Du Bist Mein Liebster

Halo, Sahabat! Aku selalu berharap kamu berada dalam keadaan sehat walafiat. Tak bisa kita pungkiri bahwa kesehatan adalah salah satu nikmat dari Tuhan. Alhamdulillahi rabbil ‘alamin.

Selain rasa syukur itu, ada hal lain yang aku rasakan nikmatnya. Yaitu nikmat pertemanan. Sebagai makhluk sosial, manusia tidak bisa hidup sendirian. Kita tetap butuh orang lain untuk melakukan sesuatu. Karena bisa jadi seseorang mampu melakukan satu keahlian namun ia tidak bisa melakukan keahlian yang lain.

Ruang lingkup pertemanan juga demikian. Kekurangan yang ada pada satu teman bisa dilengkapi oleh teman yang lain. Saling membantu, mendukung dan mengingatkan. Dan pada perkembangannya hubungan pertemanan tidak hanya dilakukan dalam dunia nyata melainkan di dunia maya (internet). Salah satu aktivitas yang aku lakukan di sini adalah blogging. Dari tahun pertama menulis blog hingga hari ini, aku telah berkenalan setidaknya dengan seribu orang bloger dengan ciri khas dan keunikan masing-masing. Salah satu di antaranya adalah Nona Penjual Kolak Pisang dari Jogja.

Beberapa hari yang lalu, ia memberiku sebuah award. Bukan award untuk para aktor atas kiprahnya di dunia perfilman. Atau award untuk para musisi sebab kontribusinya di bidang musik. Award ini bernama Liebster. Berasal dari bahasa Jerman dengan arti yang tersayang. Uh, so sweet.

Saat melakukan blogwalking rutin, aku sudah melihat pos yang dibuat oleh para bloger. Di antaranya terdapat pos yang membahas tentang Liesbter Award. Setelah kubaca dan teliti, award ini adalah buatan para bloger untuk saling mendukung bloger lain. Menurutku ini adalah salah satu bentuk lain dari blogwalking tetapi disisipkan beberapa tantangan di dalamnya yang bertujuan agar satu bloger bisa mengenal bloger lain. Selain itu rules yang ada tidak sekaku yang kukira. Contohnya tentang jumlah pertanyaan yang diajukan. Aku mendapatkan 11 pertanyaan dari temanku itu. Sementara dari ulasan di blog lain, hanya ada 5. Lalu aku juga menemukan beberapa kekurangan dalam award ini. Namun hal itu bisa dikesampingkan selama tujuan utamanya bernilai mulia yaitu untuk menjalin silaturahim antar bloger dan mendukungnya.

Bloggers are a funny bunch. We read a lot, write a ton, scour the web for new content to consume, and even give ourselves awards for this stuff. That’s what the “Liebster Award” is – a recognition of bloggers by other bloggers. It’s only coincidental that the name is derived from the German word that means “beloved, or dear” in English. It’s been around in some form or another since 2011, so I think there is at least some credence to its name. (from Abroad American)

Oleh karena itu, pada pos ini aku akan menjawab Liebster Award dari temanku itu.

Peraturan:

  1. Sampaikan terima kasih pada bloger yang menominasikanmu.
  2. Ceritakanlah 11 fakta tentang dirimu dan bagikan 3 pos terbaik di blogmu.
  3. Jawablah 11 pertanyaan yang diajukan.
  4. Nominasikan 11 bloger lain, berikan masing-masing 11 pertanyaan dan pastikan awardmu diketahui oleh mereka.
  5. Untuk kamu yang sudah menerima award dari bloger lain maka abaikan award yang baru (jika ada)
  6. Kamu boleh mengerjakan tantangan pada award ini atau cukup menerimanya saja.

