Ishfah Seven

Semangat dan Mimpi

Rindu Ayah

6 Comments

Kalau kau tanya seberapa dalam rinduku padanya
Maka kujawab, rinduku sedalam Palung Mariana
Meski telah lama ia tiada
Aku masih bisa merasakan kehadirannya

Kalau kau tanya seberapa hampanya diriku tanpanya
Maka kujawab, dua tahun pertama ini sungguh menyiksa
Meski telah lama ia tiada
Aku masih mendambakan wejangan dan arahannya

Kalau kau tanya seberapa sukses diriku sesuai harapan dan doanya
Maka kujawab, hingga hari ini aku belum bisa membanggakannya
Meski telah lama ia tiada
Diriku masih tidak berguna, jauh dari asa dan cita-cita

Kalau kau baik hati, aminkanlah doaku untuknya
Maka akan kumulai bermunajat kepada Allah Subhanahu Wata’ala
Meski ayahku telah tiada
Aku tetap mendoakan kebaikan baginya

Ya Allah, Yang Maha Kuasa
Ampunilah dosanya, hindarkanlah siksanya
Karuniakanlah nikmat kubur untuknya
Hingga seruling sangkakala ditiup pada masanya

Ya Allah, Yang Maha Perkasa
Kuatkanlah hati dan imanku hingga akhir dunia
Lancarkanlah mengucap kalimat tauhidnya
Agar aku bisa khusnul khatimah saat dijemput paksa oleh Malaikat Pencabut Nyawa

Ya Allah, Yang Maha Esa
Pertemukanlah teman, guru dan keluarga
Satukanlah kami semua di Surga
Lindungilah kami dari siksa Neraka

Ayah, hari ini aku belum bisa menemuimu di alam baka
Aku masih berjuang keras hidup di dunia
Ayah, tenanglah engkau di sana
Doa dan cintaku satu untukmu, tak ada duanya

Ayah, tahukah kalau kau sudah punya cucu yang lucu mirip Papanya?
Dia juga punya watak keras dari neneknya
Dia juga punya sisi kelembutan dari ibunya
Dan semoga dia bisa penyabar seperti kakeknya

Allahummagfirlaka Warhamka Wa’afika Wa’fu Anka
Semoga Allah mengampunimu, menyayangimu, melindungimu, memaafkanmu

###

Kenali lebih dekat para tokoh lainnya di sini

******************** DID YOU KNOW ? ********************

Hal yang paling saya ingat tentang Bapak adalah Bapak itu orangnya sabar, lemah lembut, bijaksana namun ia juga bisa tegas bila diperlukan. Pesan dari Bapak yang paling saya ingat yaitu agar saya tidak memelihara rasa dendam karena hal itu bisa merusak hati dan jiwa kita. Sudah saya ketahui dengan jelas bahwa gara-gara rasa dendam ini, keluarga besar saya menjadi goyah dan banyak konflik antar sesama keluarga.

Jika kamu ingin mengetahui ceritaku tentang almarhum ayah -atau aku memanggilnya Bapak-, kamu bisa blogwalking ke Post : PI006 – Wawancara.

Saat kamu membacanya, bayangkanlah seperti dalam acara Talk Show, di mana ada seorang penanya yang mewawancari seorang narasumber.

******************** DID YOU KNOW ? ********************

Advertisements

Author: Fahmi Ishfah

i am cool, tough, smart, kind and complex

6 thoughts on “Rindu Ayah

  1. saya suka cara penulisan anda,, lebih merenungkan pada kisah saya sendiri

  2. Aamiin Aamiin ya…mujiibassailiin.

Apa komentarmu tentang postingan ini?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s