You Are NOT The One For Me

Salah satu fitrah manusia adalah berpasangan. Semua orang yang sedang mencari jodoh itu karena mereka punya naluri untuk menemukan dan ditemukan pasangannya. Apalah jadinya diri ini jika tanpa pasangan? Lesu, tak ada semangat dan hanya bisa menahan hasrat. Itulah masalah yang sedang dihadapi oleh mereka yang sedang single atau jomblo. Bahkan ada yang menambahkan kata-kata di belakangnya agar terkesan keren seperti single but happy. Ada juga single lillah artinya sendirian tapi ada di jalan Allah, maksudnya jomblo syar’i yang tidak mau pacaran tapi ingin langsung menikah. Dan ada Jojoba alias jomblo-jomblo bahagia yang tetap merasa bahagia walau tak punya pasangan.

Apapun sebutannya, tetapi kondisinya tetap sama yaitu sendiri dan belum punya pasangan untuk menikah. Menikah merupakan tujuan yang luhur dan suci untuk semua orang. Perempuan menikahi laki-laki yang dicintainya dan laki-laki juga menikahi perempuan yang dicintainya. Ini adalah fitrah manusia. Berpasangan. Menikah antara lelaki dan perempuan. Bukan LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, dan Transgender) yang keluar dari fitrah manusia. Naudzubillahi min dzalik!

Namun seringkali seseorang terjebak dalam memilih pasangan yang tepat karena ia tidak mengenali tanda-tanda bahwa seseorang itu bukan jodohnya.

Yang disebut jodoh itu cocok. Orang yang berjodoh itu tidak bicara sekali pun, pasangannya sudah mengerti. Bicara sedikit sudah mengerti. Diberi kode sedikit sudah mengerti. Baru melihat mata saja sudah mengerti.

Di lain sisi, ada juga pasangan yang saling bertengkar, marah-marahan dan memendam perasaan tidak enak dan tetap bersama. Semua paguyuban atau arisan juga seperti itu. Mereka bisa saling bersama-sama walaupun tidak semuanya cocok.

Cara mengenali jodoh itu tidak cocok adalah jauh sebelum masa pernikahan. Jangan menyimpulkan seseorang itu bukan jodoh setelah menikah. Jauh sebelum menikah itu kamu harus tegas. Kamu harus mengenali tanda-tanda bahwa dia memang bukan jodohmu.

Kebanyakan orang berpikiran sungkan atau enggan putus dengan pasangan karena dia sudah terlanjur kenal dengan keluarga besar, orang tua sudah suka, dua pihak keluarga sudah setuju, sudah memesan katering untuk acara pernikahan dan sudah memesan tempat untuk pesta.

Orang yang akan menikah justru terintimidasi oleh janji-janji di luar dirinya sendiri dengan pasangan tetapi janji-janji antara orang tua dan calon mertua. Yang akan menikah itu kamu. Oleh karena itu, sebelum menikah kamu harus selektif memilih calon istri/suami di masa depan. Agar tidak ada kata terlanjur memilih. Jangan sampai pernikahanmu batal mendekati hari H atau justru kamu berakhir cerai setelah beberapa bulan menikah.

Tanda lainnya bahwa dia bukan jodohmu adalah hal kebaikan bisa menjadi sumber pertengkaran. Kebersamaan pasangan ini, bahkan kalau diberi rezeki justru menjadi laknat. Karena misal si lelaki bilang saat ia mendapat uang 500 juta ia ingin membeli mobil yang A, tetapi wanitanya malah ingin beli mobil yang B. Tidak pernah ada kesepakatan diantara keduanya. Berantem terus.

Kalau pasangan itu mulai dari hubungan yang kekurangan harta kemudian menjadi rukun, itu lebih menjanjikan daripada hubungan yang lebih (dalam segala hal : harta, rumah) tetapi bertengkar terus. Itulah sebabnya bukan jaminan jika seseorang yang datang dari keluarga yang kaya akan rukun pernikahannya. Karena orang yang miskin, ada istilah dalam bahasa inggris yaitu You Only Have Each Other. Kamu tidak memiliki apa-apa melainkan memiliki satu sama lain.