Namanya adalah Rochma Efridaningrum. Atau ia mengenalkan nama penanya dengan sebutan Rahma Frida. Ia kukenal jauh sebelum kami bergabung dalam komunitas bloger Ikatan Kata. Seseorang yang enerjik, mahir berbahasa Turki, aktif dalam organisasi desa dan memiliki keahlian memanjat kelapa hingga membuka dagingnya menggunakan golok. Meskipun badannya ramping tapi daya pukul dan tamparnya tak bisa dianggap sepele. Lelaki yang hanya datang untuk mematahkan hatinya, ia harus berpikir dua kali.

Tentang tulisannya? Kamu bisa mengeceknya sendiri di blog anythingfrida. Kamu bisa menilainya sendiri sebagus apa kualitas jurnalis lepas ini. Sedikit spoiler, saat kamu membaca karyanya, kamu tidak akan kecewa.

Sejujurnya aku tidak terlalu percaya diri saat Frida memberikan award ini. Siapalah aku, begitu yang terlintas di benak. Isi dari blogku terbilang random. Bukan blog niche yang berisi satu fokus bahasan. Mungkin di sinilah fungsi pertemanan itu. Seperti yang disebutkan di atas, bahwa seorang teman bisa mendukung teman lainnya. Sepertinya hal ini pula yang membuat Frida mempercayakan award ini kepadaku. Setidaknya dari tulisan ngalor-ngidul yang aku tulis di blog, dia menilai ada satu atau dua hal yang bermanfaat untuknya. Atas kepercayaan itu aku sampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya untukmu, De.

Oke, mari lanjut ke tahap berikutnya. Untuk hal ini, aku butuh waktu untuk merenung. Kira-kira 11 fakta tentang diriku yang mana yang akan aku tulis.

BERKACAMATA

Aku telah memakai kacamata minus sejak dari kelas 4 SD. Kacamatanya sudah berganti dari waktu ke waktu. Ukuran minusnya kadang-kadang bertambah saat dicek oleh dokter mata. Di lain kesempatan menurun. Semakin bertambahnya usia, ternyata bukan hanya minus yang ada tetapi silindris ikut serta. Aku tak bisa melihat fokus lurus, agak melenceng sedikit jika kamu tarik dari garis mata ke arah benda yang ingin terlihat. Jika berjalan di malam hari, mataku tak segesit mata lainnya.

Sisi baiknya, aku tak pernah keluyuran malam-malam jika tanpa ditemani orang lain atau pergi ke tempat yang masih asing bagiku. Jika terpaksa harus melewati jalan di malam hari tetapi jalanan itu sudah kuingat rutenya pada siang hari, maka besar kemungkinan kalau aku bisa sampai ke tempat tujuan. Lain halnya bila tempat itu baru dan aku pergi ke tempat itu pada malam hari. Kaki ini akan berat untuk melangkah. Aku lebih takut gelap daripada hantu.

KEUKEUH

Aku dikenal sebagai pribadi yang berpendirian kuat. Orang lain bisa saja menyebutku keras kepala. Tetapi menurutku, sesuatu yang sudah kamu tahu pasti kebenarannya seharusnya kamu pegang erat-erat, bukan? Ini bukan perkara balon yang tersisa tinggal empat. Sesuatu yang disebut sebagai prinsip. Kamu harus bisa meyakinkanku dengan logika yang kau punya jika ingin memengaruhi jalan pikiranku.

PENCARI ILMU

Pendirian yang kuat atau keukeuh itu mesti dilandasi pula oleh ilmu. Aku pun seperti ini bukan ujug-ujug jadi. Ada sebuah perjalanan panjang untuk melaluinya. Saat remaja aku sama galau dan tak tahu ke mana arah tujuan. Oleh karena itu jika ada kesempatan untuk menuntut ilmu dan pengetahuan baru maka aku akan menjadi semangat.

PENAGIH JANJI

Aku adalah seorang yang suka menagih janji dan komitmen orang lain. Karena janji mesti dipenuhi oleh sebuah tekad kuat untuk menuntaskannya. Jadi apabila ada orang yang terkesan ingkar bahkan sengaja melupakan janjinya, aku bisa murka.

