Zona Nyaman

Berlindung di balik alasan bukan sesuatu yang baik. Satu alasan yang kamu berikan bisa melahirkan alasan lain dan seterusnya. Misalnya kamu beralasan tidak bisa menulis sebuah pos di blogmu karena sedang sibuk atau ada keperluan lain. Di satu titik, itu bisa dimaklumi. Namun ketika hal tersebut berulang, apa yang ingin kamu katakan? Alasan apa lagi yang hendak kamu rangkai?

Jeda sebentar untuk tidak menulis merupakan hal yang baik. Kamu bisa beristirahat, mengumpulkan energi atau sesuatu yang sering disebutkan kebanyakan orang yaitu mood. Mood dikendalikan oleh suasana hati. Ibarat pisau bermata dua, mood bisa bermanfaat juga berbahaya. Saat kamu begitu senang dan semangat untuk menulis, semua hal berupa ide seperti mengalir lancar ke dalam otak yang disalurkan pada tangan untuk mengetiknya. Di lain hari ketika kamu merasa tidak bersemangat untuk menulis, jangan harap bisa menulis satu halaman. Disuruh menulis satu paragraf bahkan satu kalimat pun, kamu akan menyerah karena malas.

Aku teringat sebuah adegan dalam drama Jepang berjudul Dragon Zakura. Saat itu Sakuragi Kenji sedang bermasalah dengan anak didiknya. Mereka mogok belajar karena sebal kepada Kenji dan hal lain padahal mereka harus segera mempersiapkan diri untuk masuk ke Tokyo University atau Todai. Ujian tes masuk yang susah membuat usaha yang diperlukan juga harus maksimal.

Ada satu perkataan Kenji yang selalu aku ingat. Ia berkata, “Saat kamu lelah atau jenuh, beristirahat adalah hal yang kamu butuhkan. Kamu bisa segar kembali setelah itu. Tetapi jika kamu beristirahat terlalu lama maka ia akan berlaku kebalikannya. Semakin kamu banyak beristirahat maka kamu akan semakin bosan, jenuh, malas dan menjadi tidak semangat. Beristirahatlah secukupnya lalu beraktivitaslah kembali.”

Baca selengkapnya : Dragon Zakura

Kembali ke soal menulis di atas, apakah sekarang kamu sedang berada dalam posisi rehat? Apakah kesibukan membuatmu berhenti menulis? Jika sekarang sedang beristirahat, mau sampai kapan? Semakin kamu menunda untuk menulis maka semakin besar pula rasa malasmu untuk melakukannya.

Dari pengalaman blogwalking, berinteraksi dan menjalin hubungan pertemanan yang lebih intens, dapat kusimpulkan bahwa sebagian bloger adalah manusia egois, idealis dan cuek. Mereka terbagi menjadi tiga. Pertama, bloger yang jika diberikan masukan oleh bloger lain, ia akan menerima dan menyambut baik. Pun jika ada hal yang belum jelas, maka jalan diskusi menjadi solusi. Sangat dewasa.

Kedua, bloger yang mau menerima kritik dan saran tetapi ibarat masuk telinga kanan lalu keluar telinga kiri. Ya, dianggap angin lalu saja. Hanya berkata iya dan iya di depan, padahal di belakang tidak seperti itu.

Ketiga, bloger yang tidak mau menerima masukan apalagi kritikan. Ia tutup semua akses. Biarlah tersasar ke mana saja. Ke mana kaki melangkah, tangan menulis, ia ikuti. Padahal untuk menjadi seorang traveler –dalam hal apapun-, kamu mesti menguasai ilmu dasarnya. Tahu apa saja yang dibutuhkan untuk bekal perjalanan dan sebagainya.

Mungkin sesekali kamu mesti berpikir untuk keluar dari zona nyamanmu. Jangan-jangan selama ini zona yang kamu sebut nyaman itu sebenarnya tidak aman. Jangan-jangan kamu berada dalam fatamorgana semata. Berpikir bahwa sudah benar menulis tetapi ternyata jauh panggang daripada api.

Yuk, belajar lagi menulis. Banyak hal yang mesti kita pelajari bersama. Kita bisa saling berbagi ilmu, bertukar wawasan atau belajar di bawah pengawasan mentor atau guru yang sama.

Jangan berkutat di blogmu saja. Keluar dan baca blog yang lain. Perhatikan apa yang orang lain tulis. Perluas juga cakrawala membacamu. Seorang penulis yang malas membaca, sebaiknya berpikir dua kali. Karena seorang pembaca bisa jadi bukan penulis tetapi seorang penulis mesti seorang pembaca.

Baca juga : 7 Manfaat Membaca

“Sembilu yang dulu, biarlah membiru, berkarya bersama hati. Waktu ke waktu perlahan kurakit egoku, merangkul orang-orang yang mulai sejiwa denganku, Ke-BM-an membukakan jalan mencari teman, bergeraklah dari zona nyaman.” {FOURTWNTY}

Note : BM maksudnya bad mood

###

Baca hal menarik lainnya di sini

13 thoughts on “Zona Nyaman

  1. Baru baca ini..
    Dan aku ada dinomor berapa ya? Menurutku aku cenderung di nomor 1 tapi ada juga bagian diriku yang berada di nomor 2 (kira² seperempat gitulah).
    Menurutku ya,,, nggak tau kalau orang yg menilai.

Comments are closed.