Kenapa Cintaku Biasa Saja?

Cinta memiliki kekuatan perasaan yang ekstrem dalam segala perilakunya. Ada rasa rindu, keinginan untuk bertemu, rasa sayang, marah, bahagia, malu dan sedih yang ekstrem. Jika cintamu menurun maka ia akan berada pada level biasa saja, hambar, flat atau datar dan tak ada perasaan yang menggebu-gebu. Adakah cinta yang seperti itu? Kenapa bisa terjadi? Wajarkah?

Manusia cenderung bersemangat pada saat-saat yang baru. Masuk sekolah, berkenalan dengan orang, bergabung komunitas, atau diterima di tempat kerja yang baru. Hal itu juga terjadi pada cinta yang baru. Seseorang akan sangat bersemangat dengan cinta barunya itu.

Berarti kita mesti berhati-hati pada orang yang sudah tidak berdebar-debar akan cintanya. Ia tidak lagi excited (senang) ingin bertemu pasangannya. Bahkan ia bisa menjadwalkan putus dan sambungnya sebuah hubungan. Itu namanya Transactional Love. Cintanya seperti transaksi perdagangan. Segalanya diperhitungkan. Ini tak bisa lagi disebut dengan cinta. Karena cinta sejatinya itu tak ada batasan. Cinta itu membuat orang ingin selalu berada dengan kekasih hatinya. Jika tidak bisa dalam bentuk kehadiran fisik, ia bisa merasakannya dalam spirit (merasakan kehadiran meskipun berjauhan).

Cinta yang biasa saja ini belum tentu karena seseorang tidak pantas untuk dicintai. Ada orang yang memang kebiasaannya itu nge-flat atau biasa saja. Ia cepat sekali tertarik tetapi cepat juga merasa hambar dan bosan. Ada yang begitu. Segala sesuatu itu memang membiasa. Apalagi bagi orang yang tidak suka mensyukuri cinta, uang dan persahabatan.

Anjuran untuk orang yang suka nge-flat ini adalah ia harus memperbaiki diri untuk tidak mudah merasa hambar atau bosan. Ia harus melatih dirinya dengan bersyukur.

Ada beberapa hal yang resikonya besar jika kita selalu merasa hambar selain cinta yaitu sebagai berikut:

1. UANG

Tidak bersyukur atas uang yang dimiliki sebagai wujud dari rezeki yang diberikan oleh Tuhan merupakan contoh seseorang yang hambar terhadap uang.

Jika ia bersyukur maka ia akan berterimakasih kepada Tuhan melalui doa-doa dan perilaku sehari-hari. Sebesar apapun rezeki yang diberikan ia akan menerima dengan ikhlas. Ia sama sekali tidak menyepelekan uang.

Di lain sisi, ada orang yang selalu rutin menerima uang setiap hari tetapi tidak pernah puas dengan jumlahnya. “Ah, masih kecil. Ah, tak cukup.”

2. PEKERJAAN

Ada jutaan orang di Indonesia yang menganggur. Lalu ada seseorang yang memiliki pekerjaan tetapi ia malah menyepelekan pekerjaan. Ia tidak bekerja dengan giat dan sepenuh hati, datang tidak tepat waktu, bahkan di beberapa kasus ada pegawai yang mencuri aset perusahaan.

“Gua malas kerja juga gak apa-apa. Gua dipecat juga gak apa-apa. Toh gua udah lakuin yang gua bisa. Cincay lah ya kerjaan gua itu. Kecil.”

Lalu Tuhan berkata, “Nikmat Tuhan mana lagi yang kamu dustakan?” Orang itu bisa-bisa dibabat oleh Tuhan karena sifat sombong dan menyepelekan nikmat berupa pekerjaan.

3. ILMU

Ada dua orang yang menginginkan ilmu lalu mereka pergi ke sebuah perpustakaan. Si A masuk tetapi ia malah mengantuk dan bosan. Ia hanya buka-buka buku, melihat-lihat dan membolak-balik halaman tanpa diresapi kandungan isinya. Sementara itu Si B yang masuk ke dalam perpusatakaan dengan penuh semangat, jiwanya bergejolak dan senyumnya terlukis di wajah.