HUMORIS

Terlepas dari kesan serius, sejatinya aku adalah orang yang suka bercanda. Acara stand-up comedy menjadi salah satu acara favorit yang sering kutonton. Jika sedang berkumpul dengan teman-teman, aku selalu aktif bahkan sesekali melemparkan candaan. Begitu pun ketika berinteraksi menggunakan Whatsapp. Tetapi walaupun dengan kecanggihan aplikasi ini, aku tak bisa all-out karena tidak mungkin semua kata bisa dikeluarkan sembarangan. Jika berbicara langsung dengan teman-teman yang ada di depan muka, wah candaannya bisa lebih hot dan ekstreme. Lebih leluasa. Ya, kata itu paling pas untuk menggambarkannya.

AWAL BLOGGING

Aku mulai menulis blog pada tahun ketiga perkuliahan. Temanku, Cecep yang mengajak untuk blogging. Dia sudah lebih awal melakukannya. Berteman dengan seorang bloger kamu bisa tertular menjadi salah satunya. Berada di lingkungan pecinta sepak bola, lambat laun kamu akan tertarik untuk mencobanya. Pengaruh teman dan lingkungan memang kuat, Kawan.

KETUA KELAS

Pada awal kuliah di semester 1, seorang dosen Software Terapan menanyakan kepada kami siapa ketua kelasnya. Pada waktu itu belum ada. Kemudian ia bertanya lagi siapa saja yang ingin menjadi ketua kelas untuk mengangkat tangan. Ada sekitar 4 orang yang menangkat tangan (termasuk aku) dan ternyata dosen tersebut memilihku.

Sebenarnya menjadi Ketua Kelas itu enak (pada awalnya) karena bisa mengenal banyak orang. Tidak ada satu pun mahasiwa di kelasku yang tidak aku tahu dan kenal. Bahkan aku juga kenal mahasiswa dari kelas lain dan mahasiswa dari tingkat atas (yang mengulang mata kuliah) dan mahasiswa tingkat bawah (yang mengambil mata kuliah lebih cepat karena pintar).

Ternyata menjadi ketua kelas itu capek, mesti bertemu dosen yang tidak ingin ditemui karena galak, mengingatkan teman kelas yang bandel dan selalu jadi bahan omelan Dosen Wali jika teman kelas berulah. Hal ini aku sadari saat memasuki pertengahan kuliah (sekitar semester 5 atau 6), di mana waktu itu Dosen Wali dari kelasku diangkat menjadi Kajur (Ketua Jurusan) Teknik Informatika.

Tidak ada yang salah dengan pangkat itu, justru merupakan sebuah prestasi yang gemilang, artinya Dosen Waliku itu memiliki kredibilitas dan kemampuan untuk memimpin jurusan kami. Yang menjadi tidak enak hati adalah sifat dan karakter beliau yang tegas (cenderung galak), matanya tajam (sering melotot), tidak pandang bulu dalam menilai pekerjaan atau tugas mahasiswaa dan bicaranya kadang tinggi. Tapi di lain kesempatan, beliau baik dan sering tersenyum. Sebenarnya di mata kami, beliau itu, hmm.. apa ya, agak rumit atau unik. Aku agak sulit mendesikripsikannya. Mungkin kalimat yang pas untuk menggambarkan beliau adalah seorang dosen yang baik hati, tegas, setengah killer.

Itulah yang membuat kami (para mahasiswa Teknik Informatika) menjadi segan, sungkan dan sering salah tingkah kalau di hadapannya. Kalau kami salah omong, maka ibarat senapan mesin, ia akan memberondong kami dengan peluru omelan yang tidak hanya membuat kuping kami kepanasan tetapi membuat hati serasa naik roller coaster, naik turun, degdegan tidak beraturan.

