Renungan I’tiraf

Siapakah kita yang dengan sombong mengatakan sebagai orang yang pantas mendapatkan Surga? Sungguh, kita adalah pendosa. Dan siapakah kita yang dengan sombong mengatakan tidak takut kepada api Neraka? Sungguh, kita tak akan kuat menanggungnya.

Membaca kalimat di atas tadi, kita bisa merenungi diri bahwa sebenarnya kita bukanlah siapa-siapa tanpa pertolongan dan rahmat dari Allah. Aku jadi teringat sebuah syair indah dari Abu Nawas. Sebuah syair yang berisi renungan dan pengakuan seorang hamba kepada Rabbnya, Tuhannya. Mari kita simak dan renungkan bersama.

(Who are we who arrogantly say that people deserve Heaven? Really, we are sinners. And who are we who arrogantly say we are not afraid of Hell fire? Indeed, we will not bear it.

Reading the sentence above, we can reflect on ourselves that in fact we are nobody without help and grace from God. I was reminded of a beautiful poem from Abu Nawas. A poem that contains devotion and confession of a servant to his Lord. Let’s look and reflect together.)

Video Ustadz Hanan Attaki di bawah ini akan lebih terasa dampak di hati jika kamu merenungkannya setelah shalat tahajud di sepertiga malam terakhir.

(Video of Ustadz Hanan Attaki below will have more impact on your heart if you contemplate it after the midnight prayer in the last third of the night.)

Kamu juga bisa meresapinya dalam lagu yang dilantunkan dengan syahdu oleh Sabyan dan Esbeye.

(You can also absorb it in songs that are sung in harmony by Sabyan and Esbeye.)

Semoga bermanfaat!

(May be useful!)

###

Yuk nongkrong bareng UHA di sini!

4 thoughts on “Renungan I’tiraf

Comments are closed.