Ishfah Seven

Semangat dan Mimpi

Jolly

Leave a comment

Menjadi seorang pengacara terkenal adalah cita-citanya. Ia yang bertekad untuk meneruskan mimpi ayahnya untuk terus berjuang agar bisa dikenal banyak orang sebagai pengacara yang handal. Tapi pada kenyataannya ia belum benar-benar bisa menjadi seorang pengacara profesional karena attitude-nya kurang baik dan mesti banyak belajar ilmu hukum.

Namanya adalah Jagdishwar Mishra. Panggilannya adalah Jolly. Ia bekerja sebagai asisten seorang pengacara populer bernama Mr. Rizvi. Suatu ketika, Jolly bertemu dengan Hina, seorang klien yang sudah berulang-kali datang ke kantor Mr. Rizvi agar bisa melihat kasus suaminya. Hina ingin Mr. Rizvi menjadi pengacaranya. Namun ia sudah ditolak beberapa kali. Hingga akhirnya ia bertemu dengan Jolly dan Jolly menjanjikan akan membantunya asalkan Hina membayarnya sebesar 2 lakh. Yang diketahui Hina adalah uang itu sebagai bayaran untuk Mr. Rizvi yang telah setuju sebagai pengacaranya. Namun sebenarnya Jolly telah menipunya. Jolly membutuhkan uang tersebut untuk mendirikan sebuah kantor firma hukum miliknya.

Singkat cerita, Hina mengetahui bahwa Jolly telah memperdayainya. Hina marah, kecewa dan putus asa. Hingga suatu malam ia memutuskan untuk bunuh diri bersama dengan janin yang tengah dikandungnya. Mendengar berita kematiannya, Jolly merasa bersalah. Ia ditinggalkan oleh ayahnya, dibatalkan izin kantor firma hukum miliknya dan dibenci banyak orang.

Jolly beberapa kali mengalami mimpi buruk tentang Hina. Seolah-olah arwah Hina bergentayangan di sekitarnya. Lalu didasari rasa keingintahuannya ia pun mulai membuka berkas kasus dari suami Hina. Satu per satu berkas kasus itu ia baca dan cermati dengan baik-baik.

Setelah mempelajarinya, ia menemukan sebuah fakta yang mencengangkan tentang suami Hina yang bernama Iqbal Qasim. Ternyata ia adalah korban penembakan dari seorang polisi senior di kota Lucknow. Iqbal Qasim ditangkap oleh polisi beberapa bulan yang lalu. Padahal ia tidak melakukan kejahatan yang dituduhkan kepadanya.

Jolly pun akhirnya tahu bahwa penjahat sebenarnya adalah Iqbal Qadri. Ia dan rekannya Birbal berusaha untuk mengorek segala informasi tentang kasus ini. Rintangan demi rintangan datang silih berganti. Bahkan ia pernah ditembak oleh pembunuh bayaran. Beruntung nyawanya masih selamat.

Jolly harus memutar otaknya dan mencari kebenaran yang sesungguhnya. Apakah ia bisa menguak misteri pembunuhan ini? Akankah keadilan kembali tegak di bumi India? Bagaimanakah pengacara lawan membuat tipu daya agar kliennya bebas dari tuntutan?

#

Setahun yang lalu film ini sudah aku tonton. Meskipun demikian film ini masih layak ditonton lebih dari sekali. Film Jolly yang dibintangi oleh Akshay Kumar ini memiliki banyak pesan moral yang berarti. Di balik sikapnya yang cuek dan konyol, ternyata Jolly mempunyai rasa keadilan yang tinggi.

Bicara tentang film India, maka tidak akan terlepas dari dramanya yang kental serta taria-tarian dan lagu yang asyik didengar. Film ini menarik sekali untuk ditonton. Dengan melihatnya, kamu bisa tahu bagaimana kondisi dan kehidupan seorang pengacara miskin yang berjuang untuk menggapai cita-cita menjadi pengacara profesional sekaligus memperjuangkan nilai-nilai keadilan.

###

View My Daily Post

Advertisements

Author: Fahmi Ishfah

i am cool, tough, smart, kind and complex

Apa komentarmu tentang postingan ini?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s