Apesnya lagi, karena aku menjadi Ketua Kelas, kalau ada apa pun masalah dengan mahasiswa di kelas, tugas kuliah, pengumuman jurusan, informasi penting dari dosen, aku sering bolak-balik ke ruangan beliau yang berdekatan dengan ruang dosen lain. Jika mood sedang tidak baik, maka habislah aku yang dimarahi. Seringnya aku dimarahi karena ulah teman-teman di kelas. Dan saat keluar dari ruangannya, dosen-dosen yang lain akan memandangiku. Mungkin bagi sebagian dosen yang tidak mengenalku dia akan mengira kalau aku mahasiswa bermasalah karena sering masuk ke ruangan Kajur dan selalu terdengar suara omelan dan teriakan dari dalamnya.

SANTRI

Aku pernah mondok di pesantren yang terletak di kota kelahiran. Aku hanya bisa bertahan selama 4,5 tahun di sana. Kurang 1,5 tahun dari rencana awal. Waktu itu ada satu dan lain hal yang membuatku tidak nyaman tinggal di sana. Padahal jika saja bisa bertahan hingga akhir, mungkin aku bisa menyusul teman-teman yang kuliah di Al-Azhar, Mesir. Ini adalah salah satu hal yang kusesali hingga hari ini. Tapi itu sudah berlalu. Hari ini aku lebih sering mendengarkan kajian-kajian online dari para ustadz atau mengikuti langsung kajian yang diselenggarakan oleh pihak kantor.

AWAL BEKERJA

Tidak mudah mencari pekerjaan sejak lulus dari kampus. Di awal-awal lulus, aku masukkan lamaran pekerjaan di bidang-bidang IT (Information and Technology) sesuai jurusan kuliah. Jika ada job fair di manapun, aku selalu ikut bersama teman-teman lain yang belum bekerja. Jika ada lowongan di website pencari kerja, aku kirimkan email. Entah sudah berapa. Bertanya sana-sini ke teman atau keluarga. Siapa tahu ada informasi tentang pekerjaan.

Tetapi nasib berkata lain. Ujung-ujungnya pekerjaan pertamaku adalah sebagai admin kredit di sebuah Bank Perkreditan Rakyat. Itu pun atas rekomendasi dari Om, adik ipar ibuku. Tidak bertahan lama, hanya sekitar 7 bulan bekerja di sana aku pun keluar. Memang bekerja dalam dunia ‘panas’ seperti itu tidak akan ada betahnya. Setelah keluar, aku menjadi Call Center. Dari mana aku tahu informasi ini? Lagi-lagi dari temanku, Cecep. Memiliki teman adalah salah satu nikmat terindah yang dianugerahkan Tuhan kepadaku.

Setelah resign dari Call Center aku berpindah ke Jakarta. Menjadi seorang kuli berdasi yang bernasib sama dengan ribuan orang lainnya. Namun tetap aku syukuri.

GREGETAN

Aku suka gemas dan gregetan kepada bloger yang memiliki jiwa ‘hangat-hangat tahi ayam’ yaitu mereka yang semangatnya hanya berada di awal. Beberapa member di satu komunitas berbuat seperti itu. Namun mereka berhenti di tengah jalan. Entah karena kesibukan lain atau memang tidak memiliki komitmen dan konsistensi seperti yang sejak awal mereka sanggupi.

Aku di-PHP-in, guys!

MOVIE FREAK

Terakhir, ini sesuatu yang lebih ringan. Aku senang menonton film. Genre apapun asalkan jalur ceritanya menarik, aktornya bermain apik dan ada kejutan tidak biasa di dalamnya. Selain itu aku senang menonton drama, baik dari Barat, Jepang atau Korea. Untuk drama India aku tidak terlalu suka.

Aku pernah menonton salah satunya di televisi, uhh sungguh menggelikan. Terlalu banyak backing sound yang tidak perlu saat pemerannya berbicara, shoot kamera yang tiba-tiba zoom-in dan zoom-out yang kebanyakan dan berputar mengelilingi tubuh pemain. Pun banyak air mata yang lebay.

