Ishfah Seven

Semangat dan Mimpi

10 Barang Yang Mesti Kamu Bawa Saat Mudik

Leave a comment

Untuk orang yang hidup di daerah orang lain alias merantau, aktifitas pulang kampung saat lebaran atau disebut dengan mudik, menjadi sebuah momen yang ditunggu-tunggu. Bahkan saat puasa di hari pertama bayangan kampung halaman sudah nampak jelas di depan mata. Agar bisa pulang dengan nyaman, tentunya ada banyak hal yang harus dipersiapkan selain dari barang-barang utama yang memang diniatkan untuk dibawa.

Ada banyak alternatif alat transportasi yang bisa digunakan oleh para pemudik, seperti sepeda motor, mobil pribadi, bus, kereta api, kapal ferry atau naik pesawat terbang. Apa pun jenis alat transportasinya, sepuluh barang ini mesti kamu bawa saat mudik agar perjalanan mudikmu terlaksana dengan baik :

  1. Makanan dan Minuman
  2. ATM dan Electronic Money
  3. Power Bank dan Headset
  4. Tissue Basah dan Kering
  5. Pakaian Shalat dan Totte Bag

Tentunya, kebutuhan selain dari list ini berbeda-beda antara satu pemudik dengan lainnya tergantung dari skala prioritas masing-masing. List ini dibuat berdasarkan kebutuhan umum yang biasa diperlukan oleh para pemudik tetapi kadang-kadang dilupakan saat akan mengemas tas mudik.

Mari kita mulai!

MAKANAN dan MINUMAN

Pertama, pemudik mesti mempersiapkan makanan. Jenis makanannya silakan tentukan sendiri sesuai selera, kebutuhan dan budget. Berdasarkan pengalaman saya yang sering naik bus saat mudik, membawa bekal makanan itu penting. Apalagi seperti bus Primajasa dari Jakarta menuju Tasik yang jarang berhenti di tol Cipularang. Bus hanya berhenti sekali saat di Rest Area KM 57, dan bukan untuk istirahat dan makan tetapi mengisi bahan bakar lalu berangkat lagi.

Pernah suatu waktu, saya mudik bersama kakak dan teman kantornya menggunakan mobil pribadi. Dan di hari arus mudik seperti itu volume kendaraan yang masuk ke dalam tol Cipularang sudah melebihi hari biasa. Ribuan kendaraan terus mengular menuju daerah Bandung, Cirebon dan sebagainya. Saat perut sudah lapar dan badan kelelahan, para pemudik biasa masuk sebentar ke rest area yang berada di sepanjang jalur tol.

Masalah muncul saat semua rest area penuh. Padahal waktu Magrib sudah tiba. Buka puasa hanya makan permen di mobil. Saat itu, kami memutuskan untuk terus melanjutkan perjalanan hingga ke rest area berikutnya. Sudah 4 buah rest area yang dilewati tetapi tidak bisa masuk. Kenapa? Area parkiran sudah penuh dan mobil mau tidak mau harus keluar dari rest area. Apesnya di rest area yang keempat itu, walau bisa mendapatkan spot untuk parkir mobil tetapi warung makan dan restoran sudah banyak yang kehabisan stok makanannya karena diserbu oleh para pemudik yang kelaparan dan kelelahan karena macat yang parah.

Kalau kamu membawa perbekalan makanan dan minuman, kamu masih bisa mengisi perutmu yang kosong tanpa harus mengandalkan rest area. Apalagi bagi pemudik yang memiliki anak kecil seperti saya. Saat ini, anak saya baru berumur 1 tahun. Dia membutuhkan asupan makanan dan minuman selain ASI dari ibunya. Oleh karena itu, membawa perbekalan makanan dan minuman itu dibutuhkan. Kalau kamu sedang puasa dan kendaraan yang kamu naiki belum mempunyai kesempatan untuk berhenti maka kamu tidak akan kebingungan untuk mencari makanan.

ATM dan ELECTRONIC MONEY

Sebaiknya uang gaji dan THR yang kamu dapatkan dalam seminggu sebelum lebaran itu diatur dengan baik. Buatlah list kebutuhan yang ingin kamu beli seperti baju baru, sepatu, makanan, oleh-oleh dan lain-lain.

