My Situation

Malam ini, bolehkah aku bercerita kepadamu, wahai para pembaca blog Ishfah Seven?

Kalau kamu masih berdiam diri selama 7 detik, maka kuanggap jawabanmu adalah “Yes, i wanna hear the story.”

Ini adalah cerita seorang pria yang sudah lama menjalin cinta dengan kekasihnya tapi justru dia menemukan hal yang tak terduga. Malam itu dia melihat dengan mata kepalanya sendiri, kekasihnya sedang dipeluk dan dikecup mesra bibir merahnya oleh seseorang. Dan berikut adalah cerita si pria setelah semuanya terjadi

###

“Ada apa denganmu?” Itu adalah pertanyaan terakhirku padanya kemarin malam. Kau malah pergi bahkan tanpa sepatah kata. Aku bisa melihat punggungmu yang perlahan menjauh lalu menghilang. Hanya tersisa aku dan bintang malam itu.

Saat rapuh seperti ini, kenapa aku selalu rindu Ayah. Ia dulu selalu ada saat aku butuh nasihat dan penguat jiwa. Oh, andaikan kau datang sekarang. Aku ingin bebas. Jangan biarkan ku sendiri.

Aku tatap langit malam itu sekali lagi. Sedikit gelap dan pudar. Tak ada sinar purnama yang hadir. Tapi aku melihat kerlap-kerlip bintang nun jauh di sana. Kata Ibu, “Kumpulan bintang-bintang yang kau lihat saat ini adalah jelmaan dari orang-orang yang kita sayangi dan telah meninggal dunia. Mereka menjadi bintang di surga yang selalu mengawasi kita.”

Tentu aku tak percaya itu. Ibu pun hanya berucap sebatas kata pelipur lara untuk mengobati kesedihan ditinggal belahan hatinya. Tapi, sejak saat itu kalau kulihat langit malam dan sedang ada bintang, aku jadi ingat Ayah lalu segera kupanjatkan doa kepada Allah supaya beliau diampuni segala dosa dan salahnya.

Hari ini aku harus menyelesaikan masalahku dengan dara jelita dari Kota Kembang itu. Dia bilang, “Cobalah mengerti perasaanku.”

Bagaimana aku bisa mengerti. Jika setiap ada masalah dia selalu menyuruhku menebak-nebak isi pikirannya dan hilang begitu saja tanpa bisa aku pahami. Aku ini manusia normal. Bukan cenayang atau paranormal.

“Demi kita, lakukanlah apa yang kumau. Jelaskanlah semuanya. Siapa dia? Kenapa kamu bisa bersamanya?” tanyaku.

“Kau tak percaya lagi padaku?” tukasnya.

“Iya percaya. Tapi dulu. Karena masalah ini tidak terjadi hanya sekali. Rasanya semua masalah kita ini sudah di atas normal. Pikiranku tak dapat kumengerti. Kaki di kepala. Kepala di kaki. Jangan bersembunyi di balik awan alasan deh. Sebenarnya apa yang telah kau lakukan di belakangku?”

Tapi lagi-lagi dia malah pergi. Selalu begitu. Hal ini umpama sebuah dilema besar. Aku masih sayang kepadanya. Tapi dia malah mengkhianati cintaku. Aku tak ingin dia menjadi dunia yang terlupa karena aku pun tak mau jika dilupakan oleh orang lain.

Tapi aku ini harus kuat seperti para hero di cerita sejarah. Aku harus move on. Prinsipku adalah ‘hidup untukmu, mati tanpamu’. Kita boleh hidup bersama, seia sekata. Tapi kalau kau mau pergi, pergilah. Aku tak akan mati hanya karena putus denganmu. Aku berharap akan ada hari yang cerah untuk jiwa yang sepi.

Tapi ini cinta. Selalu ada saja drama menyertainya. Aku harus jalani mimpi yang baik dan meninggalkan yang buruk. Karena ternyata jauh mimpiku jika ingin terus bersamamu.