Jenis film lain yang aku sukai adalah anime. Anime favoritku adalah One Piece. Sejak tahun 1999 hingga sekarang, anime ini masih tayang. Set terbaru, Luffy sedang berada di Wanokuni untuk bertarung dengan Kaido dan menyelematkan negeri itu dari rezeim Orochi yang licik, menguntungkan diri sendiri dan memeras keringat warganya. Ah, aku jadi teringat seseorang.

Dan berikut adalah 3 pos yang aku rekomendasikan agar kamu baca. Karena ini bertepatan dengan bulan Ramadan maka pos yang aku share pun ada kaitannya dengan itu.

  1. Doa Khatam Alqur’an
  2. Lupa Membaca Niat Puasa
  3. Mereka Bilang Saya Perawan Tua 1 –  Munggahan

 

Selanjutnya adalah menjawab pertanyaan dari Frida.

Siapa orang yang paling menguatkanmu ketika kamu down atau mendapat masalah?

Almarhum ayah yang selalu memberikanku semangat. Sekarang setelah ia tiada, aku hanya bisa mengajaknya berbincang dalam doa.

Apakah kamu tipe orang yang setia?

Ya.

Naik gunung atau berburu sunset di pantai?

Pantai dong. Karena di gunung belum tentu ada pantai. Sedangkan di pantai….

Apa kejadian konyol waktu sekolah yang masih kamu ingat sampai sekarang?

Ini lebih ke pengambilan keputusan sih. Kusebut konyol karena aku tahu aku suka A tetapi malah memilih B.

Waktu itu, jurusan IPA menjadi jurusan favorit. Guru BP (Bimbingan Penyuluhan) –sekarang disebut Konselor Pendidikan- memiliki peran besar dalam menentukan nasib para murid. Seolah cenayang, ia bisa mengklasifikasikan jurusan mana yang tepat untuk mereka. Aku percaya saja. Kawan-kawanku juga.

Aisyah yang sudah masuk kelas Bahasa bertanya, “Naha teu janten lebet ka kelas Bahasa, Mi?”

Kuceritakan alasan di atas untuk menjawab pertanyaan Aisyah kenapa aku tidak jadi masuk kelas Bahasa. Aisyah geleng-geleng kepala. Ia heran kenapa aku begitu naif mengikuti arus mainstream. Temanku itu tahu kalau kecenderunganku pada ilmu bahasa jauh lebih tinggi dibandingkan dengan hitung-hitungan eksakta.

Aku belajar Kimia, Fisika dan Matematika yang berisi banyak hitungan angka dan rumus. Ingin muntah rasanya. Kepalaku pun ngebul saking panas. Belum lagi mesti belajar Biologi yang rumit. Mau pindah kelas jurusan sudah tidak sempat. Karena terlanjur nyemplung sekalian menyelam saja.

Beruntungnya masih ada pelajaran bahasa Inggris dan Indonesia. Meskipun bukan jurusannya, kedua mata pelajaran ini masih diajarkan karena wajib. Masuk jurusan IPA tidak sesuram yang kukira. Masih ada manis-manisnya kalau kamu mau berpikir positif.

Kapan terakhir kali kamu menangis?

Saat di rumah kontrakan, aku menahan sakit karena demam berdarah sekaligus typhus. Badan lemas, makanan tak ada yang masuk, kepala pening, dan gejala lain yang ditimbulkan olehnya. Kukira aku akan mati. Akhirnya bisa dirawat di rumah sakit dan memakan waktu lebih dari 10 hari untuk bed rest.

Apakah di komunitasmu, kamu merasa menjadi perempuan/laki-laki tercantik/tertampan?

Karena pada pertanyaan ini tertulis, “apakah kamu merasa…” Haha.. Tentu saja aku merasa menjadi lelaki tertampan di sana.

