B.U.D.A.K

Sebagai orang yang lahir dan dibesarkan di suku Sunda, aku menjadi terbiasa dengan singkatan nama yang dibuat untuk mempermudah mengingat artinya. Contoh yang paling mudah adalah dari nama makanan misalnya GEHU yang berarti toge dan tahu. Orang lain menyebutnya dengan nama lain. Seperti di Jakarta, mereka menyebutnya tahu isi.

Contoh berikutnya adalah makanan yang berbahan dasar aci atau sagu. Ada banyak varian atau jenis dari makanan berbahan dasar aci. Sebut saja Cilok. Jika kamu belum mengetahuinya itu adalah singkatan dari Aci Dicolok (ditusuk). Dan ada lagi makanan lainnya yang disingkat seperti Cilung, Cireng, Cihu, dan Cilor. Apakah kamu tahu itu singkatan dari apa?

Kata BUDAK ternyata memiliki singkatan yang artinya berkaitan dengan kewajiban orang tua kepada anaknya. Apa sajakah itu?

  1. Biayaaneun (anak itu perlu dibiayai)
  2. Urusanneun (anak itu perlu diurus)
  3. Didikkeuneun (anak itu perlu dididik)
  4. Arahkeuneun (anak itu perlu diarahkan)
  5. Kawinkeuneun (anak itu perlu untuk dinikahkan)

Penasaran dengan penjelasannya? Selengkapnya bisa kamu baca di sini.