Gigih dan Pantang Menyerah

Cikaracak ninggang batu, laun-laun jadi legok. Ini adalah salah satu peribahasa dalam bahasa Sunda yang berarti air yang terus-menerus menetesi batu maka batu itu pun lama-kelamaan akan berlubang. Hal ini memiliki makna bahwa kegigihan seseorang dalam melakukan sesuatu pada akhirnya akan membuahkan hasil meskipun membutuhkan waktu lama.

Pada tausiyah terbaru dari Ustadz Abdul Somad (UAS) di acara Muslim United yang bertempat di Masjid Jogokariyan Jogjakarta tempo hari, UAS menyebutkan peribahasa yang sama dalam bahasa Indonesia. Saat UAS mengatakan ini, spontan aku teringat peribahasa Sunda yang dulu dipelajari sewaktu belajar di Sekolah Dasar.

UAS mengatakan bahwa berdakwah itu mesti sabar dan tanpa henti. Saat seseorang mengajak temannya untuk shalat berjamaah di masjid atau ikut ke pengajian tetapi temannya itu malah menolaknya berulang-kali, maka jangan putus asa. Teruslah ajak dia menuju kebaikan dan mudah-mudahan Allah bisa melembutkan hati dan membuatnya sadar untuk mau beribadah kepada Allah.

Penjelasan lebih lengkap bisa kamu lihat pada video di bawah ini :

###

Mari belajar hal lain dari Ustadz Abdul Somad di sini.

6 thoughts on “Gigih dan Pantang Menyerah

Comments are closed.