Apa manfaat menulis yang sudah kamu rasakan hingga saat ini?

Menulis adalah tentang bicara jujur terhadap diri sendiri yang dituangkan dalam bentuk tulisan. Menulis adalah ramuan kata-kata yang berada di dalam wadah otak. Adonannya berupa ilmu, pengalaman dan harapan. Saat kamu menulis maka kamu akan masuk ke dalam duniamu sendiri. Entah itu dunia fiksi atau non-fiksi.

Secara disadari atau tidak, menulis sudah menjadi terapi untuk diri sendiri. Saat sedih, galau, marah, kesal, kecewa atauh hal lainnya bisa aku curahkan dalam sebuah tulisan.

Khusus untuk blog yang notabenenya adalah aktivitas menulis, aku mendapatkan manfaat yaitu bisa menemukan teman-teman baru.

Acara televisi favorit?

Malam-malam di Net TV.

Inisial orang yang sedang kamu rindukan?

IR. Inisial dari ibuku. Aku tak bisa berjumpa dengannya gara-gara adanya PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

Apa hal baru yang kamu pelajari saat #dirumahaja?

Hmm.. apa ya? Ini saja deh. Karena aku sekarang bekerjanya dari rumah, aku akan bercerita sedikit tentang pengalaman ini.

Tidak semua hal selalu sesuai dengan yang dibayangkan. Bekerja di rumah itu banyak gangguan seperti sedang fokus mengerjakan sesuatu tetiba anak minta jajan. Usai dari warung, baru saja duduk di depan laptop, ponsel berdering. Ada rekan kerja bertanya perihal entry code dalam pengerjaan tugas. Setelah memandunya kemudian giliran manajer yang menelepon. Ia menyuruh ini dan itu. Lantas aku kerjakan sesuai komando. Belum rampung, rekan yang lain menginformasikan waktu untuk meeting online di aplikasi Zoom akan segera dilakukan.

Sinyal internet di sini tidak stabil. Kami, orang Sunda menyebutnya luplep. Alhasil, koneksi Zoom connect dan disconnect. Begitu terus. Saat connect, aku sudah ketinggalan informasi. Sedang khusyu mendengarkan, disconnect lagi. Pada saat bersamaan aku jadi kangen kantor. Di sana ada meja kerja dan perangkat komputer yang tersambung ke internet. Aku juga nyaman duduk di kursi kerja. Sedangkan di sini aku hanya bisa duduk bersila yang jika terlalu lama betisku menjadi sakit.

Jika kamu menemukan dompet berisi banyak uang di jalan yang lengang, sementara kamu sendiri sedang butuh duit, apa yang bakal kamu lakukan terhadap dompet itu?

Aku buka dompetnya. Jika ada KTP atau identitas lain maka akan aku kembalikan ke alamat yang tertera di sana. Andaipun tak ada identitas, aku akan ambil uangnya lalu memasukkannya ke kotak amal mesjid, sedekah ke fakir miskin atau menyerahkannya ke kantor polisi. Tatapi sebelum opsi kedua ini dilakukan, aku akan menunggu dulu. Siapa tahu nanti ada orang yang sedang mencari-cari dompet miliknya. Meskipun sedang butuh uang, dan ada uang di hadapan, tapi mengambil lalu menggunakannya tidak akan membuatnya berkah. Alih-alih senang sesaat di dunia, nanti aku bisa disiksa di neraka. Sesuatu yang bukan menjadi hak milikmu tidak boleh kamu ambil.