Kalau saya membaginya seperti ini. Karena memiliki ATM lebih dari satu, maka saya alokasikan kebutuhan sesuai dengan pengelompokkannya. Setiap bulan perusahaan saya menggaji melalui BNI. Jadi sebelum membelanjakan kebutuhan bulan ini, saya pecah dulu uang gaji dan THR. Saya transfer ke BCA saya untuk kebutuhan bayar ini dan itu seperti tagihan listrik, pulsa handphone dan sebagainya. Lalu saya transfer ke BRI saya untuk diisi bekal selama di kampung halaman. Saya menyarankan untuk tidak membawa uang banyak saat di perjalanan mudik. Bawalah secukupnya dan sisanya bisa kamu ambi di ATM dekat rumahmu. Kenapa saya melakukan hal ini? Agar uang terjaga dengan baik dan keinginan untuk belanja ini dan itu selama di perjalanan bisa ditahan. Selain itu, untuk mencegah musibah kecopetan dan sebagainya. Nauzubillahi min dzalik.

Terakhir saya trasfer ke BANK MANDIRI, setelah itu saya isi E-Money untuk kebutuhan pembayaran non tunai yang bisa saja nanti saya perlukan saat di perjalanan pergi dan pulang dan selama berada di kampung halaman.

Dan ingat, jangan dihabiskan semua uangmu di kampung halaman. Oleh karena itu, setelah dilakukan pembagian seperti tadi, ambil uang tunai untuk ongkos perjalanan mudik dan sisakan uang di ATM utamamu, misalnya BNI seperti yang saya miliki. Uang yang ada di sini bisa kamu gunakan sebagai bekalmu setelah musim mudik usai.

Tentunya, pengelolaan uang setiap orang itu berbeda-beda. Saya tahu ada orang lain yang lebih cermat dalam hal ini. Kalau kamu bagaimana?

POWER BANK dan HEADSET

Baterai handphone pasti akan habis. Apalagi jika kamu senang mendengarkan musik atau menonton film dan Youtube di handphone. Oleh karena itu, Power Bank menjadi barang yang mesti kamu bawa saat mudik. Kecuali kamu memiliki dua buah handphone. Jika demikian, matikan satu handphone dan nyalakan kembali saat handphone yang satunya sudah habis baterainya.

Jika kamu menggunakan transportasi umum seperti bus, kereta api atau kapal ferry maka kamu akan bertemu dengan banyak orang dengan berbagai macam latar belakang budaya dan bahasa yang berbeda. Saya selalu membawa headset sebagai pasangan dari handphone. Selain sebagai media hiburan mendengarkan musik dan video, saya juga bisa tenang dengan dunia sendiri karena tidak perlu mendengarkan obrolan orang lain yang terkadang tidak terlalu penting untuk dibahas.

TISSUE BASAH dan KERING

Membawa tissue basah dan kering menjadi sebuah kewajiban apalagi kamu mwmbawa keluarga. Kedua benda satu marga tapi beda jenis ini sangat berguna. Fungsinya tentu kamu sudah tahu untuk apa. Jadi, jangan lupa untuk membawanya saat kamu mudik.

PAKAIAN SHALAT dan TOTTE BAG

Sebagai seorang muslim, melaksanakan kewajiban shalat lima waktu tidak bisa ditinggalkan. Saat kamu berhenti untuk istirahat di rest area atau restoran makanan, di sana tersedia musholla atau ruang kecil untuk shalat. Ada yang menyediakan pakaian shalat dan ada juga yang tidak. Sebagai persiapan, kamu yang muslimah disarankan membawa mukena dan sarung bagi pemudik muslim untuk digunakan saat shalat. Kamu boleh senang karena bisa pulang ke rumah, tapi tidak boleh melupakan kewajiban ibadah.

Terakhir, kamu sebaiknya membawa Totte Bag yang bisa dilipat dan dimasukkan ke dalam tas utama. Atau tas kresek besar yang sudah kamu lipat. Untuk apa sih repot-repot bawa ini? Keguanaannya baru bisa kamu rasakan ketika nanti sudah berada di kampung halaman. Saat waktu liburan telah usai dan kamu harus kembali dan pada saat itu biasanya orang tua selalu ingin memberikan oleh-oleh makanan untuk anak dan cucunya. Kalau di kampung halaman itu kamu kesulitan mencari tempat untuk membawa oleh-oleh, kamu tidak akan kebingungan lagi karena sudah menyiapkan Totte Bag besar.

Demikian tips singkat dan sederhana dari Ishfah Seven. Kamu bisa setuju dengan semua list ini atau tidak sama sekali. Semua pilihan dan keputusan pada akhirnya kembali ke tanganmu sendiri.

Selamat mudik!

###

View My Daily Post

Advertisements

Author: Fahmi Ishfah

i am cool, tough, smart, kind and complex

Apa komentarmu tentang postingan ini?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s