Pacarku Tidak Peka

Apa bedanya Tidak Peka dan Tidak Mengerti? Biasanya memang orang yang tidak peka itu sulit untuk mengerti. Orang yang sulit mengerti itu kadang-kadang dia sebetulnya mengerti tapi tidak mau mengerti.

Kalau kita memilih pacar yang tidak peka, jangan tanya bagaimana kalau pasangan saya tidak peka kepada saya? Karena kamu kan sudah memilihnya.

Pertanyaan berikutnya bagaimana cara memperbaiki kecerdasan saya yang jatuh cinta kepada orang yang tidak peka?

Udah gak peka terus dijatuhcintai pula? Hadeeuuhh..

Yang kebangetan itu yang jatuh cinta pada orang yang tidak peka. Kita lapar, dia gak tahu. Kita ngantuk, dia gak tahu. Kita sedih, dia cuek saja. Kita pingsan, dia bilang kenapa tidur di situ?

Yang salah itu orang yang mencintai orang yang tidak berkualitas. Sederhananya seperti itu. Jadi banyak sekali orang yang bertanya hal yang sebenarnya kalau bisa kita simpulkan bahwa justru yang bermasalah itu adalah yang bertanya.

Gak peka, dicintai, dipertahankan. Dengan alasan sudah terlanjur sayang. Itu kualitas wanita seperti apa yang mempertahankan untuk mencintai orang yang tidak berkualitas?

Kualtiasnya seperti apa? Wanita yang baik untuk laki-laki yang baik dan sebaliknya.

Misal, ada seorang laki-laki yang tidak berkualitas, gak peka, ngelamunan, banyak percaya takhayul, kagetan, banyak alergi, semaunya sendiri, miskin tapi sombong, tidak berpengetahuan tapi bandel, gak mau dengar nasihat orang lain.

Lalu ada seorang wanita yang mencintainya. Dia berkata, “Aku mencintainya, aku mengharapkan dia sebagai imam di keluargaku.”

Ya , dia bisa jadi imam yang tidak mengerti, percaya takhayul,  alergian. Gitu toh! Sesuai gak, wanita ini dan lelaki itu? Sesuai.

Wanita itu sesuai untuk lelaki tadi. Dia bertanya, “Bagaimana kalau…”  Terus kalau kita jawab untuk memberinya nasihat, si wanita menjawab, “Tapi aku sudah terlanjur sayang sama dia.”

Itu kan kata-katanya orang yang menderita.

Si wanita jawab lagi, “Iya kan nanti dia bisa berubah.”

Kalau setelah menikah, akan berubah gak sifat si lelaki itu kepada si wanita? Tidak. Wanitanya berubah gak setelah menikah? Ya, berubah. Dia ikhlas menerima si lelaki yang tidak baik itu. Buktinya dia mau menderita dalam pernikahannya.

Dia mengeluh, bertanya dan cari nasihat.

“Bagaimana ini, suami saya suka mukul saya. Dari sebelum menikah, dulu kalau marah dia suka begitu. Sampai sekarang gak berubah.”

Pantas gak kedua orang ini menjadi pasangan? Pantas. Wanitanya memilih lelaki itu kok. Berubah wanitanya? Berubah. Karena dia jadi sadar. Jadi sekarang sebetulnya wanitanya itu menjadi apa? Dia menjadi wanita baik yang tersiksa.

Jadi penjelasan mengenai bagaimana kalau pacar saya tidak peka dan tidak mengerti, gak ngertian, berarti yang diperbaiki adalah wanitanya. Wanita ini tidak aware  bahwa hal ini nantinya akan jadi masalah.

Banyak orang sedang memompa ban yang akan meledak di wajahnya. Kebiasaan buruk diteruskan, berpacaran dengan orang yang tidak baik lalu menikah dan mempunyai anak. Lalu si wanita itu bertanya lagi, “Bagaimana kalau sudah punya anak?”

Kesimpulannya, memang nasihat pernikahan itu paling dibutuhkan sebelum pernikahan, tapi tidak didengarkan sehingga ketika sudah menikah dan bermasalah, diberikan nasihat pun sudah tidak ada gunanya. Sudah terlanjur.

So, jawaban untuk pacar yang tidak peka adalah PUTUS. Kenapa kok gampang bilang itu? Ya kan namanya juga belum kekasih, baru pacar. Kalau kekasih itu sudah serius.

Gebetan → Pacar→ Kekasih → Calon Suami/Istri → Menikah (Suami/Istri)

Semakin ke kanan, semakin tidak gampang mengatakan untuk putus, ganti dan tinggalkan. Jadi kalau masih pacaran dan dia tidak peka maka PUTUS dan cari yang serius dan mau menikahimu.

(SUMBER : Channel Youtube – Mario Teguh)

###

Perlu motivasi lainnya? Klik di sini