“Betapa banyak buku yang ada di sini. Ini adalah kekayaan ilmu yang luar biasa.”

Sebenarnya kalau kita membaca buku itu seperti duduk bersama penulisnya. Lalu berdiskusi dengannya dan membahas apa yang sudah ia tulis.

Jadi pribadi yang suka nge-flat ini rata-rata karena ia lupa bersyukur dan berterimakasih kepada Sang Pemberi Rezeki. Kalau ia bersyukur maka kapanpun dan di manapun ia akan selalu melihat keindahan baru yang tidak akan membuatnya bosan. Itulah sebabnya jatuh cinta kepada orang yang sama selama bertahun-tahun bisa terjadi karena orang itu selalu bisa menemukan sisi-sisi atau hal baru dari pasangannya. Ia menolak untuk nge-flat. Ia fall in love setiap hari.

Ada pula orang yang dalam hubungannya dengan orang lain, ia menunggu perasaannya berdebar-debar. Jadi standar dia untuk menilai kecocokan dengan orang lain adalah berdasarkan debaran di hatinya. Ia ibarat metal detector yang mencari dan mendeteksi logam di sekitarnya. Ia mengecek kecocokan hatinya berdasarkan debaran atau sebarapa degdegannya dia saat bertemu seseorang. Calon kekasihnya, ia ibaratkan seperti itu.

Tetapi bagaimana jika detector miliknya itulah yang rusak? Kira-kira detector debaran yang rusak itu seperti apa sih? Orangnya itu pendiam. Tidak terlihat apakah dia sedang mengantuk atau pingsan. Tak marah meskipun diganggu sehebat apapun. Tidak bisa dibedakan apakah ia sedang tersenyum atau sedang kesakitan karena kesetrum. Lalu dia menstandarkan hubungannya dengan orang lain pada getaran dan debaran di hatinya? Mana mungkin bisa. Dia sendiri tidak pernah merasakan itu. Jangan menggunakan standar seperti ini kalau kamu bukan tipe orang yang excited dan berdebar-debar karena semangat. Memang ada orang yang seperti ini. ia melihat segala sesuatu itu biasa saja.

Sebaliknya orang yang terlalu mudah excited,  mudah pula mati ketertarikannya. Sulit sekali kita bisa menentukan apakah seseorang itu adalah jodoh kita atau tidak hanya dari debaran. Karena ada orang yang sangat biasa saja dan ada pula yang terlalu bersemangat. Jadi mesti bagaimana?

Kamu mesti berada dalam posisi yang wajar. Tidak terlalu biasa dan tidak terlalu berlebihan. Kamu harus memiliki ketegasan untuk melihat keindahan pada pribadi pasanganmu lalu menemukan debaran itu dalam kebersamaan. Bukan alamiah. Kemesraan itu tidak alamiah. Ia dibentuk. Kesetiaan pun tidak alamiah. Ia tumbuh karena ada rasas percaya.

Ada yang bilang, “Ketidaksetiaan adalah masalah kesempatan.”

Bukan. Karena ada kesempatan pun, orang yang tegas akan selalu setia. Jadi hindarilah diri dari kebiasaan tidak mensyukuri. Hidupkan kesyukuran dan rasa berterimakasih atas apapun yang kita miliki sehingga sekecil-kecilnya rahmat Tuhan itu kelihatan patut dihargai. Apalagi yang namanya cinta. Cinta adalah anugerah luar biasa yang diberikan Tuhan kepada umat manusia.

###

Perlu motivasi lainnya? Klik di sini.

.

6 thoughts on “Kenapa Cintaku Biasa Saja?

  1. Post yang luar biasa… nice!
    ini tidak sedan mengingati diri sendiri kan, mas? ehehhe

    Tapi mungkin gak cuma bersyukur aja, tapi juga berusaha menghilangkan kebosanan itu dari dalam internal dulu (atau diri sendiri). karena banyak loh, yang berusaha menghilangkan kebosanan dengan mencari yang lain di luar sana lalu “bermain api”.

    gak mengukur dulu baik buruknya, ibaratnya memutuskan susuatu cuma dari emosi sesaat aja.

Comments are closed.