri teladan dalam 2 bidang sekaligus (agama dan umum) serta didaulat menyampaikan makalah ilmiah “konsep ESQ dalam al-Qur’an” di hadapan tokoh pendidikan M. Yunan Yusuf.
  6. Tahun 2003, beliau mendapat undangan PMDK dari Fakultas Dirasat Islamiyyah (FDI) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang bekerjasama dengan Univ. al-Azhar Kairo, hingga diterima dan mendapat gelar mahasiswa terbaik dalam program ospek.
  7. Tahun 2005, beliau mendapat undangan khusus untuk melanjutkan studi di Kuliyya Dakwah Islamiyyah Libya yang kemudian diterima, walau mesti meninggalkan program FDI dengan raihan IPK 3,98.
  8. Di Libya, Adi Hidayat muda belajar intensif berbagai disiplin ilmu baik terkait dengan al-Qur’an, Hadits, Fiqh, Ushul Fiqh, Tarikh, Lughah, dan selainnya. Kecintaannya pada al-Qur’an dan Hadits menjadikan beliau mengambil program khusus Lughah Arabiyyah wa Adabuha demi memahami kedalaman makna dua sumber syariat ini. Selain pendidikan formal, beliau juga bertalaqqi pada masyayikh bersanad baik di Libya maupun negara yang pernah dikunjunginya.

Berikut adalah daftar guru yang mengajar beliau :

  1. Belajar al-Qur’an pada Syaikh Dukkali Muhammad al-‘Alim (muqri internasional), Syaikh Ali al-Liibiy (Imam Libya untuk Eropa), Syaikh Ali Ahmar Nigeria (riwayat warsy), Syaikh Ali Tanzania (riwayat ad-Duri).
  2. Belajar ilmu tajwid pada Syaikh Usamah (Libya).
  3. Guru tafsir beliau ialah Syaikh Tanthawi Jauhari (Grand Syaikh al-Azhar) dan Dr. Bajiqni (Libya)
  4. Ilmu Hadits beliau pelajari dari Dr. Shiddiq Basyr Nashr (Libya).
  5. Ilmu Fiqh dan Ushul Fiqh di antaranya beliau pelajari dari Syaikh ar-Rabithi (mufti Libya) dan Syaikh Wahbah az-Zuhaili (Ulama Syiria).
  6. Ilmu Lughah melalui Syaikh Abdul Lathif as-Syuwairif (Pakar bahasa Dunia, anggota majma’ al-lughah), Dr. Muhammad Djibran (Pakar Bahasa dan Sastra), Dr. Abdullâh Ustha (Pakar Nahwu dan Sharaf), Dr. Budairi al-Azhari (Pakar ilmu Arudh), juga masyayikh lainnya.
  7. Ilmu tarikh beliau pelajari di antaranya dari Ust. Ammar al-Liibiy (Sejarawan Libya).

Di akhir 2009 beliau diangkat menjadi amînul khutabâ, ketua dewan khatib jami Dakwah Islamiyyah Tripoli yang berhak menentukan para khatib dan pengisi di Masjid Dakwah Islamiyyah. Beliau juga aktif mengikuti dialog internasional bersama para pakar lintas agama, mengisi berbagai seminar, termasuk acara tsaqafah Islâmiyyah di channel at-tawâshul TV Libya.

Awal tahun 2011 beliau kembali ke Indonesia dan mengasuh Ponpes al-Qur’an al-Hikmah Lebak Bulus. Dua tahun kemudian beliau berpindah ke Bekasi dan mendirikan Quantum Akhyar Institute, yayasan yang bergerak di bidang studi Islam dan pengembangan dakwah. Pada November 2016, beliau bersama dua sahabatnya Heru Sukari dan Roy Winarto mendirikan Akhyar TV sebagai media dakwah utama. Kini, Ustadz Adi Hidayat aktif menjadi narasumber keagamaan baik ta’lim, seminar, dan selainnya. Beliau juga giat mengukir pena dan telah melahirkan karya dalam bahasa Arab dan Indonesia kurang lebih sebanyak 12 karya.

Selain aktif mengisi berbagai kajian diberbagai daerah, beliau juga menyempatkan waktunya untuk menulis buku. Berikut buah karya tulisan Ustadz Adi Hidayat, Lc. MA :

  1. Minhatul Jalil Bita’rifi Arudil Khalil (tahun 2010)
  2. Quantum Arabic Metode Akhyar (tahun 2011)
  3. Ma’rifatul Insan: Pedoman Al-Qur’an Menuju Insan Paripurna (tahun 2012)
  4. Makna Ayat Puasa, Mengenal Kedalaman Bahasa Al-Quran (tahun 2012)
  5. Al-Arabiyyah Lit Thullabil Jami’iyyah (tahun 2012)
  6. Persoalan Hadist-hadist Populer (tahun 2013)
  7. Ilmu Hadist Praktis (tahun 2013)
  8. Tuntunan Praktis Idul Adha (tahun 2014)
  9. Pengantin As-Sunnah (tahun 2014)
  10. Buku Catatan Penuntut Ilmu (tahun 2015)
  11. Pedoman Praktis Ilmu Hadist (tahun 2016)
  12. Manhaj Tahdzir Kelas Eksekutif (tahun 2017)

Ustadz Adi Hidayat memiliki akun instagram yang bisa kamu ikuti yaitu @ustadzadihidayat

Video ceramahnya bisa kamu subscribe di akun Youtube : Akhyar TV. Salah satu ceramahnya yaitu video di bawah ini :

 

Sahabat Viewers, jika kamu sering mendengarkan ceramah beliau, maka kamu akan tahu satu hal yang khas darinya. Untuk urusan hafalan Al-Quran dan Hadits, Ustadz Adi Hidayat memiliki ingatan yang sangat kuat. Selain hafal 30 Juz Al-Quran dan hadits-hadits nabi, ia juga mampu mengingat nomor-nomor ayat, halaman, letak posisi teksnya, sanad haditsnya dan sebagainya. Bukan tentang keilmuan agama islam saja, beliau juga bisa mendeskripsikan sebuah tempat dengan presisi yang pas. Contohnya adalah ketika ia sedang menjelaskan sebuah museum di Turki. Saat itu ia sedang berceramah bersama Ustadz Felix Siauw, yang malam sebelumnya Ustadz Felix Siauw berdebat dengan orang yang mengaku-ngaku ustadz di acara ILC TVOne. Di ceramah itu, Ustadz Adi Hidayat menjelaskan lebih lengkap tentang bendera lafadz Tauhid yang dipermasalahkan oleh Ustadz abu-abu.

Bicara tentang hal yang lain, Ustadz Adi Hidayat pernah mengatakan bahwa beliau tidaklah sempurna. Sebagai manusia, tentu ada salah dan lupa. Oleh karena itu beliau menghimbau kepada jamaahnya agar mereka hanya mengambil hal-hal yang baik dari pengajarannya dan meninggalkan hal yang buruk darinya. Jika ada hal yang salah dan keliru, ia dengan rendah hati dan lapang dada menyambut orang yang ingin mengoreksi dan membenarkannya. Subhanallah!

Pertama kali, aku mendengarkan ceramah beliau, aku bengong dan melongo. Bukan karena tidak mengerti tetapi karena takjub dan sampai tidak berkata-kata. Sungguh Allah Maha Besar. Ia mampu menciptakan orang alim yang jenius sekaligus rendah hati seperti Ustadz Adi Hidayat. Allahu Akbar! Kita benar-benar harus menjaga beliau bersama ulama lainnya agar umat Islam bisa terus diingatkan akan keislamannya dan terjaga dari murka Allah karena mengabaikan perintah-Nya.

Semoga Allah, senantiasa menjaga beliau dan kita semua. Amin

********

Selanjutnya kita beralih ke nomor 3

3.  Syekh Ali Jaber (silakan klik)

Advertisements

Author: Fahmi Ishfah

i am cool, tough, smart, kind and complex

6 thoughts on “7 Ustadz Favorit Zaman Now

  1. wah favorit semua, cuman yg baru hadir live kajiannya ust abdul somad. asik dan gaul aslinya :))

  2. Pavorit saya dan video di youtube yg paling banyak saya download dan ulang adalah Ustad Abdul Somad, bisa terus belajar banyak hal tapi ga bikin tegang dan bosan. Lucuuu..😂😂👌👍

Apa komentarmu tentang postingan ini?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s