Ishfah Seven

Semangat dan Mimpi

Preposisi

Leave a comment

Jika blog yang kamu miliki menggunakan Bahasa Indonesia, berarti kamu harus belajar ilmu dan tata bahasanya. Semua orang bisa menulis apa saja, tetapi tidak semua orang bisa menulis sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia. Ada beberapa blogger menulis semaunya, bahkan ada yang menulis dengan b4h454 4l4y, menyingkat kata2, tanda baca yang berantakan, diksi yang kurang pas dan lain sebagainya.

Menurutku, kamu atau blogger lainnya, bukan tidak tahu tentang tata bahasa tetapi malas dan tidak mau ribet. Padahal belajar tata bahasa itu perlu. Agar blogmu lebih menarik dan berkualitas, mari mulai insyaf diri agar mau belajar tata bahasa. Jangan salah paham juga, dengan berpikir bahwa nanti tulisanmu akan kaku dan tidak asyik lagi. Bukan pelajarannya yang salah melainkan bagaimana cara kamu untuk bisa mengolah kata-kata agar menarik pembaca untuk membacanya. (Selengkapnya tentang blogging bisa kamu baca di post : Ngeblog Yuk!)

Salah satu hal yang mesti kamu pelajari adalah preposisi.

Preposisi (Bahasa Latinprae, “sebelum” dan ponere, “menempatkan, tempat”) atau kata depan adalah kata yang merangkaikan kata-kata atau bagian kalimat dan biasanya diikuti oleh nomina atau pronomina. Preposisi bisa berbentuk kata, misalnya di dan untuk, atau gabungan kata, misalnya bersama atau sampai dengan.

Cara penggolongan preposisi bervariasi tergantung dari rujukan yang digunakan. Berikut salah satu cara penggolongan yang dapat digunakan:

  1. Preposisi yang menandai tempat. Misalnya dikedari.
  2. Preposisi yang menandai maksud dan tujuan. Misalnya untukguna.
  3. Preposisi yang menandai waktu. Misalnya hinggahampir.
  4. Preposisi yang menandai sebab. Misalnya demiatas.

Penulisan preposisi ini ditulis terpisah, contoh: di rumah, ke kantor, dan dari Surabaya. Kesalahan yang paling umum adalah penulisan kata seperti “dimana”, “disana”, “disini”, “ditempat”, dibawah”, “diatas”, “ditengah”, “kemana”, “kesana”, “kesini”, “keatas”, “kebawah” yang seharusnya ditulis “di mana”, “di sana”, “di sini”, “di tempat”, di bawah”, “di atas”, “di tengah”, “ke mana”, “ke sana”, “ke sini”, “ke atas”, “ke bawah”.

Perkecualian untuk hal ini adalah:

  1. Kepada
  2. Keluar (sebagai lawan kata “masuk“, untuk lawan kata “ke dalam”, penulisan harus dipisah, “ke luar”)
  3. Kemari
  4. Daripada

Menurut Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan “Kata depan di, ke, dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya kecuali di dalam gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata seperti kepada dan daripada.”

Untuk menghubungkan dua klausa tidak sederajat, bahasa Indonesia tidak mengenal bentuk “di mana” (padanan dalam bahasa Inggris adalah “who”, “whom”, “which”, atau “where”) atau variasinya (“dalam mana”, “dengan mana”, “yang mana”, dan sebagainya).

Penggunaan “di mana”, “yang mana”, dan lain-lain sebagai kata penghubung sangat sering terjadi pada penerjemahan naskah dari bahasa-bahasa Indo-Eropa ke bahasa Indonesia. Pada dasarnya, bahasa Indonesia hanya mengenal kata “yang” sebagai kata penghubung untuk kepentingan itu, dan penggunaannya pun terbatas. Dengan demikian, penggunaan bentuk “di mana” maupun “yang mana” harus dihindari, termasuk dalam penulisan keterangan rumus matematika. Kaidah tata bahasa Indonesia memiliki kosakata yang cukup untuk menerjemahkan “who”, “where”, “which”, “whom” tanpa menggunakan kata “di mana”. Contohnya seperti:

