Sistem Satuan, Besaran Fisis dan Vektor 6 – Angka Signifikan dan Orde Magnitudo

Banyak bilangan-bilangan dalam sains merupakan hasil pengukuran, dan oleh karenanya, bilangan-bilangan itu diketahui hanya dalam batas-batas beberapa ketidakpastian percobaan. Besarnya ketidakpastian tergantung pada keahlian praktikan dan peralatan yang digunakan., yang sering ditaksir. Indikasi adanya ketidakpastian dalam pengukuran dinyatakan secara tidak langsung oleh jumlah angka dalam penulisan bilangan.

Contoh :

Digit yang diketahui yang dapat dipastikan (selain angka nol yang dipakai untuk menetapkan letak koma) disebut angka signifikan.

  1. Bilangan 2,50 mempunyai tiga angka signifikan
  2. Sedangkan 2,503 mempunyai empat angka signifikan.
  3. Bilangan 0,00103 mempunyai tiga angka signifikan.

Kesalahan mahasiswa yang umum (sejak berkenalan dengan kalkulator) adalah memakai lebih banyak angka dalam jawaban yang diperlukan.

Contoh:

“Jumlah angka signifikan pada hasil perkalian atau pembagian tidaklah lebih besar daripada jumlah terkecil angka signifikan dalam masing-masing bilangan yang terlibat dalam perkalian atau pembagian”

Contoh di atas jari-jari lapangan hanya sampai satu angka signifikan, maka luasnya pun harus dalam satu angka signifikan yaitu 2 x 102 m2.

Ketelitian dari penjumlahan dan pengurangan adalah mengikuti aturan umum yaitu :

“Hasil dari penjumlahan atau pengurangan dua bilangan tidak mempunyai angka signifikan di luar tempat desimal terakhir di mana kedua bilangan asal mempunyai angka signifikan”

Contoh : Hitung jumlah 1,040 + 0,2134

Jawab:

Bilangan pertama mempunyai tiga angka signifikan dibelakang koma, sedangkan bilangan yang kedua mempunyai empat angka signifikan dibelakang koma, maka menurut aturan hasil penjumlahan harus dalam bentuk tiga angka dibelakang koma

1,040 + 0,2134 = 1,2534 menjadi = 1,253

###

Mari belajar hitungan yang lain di sini.