Bagaimana dengan orang kaya? Ia ada jaminan. Semisal ia tidak cocok dengan pasangan, ia bisa pulang ke rumah karena ada orang tuanya yang kaya. Pasangan tidak menghasilkan harta, ia punya orang tua yang kaya. Sehingga saling menggampangkan. Contoh ini merupakan gambaran dari perbandingan kondisi. Tentu, hal yang lebih utama adalah baik pasangan dari keluarga kaya atau miskin, mereka masing-masing bisa rukun dan berbahagia.

Untuk bisa meyakinkanmu apakah dia memang jodohmu atau bukan, lihatlah foto pasangan/ta’arufan/gebetan/pacarmu, bayangkan kamu sedang bersamanya, dan ingat-ingatlah segala hal yang sudah kamu habiskan bersamanya kemudian jawablah pertanyaan berikut ini :

  1. Apakah ibadahmu menjadi turun setelah mengenal pasanganmu atau justru menjadi semakin rajin?
  2. Apakah kamu jadi semakin hormat kepada orang tua atau jadi cuek?
  3. Apakah kamu melakukan hal yang dilarang oleh agama bersamanya atau justru saling mengingatkan agar tidak terjerumus ke dalam dosa?
  4. Apakah kamu lebih banyak bertengkar dengan pasangan atau rukun?
  5. Apakah kamu lebih sering marah-marah dengan pasangan atau sering gembira?
  6. Apakah kamu lebih banyak menahan perasaan (tertekan) karena pasangan atau kamu bisa mengekspresikan perasaan sesuka hatimu?
  7. Apakah hubungan kamu dengan dia itu mendamaikan atau justru meresahkan?
  8. Apakah kamu mudah membicarakan kebaikan dengan pasanganmu? Kalau membicarakan kebaikan saja bertengkar, itu berarti tidak cocok.
  9. Apakah sepakat dalam keburukan? Semisal kamu mau judi, pasanganmu justru mendukung. Mau korupsi, pasanganmu mendukung. Ada beberapa pejabat tinggi negara yang ditangkap KPK karena korupsi, justru istrinya yang menjadi mastermind tindak korupsi si suami. Ia yang menjadi pemikir tentang apa yang akan dikorupsi oleh suami..
  10. Apakah kamu bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik setelah mengenal pasanganmu atau menjadi lebih buruk?

Jika jawaban kamu dari pertanyaan di atas adalah kamu menjadi turun dan malas beribadah, cuek kepada orang tua, melakukan dosa, sering bertengkar, marah-marah, tertekan, resah, enggan dan malas membicarakan kebaikan, sepakat dalam melakukan keburukan dan dirimu berubah menjadi pribadi yang lebih buruk, maka itulah tanda-tanda bahwa dia bukan jodohmu. Sudah saatnya sekarang kamu berkata kepadanya, “You are not the one for me.”

Semua keputusan tetap berada di tanganmu. Bagi kamu yang belum menikah dan sedang menjalin hubungan cinta, dan sekarang mengetahui tanda kalau dia bukan jodohmu, kamu masih punya kesempatan. Ya, sebuah kesempatan. Apakah tetap bersama kemudian berubah menjadi baik dengan pasangan atau meninggalkannya dan mencari calon istri/suami yang lebih baik.

Sedangkan, bagi kamu yang sudah menikah, tetaplah bertahan dulu dalam pernikahanmu. Jangan cepat menyerah. Berusahalah agar bisa saling menguatkan dan mengingatkan satu sama lain. Namun, jika pada akhinrya kamu sudah berikhtiar sekuat tenaga tetapi keadaan masih belum nyaman dan harmonis, segeralah sujud kepada Allah. Mintalah petunjuk dari-Nya. Insya Allah ada jalan keluar.

Tetaplah semangat dalam menjalani hidupmu. Jangan sedih karena Allah bersamamu.

Semoga bermanfaat.

##

(SUMBER : Channel Youtube – Mario Teguh)

Perlu motivasi lainnya? Klik di sini.