  • di mana → tempat
    1. Kami ke restoran di mana teman merayakan pesta ulang tahunnya. (seharusnya) Kami ke restoran tempat teman merayakan pesta ulang tahunnya.
  • di mana → dengan
    1. Acara berikutnya adalah “Kuis Remaja” di mana Kris Aria sebagai presenternya. (seharusnya) Acara berikutnya adalah “ Kuis Remaja” dengan Kris Aria sebagai presenternya.
  • di mana → yang
    1. Pemerintah memberi bantuan kepada korban di mana mereka tertimpa bencana alam. (seharusnya) Pemerintah memberi bantuan kepada korban yang tertimpa bencana alam.
  • di mana → (subklausa)
    1. Perusahaan itu mengadakan pelatihan di mana karyawan dibina untuk menjadi tenaga terampil. (seharusnya) Perusahaan itu mengadakan pelatihan; dalam pelatihan itu karyawan dibina untuk menjadi tenaga terampil.
  • yang mana → yang
    1. Penanggung jawab surat kabar itu akan dituntut untuk berita yang mana dianggap melecehkan artis itu. (seharusnya) Penanggung jawab surat kabar itu akan dituntut untuk berita yang dianggap melecehkan artis itu.
  • yang mana → sehingga/dan
    1. Koperasi itu harus berjalan dengan baik yang mana kebutuhan setiap anggota dapat dipenuhi dari sini. (seharusnya) Koperasi itu harus berjalan dengan baik sehingga kebutuhan setiap anggota dapat dipenuhi dari sini.
    2. Wisatawan mancanegara meningkat terus yang mana negara tujuan wisata pun bertambah. (seharusnya) Wisatawan mancanegara meningkat terus dan negara tujuan wisata pun makin bertambah.

Kekisruhan ini mungkin disebabkan pengaruh oleh Ejaan Soewandi (1947) yang mengharuskan penulisan diserangkai dengan kata yang mengikutinya, baik sebagai kata depan maupun sebagai awalan.

Penggunaan “di mana” (selalu ditulis terpisah) yang tepat hanyalah sebagai kata tanya dalam kalimat tanya, sebagai kata penghubung yang menyatakan tempat, dan dalam bentuk “di mana-mana”. Contoh

  1. Di mana ia menginap?
  2. Kami akan berunding tentang di mana ia akan menginap.
  3. Di mana ia menginap, di situ keluarganya menginap.
  4. Ia dapat menginap di mana-mana.

KATA DEPAN : DI

– DISAMBUNG jika menyatakan kata kerja pasif

contoh: ditulis, dihapus, diambil, dipelajari, dimakan, dikerjakan, diwajibkan, dianggap, dibeli, dijual.

– DIPISAH jika menyatakan arah atau tempat

contoh: di timur, di sekolah, di mana, di sana, di awal, di akhir, di luar, di setiap sudut, di balik pintu, di relung hati.

Beberapa kata ada yang bisa ditulis disambung dan dipisah sesuai fungsinya, apakah itu menyatakan kata kerja pasif atau tempat, dengan arti yang berbeda. Misalnya:

  1. Dibalik = bentuk kata kerja pasif dari “membalik”
  2. Di balik = di bagian sebaliknya
  3. Dipenjara = bentuk kata kerja pasif dari “memenjarakan”
  4. Di penjara = di (dalam) penjara
  5. Diserang = bentuk kata kerja pasif dari “menyerang”
  6. Di Serang= di wilayah Serang, Jawa Barat
  7. Ditempatkan = kata kerja
  8. Di tempat =mengacu lokasi

Contoh kalimat:

  1. Kursi itu dibalik seseorang di balik layar.
  2. Ia dipenjara di penjara bawah tanah.
  3. Banyak sawah di Serang gagal panen karena diserang hama.
  4. Barang-barang ditempatkan di tempat yang seharusnya.

(Saat aku blogwalking, banyak sekali blogger yang salah dalam penulisan kata depan di. Yuk belajar untuk membenahi tulisannya)

KATA DEPAN : KE

– DISAMBUNG  jika menyatakan kata kerja atau kuantitas.

contoh: kepada, kemari, kedua anak , kelima orang.

– DIPISAH  jika menyatakan arah atau tempat.

contoh: ke mana, ke sini, ke sana, ke bawah, ke samping, ke Bandung, ke lapangan, ke depan, ke dalam.

– DITULIS ‘ke-‘ jika menyatakan nomor urut.

Contoh: Dia anak ke-2 dari 4 bersaudara.

Beberapa kata ada yang bisa ditulis disambung dan dipisah sesuai fungsinya, sesuai dengan lawan katanya.

Keluar = lawan kata dari “masuk”
Ke luar = lawan kata dari “ke dalam”

KATA DEPAN : PUN

– DISAMBUNG  jika menyatakan penegasan.

contoh: adapun, meskipun, bagaimanapun, sekalipun, kalaupun.

– DIPISAH  jika menyatakan juga atau saja.

contoh: saya pun akan melakukan hal yang sama.

KATA DEPAN : NYA

– DISAMBUNG jika menyatakan kepemilikan orang ketiga atau menunjukkan sesuatu atau sufiks murni.

contoh: kulitnya, tasnya, ibunya, anaknya, pamannya, perhatiannya, semuanya, miliknya, biasanya, rupanya, misalnya.

– DITULIS “-Nya” jika menyatakan kepemilikan Tuhan.

contoh: Tuhan akan menunjukkan jalan yang benar kepada hamba-Nya.

SUMBER : sigotawikipedia

###

View My Daily Post

Advertisements

Author: Fahmi Ishfah

i am cool, tough, smart, kind and complex

Apa komentarmu tentang postingan ini?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s