Jika engkau sedang membaca tulisan ini, ketahuilah bahwa kalau khayalan tingkat tinggi yang dulu pernah kita miliki tentang kita tertawa akan banyak hal, selalu bersama setiap hari dan untuk selamanya. Itu semua hanya masa lalu tertinggal. Ternyata kisah cintaku ini ibarat kota mati yang bahkan langit tak mendengar doa-doa kita.

Kau mungkin juga ingat saat itu kukatakan dengan indah kepadamu bahwa akan kupeluk hatimu saat bahagia maupun lara. Tapi itu dulu

Sekarang, lihat langkahku! Tegap, gagah dan berani. Aku akan melawan dunia, menepis semua hal yang membebaniku dan menghapus jejakmu.

Aku tak perlu lagi menunggu pagi hanya karena ingin cepat bertemu kamu lagi. Aku juga tak perlu menunggumu di manapun kamu berada.

Sekarang aku harus punya harapan baru. Sebuah mimpi yang sempurna yang mesti aku raih. Mungkin nanti akan ada seseorang yang bisa melengkapi hidupku.

Aku pun tak mau lagi mendengarkan ucapan para penerka yang perih menusuk hati. Urus saja urusan kalian. Aku yang urus urusanku.

Puisi Adinda yang pernah kutulis untukmu itu, lupakan saja. Mungkin aku haru minta bantuan dari Raja Negeriku atau dari para sahabat lain agar membantuku melupakanmu.

Dulu aku pernah satu hati denganmu. Namun saat ini aku sendiri, kau pun Sally sendiri. Kita berdua mesti instropeksi diri, Sally.

Semua tentang kita mungkin telah berakhir. Sekarang aku sendiri lagi karena separuh aku telah pergi. Rasanya aku baru mengenal Sally sebentar. Seperti kemarin.

Suara pikiranku terus mengajakku bicara. Ia menyadarkanku bahwa tak ada yang abadi di dunia ini. Semua memang tak lagi sama. Gelap telah berakhir dan terang menunggu.

Hari ini aku masih terbangun sendiri. Tapi suatu hari nanti semua penantian akan berakhir. Jodoh yang diimpikan itu akan hadir. Dia akan tergila-gila padaku dan aku padanya. Kita berdua bermain di Taman Langit. Sebuah tempat di mana hanya ada kebahagiaan, tak ada kesedihan. Tempat penuh cinta tanpa topeng dan kepura-puraan. Tempat di mana walau habis terang maka cahaya lain akan datang menggantikan. Semuanya ada karena cinta yang terdalam.

Teruntuk wanitaku yang sekarang entah ada di mana, dengarlah ini.

Kita mungkin berjauhan tetapi sejatinya kita berdekatan. Garis takdir akan mempertemukan kita. Kau udara bagiku dan aku nyawa bagimu.

Duhai wanitaku, cepatlah datang untuk menemaniku. Kau tak perlu risau mencari cinta lagi. Karena aku di sini untukmu.

Dan inilah situasiku sekarang. Aku baru diselingkuhi, tapi aku mau move on, memperbaiki diri dan mencari pasangan halal yang serius.

Ini adalah cerita fiksi. Sebuah cerita cinta yang terinspirasi dari lagu-lagu sebuah band favoritku. Apakah kamu tahu nama band itu? Judul lagu apa saja yang kamu temukan? Adakah judul lagu favoritmu?

###

View My Daily Post

12 thoughts on “My Situation

  1. Ada apa denganmu?
    Rapuh.
    Aku dan bintang.
    Noah, alias Peter Pan dulunya dgn vokalis Ariel sang idola para wanita. Hanya itu utk saat ini..Mungkin kalau aku membaca ini tadi malam dgn penuh konsentrasi bisa lebih. Tapi berhubung bacanya disaat sempit,,, itu aza dulu. Biar yg lain menyambung he he he

Comments are closed.