Belajar Tajwid 5 – Hukum Membaca Taawudz dan Basmalah

Secara etimologi ta’awudz berasal dari kata “عاذ – يعوذ ”  yang berarti “ minta perlindungan “, sedangkan yang dimaksud ta’awudz di sini adalah  bacaan “ أعوذ بالله من الشيطان الرجيم” yang  dibaca ketika beribadah sholat atau mengaji Al-Quran yang berarti, “Aku berlindung diri kepada Allah dari godaan syaithan yang terkutuk.” Maksudnya adalah memohon keselamatan kepada Dzat yang memiliki pencegahan dengan cara berlindung dari hal-hal yang dibenci.

Cara membaca ta’awudz basmalah dan surat ada 4 macam :

  1. Qath’ul jami’ (seluruhnya  diputuskan). Yaitu Ta’awudz, basmalah dan surat dibaca terpisah-pisah (tidak diwashalkan/tidak disambung). Contoh : A’udzubillaahiminassyaithaanirrajiim (berhenti). Bismillahir rahmaanirrahiim (berhenti). Qulhuwalloohu ahad
  2. Washluljami‘ (seluruhnya disambung/diwashalkan). Yaitu ta’awudz, basmalah dan surat dibaca bersambung. Contoh : A’udzubillahiminassyaithaanirrajimi bismillahirrahmaanirahiimiqulhuwallohu ahad
  3. Basmalah disambung dengan surat sedangkan ta’awudz diwaqafkan (dihentikan). Contoh: A’udzubillahiminassyaithanirrajiim. (berhenti). Bismillahirrahmaanirrahiimiqulhuwallohu ahad’
  4. Ta’awudz disambung dengan basmalah (tidak disambung dengan surat). Contoh : A’udzubillahiminassyaithanirrajiimibismillahirrahmaanirrahiim. (berhenti). Qulhuwallohu ahad

###

Mari belajar tentang Al-Quran di sini.