 

Aku mengestafetkan award ini kepada 11 bloger berikut ini :

  1. MasHP
  2. Fiska Hendiya
  3. Desy Anggraini
  4. Ibnu Rafi
  5. Hasmia Chan
  6. Dimas Nugraha
  7. Nadya Irsalina
  8. Hilma Indrani
  9. Faisal
  10. Antasari Malau
  11. Mintpaper

Pertanyaan untuk mereka adalah sebagai berikut :

  1. Apakah kamu tipe orang yang dominan atau sebaliknya?
  2. Situasi seperti apa yang paling kamu benci?
  3. Bagaimana cara kamu menemukan ide untuk menulis?
  4. Kenapa bloger sering tergesa-gesa menekan tombol publish tanpa membaca ulang isi pos lalu menyuntingnya jika terdapat kesalahan penulisan?
  5. Kenapa ada bloger yang tidak mau memberikan komentar pada sebuah pos di blog orang lain?
  6. Bisakah kamu menulis minimal satu bait puisi berima yang berakhiran -an? Tuliskan puisinya jika ‘Ya’ adalah jawabanmu!
  7. Kenapa orang Indonesia yang sudah belajar Bahasa Infonesia mulai dari SD sampai dengan SMA tapi masih belum memahaminya dengan baik?
  8. Siapakah tokoh sastra, novelis atau pengarang favoritmu? Jelaskan alasan kenapa kamu menyukainya!
  9. Kapan terakhir kali kamu menelepon orang tuamu? Apa yang kalian bicarakan?
  10. Kriteria pemimpin yang seperti apa yang kamu harapkan?
  11. Jika kamu memiliki satu doa yang pasti akan dikabulkan oleh Tuhan, apa doamu?

Demikianlah Liebster ini berakhir. Semoga kamu yang membacanya bisa sedikit mengenalku. Hehe…

###

Note : Du Bist Mein Liebster dari bahasa Jerman yang berarti kaulah yang tersayang. Para bloger yang kukenal adalah teman-teman yang aku hormati dan sayangi. Mari saling mendukung dan memberikan semangat untuk tetap menulis pos yang inspiratif.

View My Daily Post

Published by Fahmi Ishfah

A blogger who loves blogging. Visit my blogs here : https://ishfah7.wordpress.com/ --- https://projectishfah.wordpress.com/ --- https://brotherishfah.wordpress.com/ --- https://ishfahmemory.wordpress.com/

21 thoughts on “Du Bist Mein Liebster

  1. 😅 waah makasih banget Kang saya dapet Award ini, padahal 😬😬…
    Saking “lupa”nya sama rumah disini, saya baru baca pesannya malam ini. 🙈 Afwan.
    Insyaallah segera ditulis jawabannya. 😊

  2. Alhamdulillah….saya tidak menyangka bisa mendapatkan Award ini. Hehe. Mimpi apa saya semalam? (Eh, tadi malam nggak tidur ding).

    Saya sambil senyum ketika membaca bagian “GREGETAN” sambil berkata dalam hati (ala sinetron-sinetron di SC*V) “Saya banget ini mah” Haha.

    Pos yang informatif dan menarik Mas. Sip. Semoga PSBB segera berakhir dan segera bisa berjumpa dengan (salah satu) orang yang sedang dirindukan, ibu.

    *Izin Mas, di bagian akhir pos “paati” mungkin yang Mas maksud “pasti”

    Terima kasih

  3. Halo, Kak Fahmi Ishfah, sebelumnya, salam kenal.

    Wah, nggak nyangka blog saya akan di-notice orang dan di mention untuk dapat Liebster Award. Terima kasih. Jadi deg-degan saking kagetnya 😁

    11 pertanyaannya menarik untuk dijawab, tapi mungkin butuh waktu hehe. Pokoknya terima kasih banyak~

  4. Wkwkwk ngakak + seneng bacanya.. Jadi kakak memang udah langganan jadi ketua ya, sampai sekarang? Hmm.. itu di faktanya juga ada bagian yang menyentil menggebuk menodong lho ngerasa 😒 Maakasih ya K Fahmi untuk jawabannya.. semangat WFHnya kak, biar ga pegel, coba cara nyender dan selonjor kak 😆🙏

    Btw, kolak pisangnya 5000an aja kak buat buka puasa…

Apa komentarmu tentang pos ini?

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: