Istri Penyabar

Awal Tahun 2018

Aku memanggil istriku Maiza, kependekan dari Mama Faeeza. Maiza gembira karena aku mengatakan akan memberinya sebuah kejutan. Maiza tak tahan.

Ah, tong heureuy A. Tong roromantisan sagala. Kalau ada uang mah mending beliin popok dan keperluan Faeeza.”

Aku tersenyum.

“Siapa yang bercanda, Maiza. Leres ieu mah. Beneran. Sudah setahun sejak Faeeza lahir, baru bisa kukabulkan sekarang, maaf.”

Aku mengambil sepatu dari rak lalu menentengnya ke pintu rumah. Maiza mengikutiku dari belakang.

Selama dua tahun kami berumah tangga, baru kali ini aku berani memberinya kejutan. Semua hal, dalam keluarga kami itu sederhana. Gaji yang kuterima dari kantor setiap bulan langsung aku bagi dua. Pertama, untuk keperluan Maiza, Faeeza dan rumah. Kedua, untukku yang mencakup biaya naik KRL (Kereta Rel Listrik), ongkos angkot, biaya makan siang dan kuota internet.

Penghasilan 4,5 juta di Jakarta untuk memenuhi kebutuhan kami bertiga memang tidak cukup. Harga kontrakan rumah petak saja sudah 1,5 juta. Bukan tak mau tinggal di tempat yang lebih murah. Pertama, karena tidak ada yang sesuai keinginan perihal air bersih dan semacamnya. Kedua, kalaupun ada jaraknya sangat jauh dari kantor. Belum lagi biaya token listrik dan tabung gas. Jika sedang menginginkan sesuatu, maka kami harus menyisihkan uang. Tetapi karena hampir setiap bulan selalu pas-pasan maka acara menabung itu jarang sekali terjadi.

Kalau bukan karena ia seorang istri yang penyabar, maka aku sudah ditinggalkannya. Maiza adalah istri yang baik. Ia bahkan tidak pernah meminta apapun dariku. Uang yang kuberikan dari gaji, ia terima. Besar dan kecil ia syukuri.

Semuanya dipahami Maiza di luar kepala. Tak ada rahasia, tak ada yang tak biasa, dan tak ada harapan yang muluk-muluk. Tahu-tahu, macam menemukan oase di padang pasir, aku memberinya sebuah kejutan.

Sambil memakai sepatu kutanya, “Berapa biaya untuk aqiqahan Faeeza?”

Teu terang atuh. Mesti tanya-tanya dulu dan cek harga. Emang aya artosna?

“Insya Allah, aya.”

“Dari mana?”

“Vendor outsorcing tempat Aa kerja ngasih pesangon karena kontrak kerja mereka dengan pihak kantor udah selesai.”

“A kerja di mana atuh?”

“Masih di kantor yang sama tapi dengan vendor yang berbeda. Oya, kita bikin acaranya di Bandung saja.”

Sepatuku sudah terpasang. Tidak mengkilat karena setiap hari selalu terinjak penumpang lain di KRL.

“Nanti WA aja ya berapa harganya.”

Maiza mengangguk lalu mencium tangan kananku.

“Assalamualaikum!”

Nenek menggendong Faeeza, Papa mencukur rambutnya

Awal Tahun 2020

Kebutuhan kami semakin bertambah. Tahun ini aku harus bisa mendapatkan pekerjaan baru yang jauh lebih baik daripada sekarang. Kurasa 6 tahun adalah waktu yang cukup untuk bekerja di Jakarta. Aku berharap bisa kembali ke Bandung dan berkumpul kembali dengan anak dan istriku.

Menjalani kehidupan LDR (long distance relationship) itu sungguh tidak enak. Di sini aku selalu tidak tenang. Teringat akan Faeeza dan Maiza. Tidak hanya itu, kondisi di tempat kerja pun sudah tidak nyaman.

Tapi istriku yang penyabar itu berkata, “Segala sesuatu ada waktunya. Insya Allah, setelah semua kesulitan, akan hadir kemudahan.”

Ya, kurasa aku akan menunggu.

Sebentar lagi.

Tahan.

Ok.

###

View My Daily Post

Published by Fahmi Ishfah

i am cool, tough, smart, kind and complex

18 thoughts on “Istri Penyabar

  1. Semoga lancar dan sukses Om. Jaga kesehatan, stay optimis dan jangan kebanyakan gaya, eh begadang maksudnya 😜😁 Salam untuk dedek bayi gemes~ *cubit online

  2. Semoga, tetap sabar.
    Semoga, segera dapat pekerjaan di satu kota dan tinggal bersama.
    Kami juga pernah begitu, lebih kurang 7 tahun. Sampai akhirnya keputusan diambil, suami kembali ke Siantar. Intinya kami tinggal satu rumah, kebetulan suami orangnya mau kerja apa saja yg penting halal.

Apa komentarmu tentang pos ini?

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: